Garis Tangan Simian Line Dari Berbagai Sudut Pandang Ilmu

Kali ini saya ingin membagikan informasi, akan tetapi bukan menyangkut area teknologi melainkan mengenai garis tangan lurus. Selain keingintahuan saya yang mendalam terkait teknologi, saya juga suka seni berpikir mengenai kepribadian atau Ilmu Palmistry. Hal ini saya dasarkan karena saya ingin mengenal diri saya sendiri, tentunya dengan mengenal baik diri kita, maka juga akan membuat kita semakin mencintai diri kita.


Banyak artikel yang memberikan informasi mengenai arti garis tangan ini. Hampir semua artikel yang saya jumpai isinya sekitar 80% memiliki kesamaan. Sebagai pembeda dari mereka, saya ingin menulis artikel ini. Disini saya ingin membahas mengenai segala aspek sumber yang saya ketahui. Mulai dari Ilmu Medis, Ilmu Palmistry, Ilmu Jawa dan Ilmu Islam. Alasan saya menulis ini karena saya juga pemilik dari garis tangan simian line ini dan bukan hanya satu, melainkan dua garis tangan.

Simian Line

Secara umumnya garis tangan simian line adalah garis tangan yang melintang tanpa putus dari sisi ibu jari sampai dengan sisi jari kelingking. Garis tangan ini dimiliki oleh 3% populasi seluruh dunia dan 14% orang asia, dan mungkin sekarang akan terus bertambah.

Sudut Pandang Ilmu Medis

Menurut sudut pandang medis mengatakan bahwa garis tangan ini kebanyakan dimiliki oleh mereka yang memiliki penyakit down syndrome atau lebih dikenal dengan kelainan jiwa atau keterbelakangan mental. Is that fact? Jawabanya adalah tidak. Saya lahir dari keluarga yang sama-sama memiliki garis tangan demikian dalam tanda kutip keluarga saya tidak ada yang memiliki gangguan apapun.

Selain down syndrom sudut pandang medis mengatakan bahwa, pemilik garis tangan ini akan diwariskan kepada generasi berikutnya apabila kedua orang tua atau salah satu dari mereka memiliki garis tangan demikian. Hal ini memang bisa. Terhitung, saya dan kakak saya memang memiliki garis tangan yang sama dan hasil keturunan dari simian line juga. Perbedaanya, dia hanya memiliki satu pola simian yang terletak di kiri dan saya di kedua telapak tangan.

Sudut Pandang Ilmu Palmistry 

Ilmu Palmistry adalah ilmu yang membahas tentang kepribadian. Menurut sudut pandang Ilmu Palmistry mengatakan bahwa garis tangan ini memiliki pola yaitu bertemunya garis kepala dan hati hingga mereka saling tumpang tindih dan akhirnya menjadikan garis itu lurus tanpa putus. Sehingga, peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki garis tangan simian line mereka memiliki karakteristik sifat yang sulit menyeimbangkan antara hati dan fikiran (perasaan dan logika). Dalam kasus ini mungkin ada benarnya, karena saya didalam keluarga yang semuanya memiliki garis tangan demikian. Sebagai misal, mereka sering berada pada kasus yang melibatkan perasaan dan logika secara bersama – sama, dan mereka sulit untuk memutuskan apakah ingin mengikuti hati mereka atau logika mereka. Dalam hal itulah yang mengakibatkan sesorang menyimpulkan bahwa simian line sulit mengambil keputusan. Sisi baik dari simian line adalah mereka mempunyai pemikiran deep thinker karena melibatkan hati mereka dalam pengambilan keputusan, yang notabene seperti itulah hasil yang diharapkan dalam pengambilan keputusan.

Sudut Pandang Ilmu Jawa

Mengapa saya menyandingkan dengan teori Ilmu Jawa? Dalam hal aspek apapun, orang  Jawa memiliki aturan sendiri dari nenek moyang peradaban hingga akhirnya dikenal oleh bangsa lain dengan sebutan ras ter-ramah seantero jagat. Mereka memiliki kebudayaan yang khas, mesikpun terkadang kurang masuk akal. Akan tetapi, dalam kebudayaan inilah yang menyebabkan ras jawa dikenal karena kebudayaan mereka. 

Dalam hal ini, saya juga ingin menyandingkan teori dari sudut pandang Ilmu Jawa yang notabene adalah kebudayaan saya juga. Saya hidup di keluarga yang memegang erat kebudayaan Jawa, segala aspek sekecil apapun itu, kami memiliki aturan. Terlebih saya juga lahir dari kedua orang tua yang juga memiliki garis tangan simian line. Ayah saya memilikinya di bagian kiri sedangkan ibu saya di kedua telapak tanganya. Hal yang sama diwariskan kepada saya, simian line kedua telapak tangan dan juga kakak saya yang memilikinya di bagian kiri.

Dalam perspektif Jawa, tangan ini dikenal dengan istilah Rojo Keling atau Tangan Raja. Bukan karena garis tangan ini keturunan raja, melainkan efek dari rasa sakit yang digunakan ketika simian line memukul orang lain lebih dari non simian. Khususnya, bagi mereka yang memiliki garis tangan simian kanan. Sedangkan simian kiri menekankan aspek pemijatan untuk memulihkan rasa sakit. Hal ini yang membuat saya menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki garis tangan di sisi kanan, mereka memiliki karakter seorang pemimpin, aktif, energik, meskipun itu terkadang sangat keras kepala. Sedangkan di sisi kiri memiliki karekter pelindung, ramah dan sangat suka menolong, sekalipun itu tanpa pamrih. Hal ini belum terdapat penelitian yang pasti dan konkrit. Akan tetapi ilmu jawa ada benarnya juga. Disini saya lebih menekankan pada kebudayaan jawa yang intinya jangan menggunakan tangan sebagai ajang baku hantam. 

Selain dalam hal pukul-pukulan, dalam perspektif jawa, simian line sendiri diartikan memiliki cobaan yang lebih dari yang bukan simian, hal ini saya buktikan sendiri lewat cerita hidup kedua orang tua saya, yang saya sangat salut kepada beliau. Selanjutnya dalam perspektif jawa terkait kesuksesan simian line. Orang-orang simian menekankan pada fokus dari apa yang mereka lakukan. Seperti halnya sudut pandang palmistry yang susah menyeimbangkan antara fikiran dan akal. Hal inilah yang menjadi, kelebihan bagi simian karena apapun pekerjaan yang mereka lakukan ketika hati dan fikiran yang mereka lakukan bilang iya dan ikhlas, maka dengan segenap raga dan fikiran akan mereka kerahkan sehingga itulah kelebihan mereka untuk mencapai titik kesuksesan.

Sudut Pandang Islam

Selanjutnya dalam Perspektif Islam, memang tak banyak yang menjelaskan apalagi terkait simian line, yang pasti tidak ada, tetapi pernahkah kalian berpikir atau sedikit merenungkan pertanyaan ini dan ayat dibawah ini?

“Lihatlah sepetak tanah yang rumbun dengan  tanaman, apakah kalian tahu manfaatnya semua?”

Atau ayat dibawah ini:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran/3:190-191].

Keduanya menyadarkan kita, bahwasanya tidak ada hal yang diciptakan oleh Allah itu sia-sia. Melainkan semua terdapat manfaat, termasuk garis tangan kita. Karena itu merupakan ilmu untuk kita mengenal diri kita masing-masing sehingga dapat memikirkan seberapa besar kuasa Allah SWT sehingga kita bisa lebih dekat dengan Rabb Kita. 

Bagi saya, takdir tidak akan berubah kalau saya tidak merubah, karena orang sukses dikarenakan usahanya lebih dari usaha yang kita lakukan. Banyak yang bilang orang sukses lahir dari simian line, tapi mereka lupa bahwa banyak pula yang gagal karena itu. Entah itu garis tangan apapun, Tuhan memang menciptakan tangan beserta isinya termasuk garis tangan.

Sesuai dengan konsep takdir diatas tadi, biarkan Tuhan yang menggariskan nasib kita di tangan itu, kitalah yang menggenggam dan melaksanakan garis tangan dan takdir itu secara maksimal.

Sebagai kalimat penutupan, saya ingin memberikan kesimpulan dari tulisan saya ini.

Kesimpulan

1. Simian Line bukan orang yang memiliki penyakit down syndrome.
2. Jangan gunakan tanganmu untuk menyakiti orang lain.
3. Penentu kesuksesan bukanlah dari garis tangan tapi usaha yang kamu lakukan.
4. Semua orang memiliki cobaan dalam hidupnya, jangan menganggap masalah hidupmu yang paling berat.

Sekian dari saya, jika kalian setuju dengan artikel ini bisa kalian bagi dengan sesama. Kritik dan saran bisa kalian tulis di kolom komentar. Sekian, dan salam rahayu!

Penulis : @faizarteta

1 Comments:

Unknown mengatakan...

Saya simian line

Posting Komentar