Istilah Penting Dunia Perbankan Yang Wajib Diketahui

Pengertian Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan manusia yang ditujukan untuk memperoleh barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan jenisnya, terdapat tiga kegiatan ekonomi yang utama yaitu: 

1. Kegiatan Produksi 

Kegiatan produksi adalah usaha untuk menghasilkan atau menambah manfaat barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Contoh: Pabrik roti, pabrik kendaraan bermotor, bank, asuransi, perusahaan angkutan umum, dan lain-lain. 

2. Kegiatan Distribusi

Kegiatan distribusi adalah usaha menyalurkan atau menyebarluaskan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Contoh: toko, agen, pasar, dan lain-lain. 

3. Kegiatan Konsumsi 

Kegiatan konsumsi adalah tindakan manusia baik secara individu maupun kelompok, dalam memakai atau menghabiskan nilai barang dan jasa. Contoh: menggunakan pulsa telepon, menggunakan sabun, dan lain-lain. 

Pengertian Industri Jasa Keuangan

Industri Jasa Keuangan (IJK) adalah kumpulan perusahaan/institusi dan lembaga pendukungnya yang berusaha di bidang jasa keuangan. Jenis Industri Jasa Keuangan yang diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan meliputi; industri perbankan, industri pasar modal dan industri keuangan non bank yang terdiri dari Perasuransian, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan dan Pegadaian.

Pengertian Bank

Menyimpan uang sama artinya dengan menabung, yaitu menyisihkan sebagian uang yang kita peroleh untuk keperluan masa depan. Menabung mempunyai banyak manfaat, di antaranya melatih hidup hemat dan belajar mengelola keuangan. Salah satu tempat untuk menabung yang paling aman adalah bank.

Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya 

a. Bank Umum 

Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha yang dalam kegiatannya memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran. 

- Jenis Usaha Bank Umum 
  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan. 
  • Memberikan kredit. 
  • Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah. 

b. Bank Perkreditan Rakyat 

Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 

- Jenis Usaha Bank Perkreditan Rakyat 
  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. 
  • Memberikan kredit. 
  • Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana sesuai dengan ketentuan. 
  • Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain. 

Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya 

a. Bank Konvensional 

Bank Konvensional adalah bank yang beroperasi menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan dan berdasarkan kesepakatan umum, seperti adat, kebiasaan, kelaziman yang dapat berbentuk Bank Umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat). 

b. Bank Syariah

Bank Syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah yang dapat berbentuk Bank Umum Syariah dan BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah).

Fungsi Bank 

Perbankan nasional mempunyai tiga fungsi utama yaitu sebagai berikut: 
  1. Menghimpun dana masyarakat ; Dalam menghimpun dana masyarakat, bank menawarkan produk tabungan dan deposito. Tabungan dan Deposito memberikan keamanan dari risiko kehilangan uang juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain itu, juga memberikan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil. Sebagai bukti kepemilikan tabungan, bank menerbitkan buku tabungan. Sedangkan bukti kepemilikan deposito berupa sertifikat deposito. 
  2. Menyalurkan dana masyarakat ; Salah satu fungsi bank adalah memberi pinjaman uang kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya seperti modal usaha dan kebutuhan lainnya. Untuk memperoleh pinjaman dari bank, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti adanya jaminan, identitas yang jelas, dan kemampuan mengembalikan pinjaman. 
  3. Menyediakan jasa layanan masyarakat ; Bank juga menyediakan jasa pelayanan untuk pengiriman uang dan pembayaran. Contoh pembayaran adalah pembayaran tagihan listrik, telepon, air, uang kuliah, dan lain-lain. Layanan ini umumnya tersedia di kantor bank. Layanan serupa juga dapat dilakukan melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu.

Produk Bank

a. Tabungan 

Tabungan adalah simpanan uang di bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu. Apabila kita membuka tabungan di bank, kita akan memperoleh: 1) Buku tabungan yang berisi informasi seluruh transaksi yang dilakukan. 2) Kartu ATM yang dilengkapi dengan PIN (Personal IdentificationNumber/Nomor Identitas Pribadi); dan 3) Bunga/bagi hasil sebagai imbal jasa. Manfaat menabung di bank antara lain sebagai berikut: 1) Aman, uang yang disimpan di bank aman, tidak mudah tercecer, dan tidak mudah dicuri. 2) Terjamin, tabungan dijamin oleh pemerintah/Lembaga Penjamin Simpanan. 3) Berkembang, bank memberikan bunga/bagi hasil yang dihitung berdasarkan saldo tabungan. 4) Praktis, terdapat kemudahan layanan perbankan elektronik 24 jam, antara lain ATM, SMS Banking, Mobile Banking, Internet Banking, dan Call Center. 5) Hemat, menghindari kebiasaan membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. 

b. Giro 

Giro adalah produk perbankan yang berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam rupiah maupun mata uang asing, yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja pada jam kerja dengan menggunakan warkat cek dan bilyet giro. Semua warga negara Indonesia dan warga negara asing serta badan usaha dan institusi lain yang sah menurut hukum yang berlaku dapat membuka rekening giro. Untuk mempermudah pemahaman, berikut perbedaan mendasar antara tabungan dengan giro.

c. Deposito 

Deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu yang umumnya mempunyai jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 bulan dan dapat diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Over). Manfaat deposito antara lain sebagai berikut: 1) Memperoleh bunga/bagi hasil. 2) Dapat dijadikan agunan/jaminan kredit. 3) Dapat mengelola keuangan secara lebih terencana. 4) Dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Istilah Penting Dunia Perbankan Yang Wajib Diketahui

  1. Anjak piutang : Suatu transaksi keuangan di saat perusahaan menjual piutangnya/tagihannya dengan memberikan suatu diskon atau pengurangan nilai piutang/tagihan tersebut.
  2. Negative Spread : Tingkat suku bunga pinjaman/ kredit/pembiayaan, lebih rendah daripada tingkat suku simpanan/deposito /tabungan.
  3. Kebutuhan Primer : Kebutuhan pokok yang wajib atau harus dipenuhi oleh setiap manusia, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Contoh: sandang, pangan, papan dan pekerjaan serta pendidikan.
  4. Kebutuhan Sekunder : kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi, namun tetap harus dipenuhi, agar kehidupan manusia berjalan dengan baik. Contoh: rekreasi, hiburan, motor, komputer, handphone, televisi, radio.
  5. Tabungan : Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu; dengan kemajuan teknologi, tabungan pada saat ini dapat ditarik dengan menggunakan ATM.
  6. Giro : Salah satu produk perbankan berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam rupiah maupun mata uang asing, yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja, selama jam kerja dengan menggunakan warkat cek dan bilyet giro.
  7. Deposito : Simpanan Yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu.
  8. Suku Bunga : Beban biaya yang dinyatakan dengan persentase tertentu dalam rangka peminjaman uang untuk jangka waktu tertentu; merupakan biaya kredit bank kepada nasabah.
  9. Transfer : Kiriman uang yang diterima bank termasuk hasil inkaso yang ditagih melalui bank tersebut yang akan diteruskan kepada bank lain untuk dibayarkan kepada nasabah.
  10. Warkat : Instrumen perbankan, antara lain cek dan inkaso, yang menggambarkan dana yang belum diterima; kertas berisi keterangan mengenai suatu peristiwa untuk dipakai sebagai bukti, seperti warkat kliring, warkat inkaso, warkat dalam penyelesaian, kuitansi, dan kartu pegawai.
  11. Bilyet Giro : Surat berharga atau alat transaksi yang diterbitkan oleh bank sebagai pengganti uang tunai dan dapat dicairkan secara tidak tunai melalui pemindahbukuan ke rekening yang bersangkutan sesuai dengan tanggal yang tertera di dalam bilyet giro.
  12. Bank Konvensional : Bank yang beroperasi menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan dan berdasarkan kesepakatan umum, seperti adat, kebiasaan, kelaziman yang dapat berbentuk Bank Umum dan BPR.
  13. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : Nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya
  14. Agunan : Jaminan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.
  15. ATM (Anjungan Tunai Mandiri) : Sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia.
  16. PIN (Personal Identification Number) : Kode rahasia yang diberikan pihak Bank kepada nasabahnya, sehingga nasabah memiliki kewenangan untuk bertransaksi.
  17. Mobile Banking : Sebuah sistem layanan dari sebuah lembaga keuangan seperti Bank untuk melakukan sejumlah transaksi keuangan yang dapat diakses langsung oleh nasabah melalui perangkat mobile seperti telepon seluler.
  18. SMS Banking : Layanan yang disediakan oleh Bank yang menggunakan sarana SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan.
  19. Internet Banking : Salah satu pelayanan jasa Bank yang memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet, dan bukan merupakan Bank yang hanya menyelenggarakan layanan perbankan melalui internet.
  20. Call Center : Layanan perbankan elektronik 24 jam melalui telepon yang dapat diakses dari seluruh tempat di Indonesia dan luar negeri. 
  21. Uang muka : Sejumlah uang yang dibayarkan terlebih dahulu untuk pembelian barang dengan cara pembiayaan/angsuran. 
  22. Pokok utang : Harga barang dikurangi uang muka. 
  23. Total utang : Pokok utang ditambah bunga/marjin.
  24. Term Life Insurance (Asuransi Jiwa Berjangka) : Memberikan manfaat kematian jika Tertanggung meninggal dalam suatu jangka waktu tertentu. 
  25. Whole-Life Insurance (Asuransi Jiwa Seumur hidup) : Memberikan pertanggungan asuransi jiwa seumur hidup bagi Tertanggung dan juga memiliki unsur tabungan. 
  26. Endowment Insurance (Asuransi Jiwa Dwiguna) : Memberikan manfaat polis yang dibayar pada saat Tertanggung meninggal atau pada tanggal yang ditentukan jika Tertanggung masih hidup sampai tanggal tersebut. 
  27. Marine Cargo Insurance : Suatu bentuk asuransi yang menjamin kerugian keuangan akibat kerusakan/ hilangnya cargo yang sedang/selama proses pengangkutan. 
  28. Asuransi Kebakaran : Suatu asuransi atau pertanggungan yang memberikan jaminan atas kerugian dan /atau kerusakan pada harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan yang ditimbulkan atau disebabkan oleh adanya Kebakaran yang dijamin dalam polis. 
  29. Asuransi Kendaraan Bermotor : Pertanggungan kerugian atau kerusakan bermotor. Jenis asuransi ini sebetulnya sama dengan asuransi kebakaran, yang objeknya adalah kerugian atau kerusakan atas harta benda, hanya di sini harta bendanya berupa kendaraan bermotor.
  30. Asuransi Kecelakaan Diri : Suatu asuransi atau pertanggungan yang memberikan jaminan atau proteksi atas Kematian , Cacat Tetap , Cacat Sementara dan atau biaya Perawatan atau Pengobatan yang ditimbulkan sebagai akibat adanya kecelakaan, kecelakaan mana harus datang secara tiba-tiba, dari luar, dengan kekerasan, tidak dikehendaki atau disengaja, terlihat, langsung dan satu-satunya, menimbulkan luka badani, luka-badani mana dapat ditentukan letak dan sifatnya oleh ilmu kedokteran. 
  31. Asuransi Kesehatan : Merupakan salah satu jenis produk asuransi yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau perawatan para nasabah asuransi tersebut apabila mereka mengalami gangguan kesehatan atau mengalami kecelakaan. Secara garis besar ada dua jenis perawatan yang ditawarkan oleh perusahaanperusahaan asuransi, yaitu rawat jalan dan rawat inap. 
  32. Asuransi Tanggung Gugat Pihak Ketiga/Comprehensive General Liability : Adalah pertanggungan yang memberikan jaminan kepada tertanggung terhadap tuntutan pihak ketiga dimana tertanggung bersalah secara hukum. 
  33. Burglary : Adalah suatu tindakan pencurian yang dilakukan disertai dengan adanya unsur kekerasan terhadap Property atau pengrusakan.
  34. Kredit Gadai : Kredit untuk usaha atau untuk konsumtif dengan menjaminkan perhiasan emas/emas lantakan/ berlian/barang elektronik dan atau kendaraan bermotor dimana jaminan-jaminan tersebut disimpan/dikuasai oleh Pegadaian. 
  35. Kredit Mikro : Kredit micro untuk usaha produktif dengan jaminan berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) sehingga kendaraan masih digunakan untuk kegiatan usaha atau jaminan lapak/kios yang diijinkan oleh negara. 
  36. Nilai Ekonomis : Nilai yang ada pada sebuah barang yang dapat diperhitungkan dan mempunyai harga pasar yang telah disepakati di sebuah daerah.
  37. Perusahaan Sekuritas : Perusahaan yang kegiatan usahanya menyediakan jasa perantara transaksi surat berharga. 
  38. Manajer Investasi : Perusahaan yang kegiatan usahanya menyediakan jasa pengelolaan investasi pada surat berharga. 
  39. Surat berharga : Surat pengakuan utang dan surat kepemilikan atas suatu perusahaan. 
  40. Dividen : Bagian keuntungan dari perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham suatu perusahaan. 
  41. Kupon : Bunga atas surat atas pengakuan utang yang diberikan kepada pemegang obligasi suatu perusahaan maupun pemerintah.
  42. Muamalah : Hal-hal yang temasuk urusan kemasyarakatan (pergaulan, perdata, usaha, dan sebagainya) 
  43. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) : Bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 
  44. Nisbah : Proporsi bagi hasil antara nasabah dan bank syariah, untuk akad Mudharabah atau Musyarakah. 
  45. Murabahah : Perjanjian jual beli antara bank dengan nasabah. Dalam hal ini, bank syariah membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan keuntungan yang disepakati antara nasabah dan bank syariah. 
  46. Musyarakah : Bentuk kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu. Masing-masing pihak memberikan kontribusi dana sesuai proporsi. Pendapatan atau keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan antara para pihak, sedangkan kerugian akan dibagikan menurut proporsi dana.