Pengertian dan Manfaat Studi Kelayakan Bisnis! Cari Tahu Sekarang

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis, disingkat dengan SKB, merupakan aktivitas terencana yang dilaksanakan untuk mempelajari secara lebih mendalam mengenai suatu bisnis atau usaha yang akan dijalankan. Hasil dari studi kelayakan bisnis ini merupakan laporan tertulis, yang akan memberikan keterangan mengenai tingkat kelayakan sebuah bisnis tersebut untuk dijalankan. Mengapa studi kelayakan bisnis tersebut diperlukan? Hal terpenting dari kegiatan ini adalah untuk kebaikan keberlanjutan perusahaan di masa mendatang dan agar mengurangi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh keberadaan sebuah bisnis.

Hasil dari studi kelayakan bisnis tidak hanya dimanfaatkan oleh kalangan dalam perusahaan itu sendiri. Hasil studi ini dapat digunakan oleh pihak lain yang turut serta menyetujui atau sebaliknya menolak laporan studi tersebut, sesuai dengan kepentingan pihak lainnya. Hasil studi yang dinyatakan layak, bisa jadi tidak dapat dilaksanakan. Hal ini, misalnya, dikarenakan pengambil keputusan akhir yang menolak adanya intervensi pihak lain yang merasa tidak terpenuhi kepentingannya.

Secara lebih lengkap, beberapa tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan sebuah studi kelayakan bisnis adalah:

1. Menghindari kerugian. Analisis padastudi kelayakan bisnis adalah untuk memperkirakan kemungkinan keuntungan perusahaan di masa yang akan datang dalam suatu kegiatan pengembangan bisnis. Jika di dalam hal analisis diperoleh kemungkinan kerugian perusahaan yang lebih besar, maka sebaiknya manajemen perusahaan berpikir ulang mengenai pilihan jenis usaha yang akan dikembangkan.

2. Memudahkan pelaksanaan kerja. Hasil studi kelayakan bisnis dapat membantu manajemen dalam merealisasikan program-program perusahaan. Manajemen dapat memilah kebijakan yang menguntungkan atau merugikan. Dengan demikian, manajemen perusahaan akan lebih mudah untuk mengambil keputusan terkait kebijakan yang akan dilakukan.

3. Memudahkan perencanaan perusahaan. Analisis yang baik akan membantu manajemen perusahaan dalam merencanakan segala hal yang terkait dengan kegiatan perusahaan. Hasil studi kelayakan bisnis akan mempermudah penyusunan langkah dan program kerja perusahaan.

4. Memudahkan dalam hal pengawasan. Proses pengawasan dari pihak yang berwenang diperlukan oleh sebuah bisnis yang besar. Dalam hal ini, pemerintah dapat dilibatkan dalam pengawasan. Laporan hasil studi kelayakan bisnis bisa dijadikan acuan oleh pengawas yang berwenang.

5. Memudahkan proses pengendalian. Bisnis yang besar memerlukan pengendalian secara berkesinambungan. Proses pengendalian yang keliru dapat memberikan dampak negatif kepada lingkungan, seperti masalah kesehatan maupun masalah sosial yang lain. Studi kelayakan bisnis akan lebih memudahkan pengawasan serta pengendalian oleh pihak berwenang atau perusahaan terkait.

Terdapat beberapa pihak yang membutuhkan laporan studi kelayakan bisnis ini dengan tujuan kepentingan masing-masing. Pihak-pihak tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Pihak investor. 

Pihak investor merupakan pihak lain yang memiliki dana dan memiliki kemauan untuk turut serta menanamkan dananya untuk keberlangsungan bisnis atau proyek yang akan dijalankan. Pihak investor perlu mempelajari hasil studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, terkait dengan kepentingannya untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas bisnis dan keamanan investasi yang akan ditanamkannya dalam bisnis tersebut.

2. Pihak kreditor. 

Pendanaan kegiatan bisnis ini bisa juga dipinjam dari pihak bank atau penyedia jasa keuangan lainnya. Pihak bank perlu mengkaji ulang hasil studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, sebelum membuat suatu keputusan untuk memberikan pinjaman atau tidak. Tentu saja pihak bank juga akan mempelajari hal lain, seperti bonafiditas pelaku usaha atau tersedianya agunan yang dimiliki oleh perusahaan.

3. Pihak manajemen perusahaan. 

Studi kelayakan bisnis dapat dilakukan oleh pihak internal ataupun pihak eksternal perusahaan. Terlepas dari pihak mana yang melaksanakan studi kelayakan bisnis, proposal ini tentunya terkait dengan upaya strategis perusahaan untuk bermuara pada peningkatan profit perusahaan. Pihak manajemen perusahaan, sebagai pelaku utama bisnis, perlu mempelajari hasil studi ini untuk melakukan alokasi dana dalam implementasi bisnisnya, dari modal sendiri, dari investor dan dari pihak kreditor.

4. Pihak pemerintah dan masyarakat. 

Penyusun studi kelayakan bisnis perlu memperhatikan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Bagaimana pun, pemerintah dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan, baik langsung atau tidak langsung melalui kebijakan yang diputuskan pemerintah. Kegiatan bisnis yang membantu kebijakan pemerintah akan dibantu dengan subsidi. Hal ini dapat terjadi pada bisnis yang mendatangkan devisa negara, menggalakkan ekspor non migas, atau menyerap banyak tenaga kerja.

Tahapan Dalam Studi Kelayakan Bisnis

Dalam melaksanakan studi kelayakan bisnis, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Tahapan-tahapan tersebut secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut (Umar, 2003):

1. Tahap penemuan ide. 

Dalam tahapan ini, perlu diidentifikasi jenis produk yang memiliki potensi untuk laku dijual dan menguntungkan perusahaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap jenis produk dan juga kebutuhan pasar dari jenis produk tersebut. Produk yang memiliki potensi yang sehat, yaitu dibutuhkan oleh pasar dalam jumlah yang besar dan juga dalam jangka waktu yang panjang, akan mendapatkan prioritas untuk dikembangkan. Penelitian jenis produk ini dapat dilakukan dengan kriteria bahwa produk dibuat untuk pemenuhan kebutuhan pasar yangmasih tersedia, pemenuhan kebutuhan manusia terhadap produk yang belum ada, atau menawarkan produk pengganti yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan produk yang sudah ada. Jika terdapat lebih dari satu jenis produk yang memenuhi kriteria di atas, maka dapat ditentukan salah satunya. Keputusan pemilihan produk ini biasanya dipengaruhi oleh kecocokan hati manajemen perusahaan, kemungkinan keterlibatannya sampai dengan urusan teknis, dan terpenting adalah keyakinan terhadap produk yang akan menghasilkan profit paling bagus.

2. Tahap penelitian. 

Setelah pilihan jenis produk telah diputuskan, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam. Sebaiknya penelitian ini menggunakan metode ilmiah, yang dimulai dengan mengumpulkan datadata yang terkait, lalu mengolahnya dengan teori-teori yang relevan, analisis dan interpretasi hasil pengolahan data dengan menggunakan tools analisis yang sesuai, dan kemudian menyusunnya dalam suatu laporan studi kelayakan bisnis.

3. Tahap evaluasi. 

Pada tahap ini, evaluasi yang dilakukan adalah terhadap usulan bisnis untuk prakiraan saat bisnis dibangun/didirikan dan pada saat dioperasionalkan secara rutin. Dalam evaluasi ini prakiraan kondisi yang terjadi pada usulan bisnis dibandingkan dengan kriteria standar, yang dapat bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Hal yang dievaluasi dalam bisnis adalah besarnya ongkos yang ditimbulkan untuk membangun dan mengoperasikan usulan bisnis terhadap prakiraan manfaat (benefit) yang dapat diperoleh.

4. Tahap pengurutan usulan yang layak. 

Dalam menghadapi satu kondisi, dimungkinkan adanya beberapa usulan bisnis yang dinilai layak. Manajemen perusahaan akan memiliki beberapa keterbatasan untuk menjalankan semua usulan bisnis tersebut, misalnya keterbatasan sumber daya. Untuk itu perlu dilakukan pemilihan usulan rencana bisnis yang paling penting untuk direalisasikan. Pemilihan dapat dilakukan dengan penilaian (scoring) terhadap berbagai kriteria yang telah ditentukan, beserta bobot (weighting) dari masing-masing kriteria. Usulan bisnis dengan nilai terbaik tentunya menjadi prioritas pertama.

5. Tahap rencana pelaksanaan. 

Bisnis yang dipilih untuk diwujudkan, perlu disusun rencana pelaksanaan kerjanya. Perencanaan pelaksanaan kerja ini meliputi jenis pekerjaan yang dilakukan, alokasi waktu dan penjadwalannya, jumlah tenaga operasional yang dibutuhkan dan kualifikasinya, ketersediaan dana dan sumber daya lainnya, serta kesiapan manajemen.

6. Tahap pelaksanaan. 

Setelah semua disiapkan, terakhir adalah eksekusinya. Kegiatan ini membutuhkan manajemen proyek untuk membangun bisnis, untuk merealisasikan bisnis tersebut. Berikutnya adalah melaksanakan operasional bisnis tersebut secara rutin. Untuk operasi rutin ini akan dibutuhkan manajemen operasi, yang akan mengevaluasi bisnis terhadap fungsi keuangan, pemasaran, produksi, SDM dan sebagainya, untuk mendapatkan sistem kerja yang efektif dan efisien untuk meningkatkan profit perusahaan.

Cara Cek Nomor By.U Lewat Aplikasi

By.U

By.U adalah provider anakan dari Telkomsel. Layaknya anakan lainnya seperti kartu Halo, By.U juga menggunakan sinyal Telkomsel untuk jaringannya. Oleh karena itu provider ini mudah diterima oleh masyarakat. 

Koneksi dari Telkomsel memang dikenal sangat baik dengan jangkauan yang juga sangat luas. Apalagi By.U ini menawarkan fitur yang cukup menarik dalam paket internetnya. Dari awal muncul By.U memang dikenal sebagai provider dengan paket internet murah. 

Sistem yang digunakan oleh By.U sendiri menggunakan kontrol lewat aplikasi khusus. Dengan aplikasi ini pengguna bisa melihat status sekaligus juga bisa membeli paket langganan, paket internet dan juga mengecek nomor By.U nya. 

Cara Cek Nomor By.U Lewat Aplikasi 

Untuk dapat mengecek nomor By.U anda dengan aplikasi sangatlah mudah. Sebelumnya pastikan anda telah menginstal aplikasinya di ponsel anda. Setelah itu anda bisa ikuti panduan berikut. 

  1. Buka dan jalankan aplikasi By.U di ponsel anda. 
  2. Pada menu homepage klik ikon profile yang ada di pojok kiri atas. 
  3. Anda akan masuk ke halaman profil kartu dan nomor anda tertera di sana. 
  4. Selesai.

Kumpulan Kata-Kata Mutiara Bung Karno Lengkap

Tentang Hubungan Internasional

• Politik bebas bukanlah suatu politik yang mencari kedudukan netral jika pecah peperangan; politik bebas bukanlah suatu politik netralitas tanpa mempunyai warnanya Beograd; berpolitik bebas bukanlah berarti menjadi suatu negara penyangga antara kedua blok raksasa.

[KTT NON BLÖK, Beograd 1-9-1961 ]

• Berpolitik bebas berarti pengabdian yang aktip kepada tujuan yang luhur dari kemerdekaan, perdamaian kekal, keadilan sosial dan kemerdekaan untuk merdeka. Ia adalah tekad untuk mengabdi kepada tujuan ini; ia kongruen dengan hati nurani sosial manusia.

[KTT NON BLÖK, Beograd 1-9-1961]

• Politik Non-Blok adalah pembaktian kita secara aktip kepada perjuangan yang luhur untuk kemerdekaan, untuk perdamaian yang kekal, keadilan sosial dan kebebasan untuk Merdeka.

[KTT NON BLÖK, Beograd 1-9-1961]

• Adalah menjadi keyakinan kita bersama kita bahwa, suatu polltik yang bebas merupakan jalan yang paling baik bagi kita masing-masing untuk memberikan suatu sumbangan yang tegas kearah pemeliharaan perdamaian dan pengurangan ketegangan-ketegangan Internasional.

[KTT NON BLÖK, Beograd 1-9-1961]

• ".....kita mempertahankan pendapat bahwa pembentukan blok-blok, apalagi jika berdasarkan kekuatan dan perlombaan persenjataan, hanya mengakibatkan peperangan."

[KTT NON BLÖK, Beograd 1-9-1961]

• Kita menginginkan satu Dunia Baru penuh dengan perdamaian dan kesejahteraan, satu Dunia Baru tanpa imperialisme dan kolonialisme dan exploitation de l'homme par l'homme et de nation par nation.

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Bangsa Indonesia (saya) berjanji pada diri Beograd untuk bekerja mencapai suatu Dunia yang lebih baik, suatu Dunia yang bebas dari sengketa dan ketegangan, suatu Dunia di mana anak-anak dapat tumbuh dengan bangga dan bebas, suatu Dunia di mana keadilan dan kesejahteraan berlaku untuk semua orang. Adakah suatu bangsa menolak janji semacam itu?".

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Dengan segala kesungguhan, saya katakan: kami bangsa-bangsa yang baru Merdeka bermaksud berjuang untuk kepentingan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Badan itu hanya dapat menjadi effective, bila Badan tersebut mengikuti jalannya sejarah dan tidak mencoba untuk membendung atau mengalihkan ataupun menghambat jalannya.

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Di zaman pembangunan bangsa-bangsa ini telah muncul kemungkinannya, keharusan akan suatu "Dunia" yang bebas dari ketakutan, bebas dari kekurangan, bebas dari penindasan-penindasan Nasional.

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Bagi suatu bangsa yang baru lahir stau suatu bangsa yang baru lahir kembali milik yang paling berharga adalah "kemerdekaan" dan "kedaulatan".

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Dunia kita yang satu ini terdiri dari Negara-negara Bangsa, masingmasing sama berdaulat, dan masing- masing berketetapan hati menjaga kedaulatan itu, dengan masing-masing berhak untuk menjaga kedaulatan itu.

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Dalam hal ini kita tidak hanya berjuang untuk kepentingan kita Beograd melainkan kita berjuang untuk kepentingan ummat manusia. Seluruhnya, ya perjuangan kita lakukan untuk kepentingan mereka yang kita tentang..

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Bukanlah pion-pion yang di atas papan catur yang tuan-tuan hadapi. Yang tuan-tuen hadapi adalah manusia, impian-impian manusia, citacita manusla dan hari depan manusia.

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Saya serukan kepada tuan-tuan kepada semua anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bergeraklah bersama arusnya sejarah, janganlah mencoba membendung arus itu.

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• "Sesuatu" itu kami namakan "Pancasila", ya "Pancasila" atau Lima Sendi Negara kami. Lima Sendi/Dasar tidaklah langsung berpangkal pada Manifesto komunis ataupun Declaration of Independence. Declaration of Independence memang, gagasan-gagasan dan cita-cita itu mungkin sudah ada sejak berabad-abad telah terkandung dalam bangsa kami. Dan memang tidak mengherankan bahwa paham-paham mengenai kekuatan yang besar dan kejantanan itu telah timbul dalam bangsa kami selama dua ribu tahun peradaban kami dan selama berabad-abad kejayaan bangsa sebelum imperialisme menenggelamkan kami pada suatu saat kelemahan Nasional.

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Singkirkan penyelewengan terhadap kemerdekaan dan emansipasi dan ancaman terhadap perdamaian akan lenyap. Tumbangkan Imperialisme dengan segera dengan Beogradnya Dunia akan menjadi suatu tempat yang lebih bersih, suatu tempat yang lebih baik dan suatu tempat yang lebih aman.

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Bangunlah Dunia ini kembali! Banguniah Dunia ini kokoh kuat dan sehat! Bangunlah suatu Dunia di mana semua bangsa hidup dalam Damai dan Persaudaraan. Bangunlah Dunia yang sesuai dengan impian dan cita-cita ummat manusia.

[Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960]

• Masalah bangsa Asia harus diselesaikan oleh Bangsa Asia Beograd dengan cara-cara Asia. Asian Problems to be solved by themselves in Asian ways.

[Konferensi Maphilindo di Manila 1963]

• Abad ke-20 berisi fenomena:

1. Merdekanya bangsa-bangsa Asia-Afrika.

2. Timbulnya negara-negara sosialis.

3. Terjadinya atomic-revolution.

4. Akibat paradox historis, di satu fihak ummat manusia oleh tehnik

yang maju sekali menjadi satu, di lain pihak dipisah-pisahkan menjadi

bangsa-bangsa yang merdeka dengan pagar Beograd-sendlri.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 62]

Tentang imperialisme

• Imperialisme bukan saja sistem atau nafsu menaklukkan negeri atau bangsa lain, tapi imperialisme bisa juga hanya nafsu atau sistem mempengaruhi ekonomi negeri dan bangsa lain. Ia tak usah dijalankan dengan pedang atau bedil atau meriam atau kapal perang, tak usah berupa pengluasan daerah negeri dengan kekerasan senjata sebagai diartikan oleh Van Kol, tetapi juga berjalan dengan "putarlidah" atau cara "halus-halusan" saja, bisa juga berjalan dengan cara "pénétration pacifique".

[Indonesia menggugat, hlm. 81]

• Menurut keyakinan kami, hilangnya pemerintah asing dari Indonesia, belum tentu juga dibarengi oleh hilangnya imperialisme asing sama sekali.

[Indonesia menggugat, hlm. 81]

• Benar seperti kata Jean Juares, di dalam Dewan Rakyat Perancis terhadap wakil-wakil kaum modal, "Imperialisme itulah penghasut yang besar yang menyuruh berontak; karena itu bawalah ia ke depan polisi dan hakim." Tapi bukan imperialisme, bukan sahabat-sahabat imperialisme yang kini berada di muka mahkamah tuan-tuan Hakim tetapi kami: Gatot Mangkoeprodjo, Maskoen, Soepriadinata, Sukarno."

[Indonesia menggugat, hlm. 81]

• Amboi-di manakah kekuatan duniawi yang bisa memadamkan tenaga sesuatu bangsa. Puluhan, ratusan, ya ribuan "penghasut" dan "opruieres" dan "ophitser" sudah di bui atau dibuang. Tapi tidaklah pergerakan yang umurnya lk. 20 tahun itu semakin menjadi besar ?

[Indonesia menggugat, hlm. 70]

• Memang zaman imperialisme modern mendatangkan "kesopanan", mendatangkan jalan-jalan tapi apakah itu setimbang dengan bencana yang disebabkan oleh usaha-usaha partikulir itu?

Indonesia menggugat, hlm. 46

• Sejak adanya "Opendeur Politik", juga modal Inggeris, juga modal Amerika, juga modal Jepang, juga modal lain-lain, sehingga imperialisme di Indonesia kini jadi Internasional.

[Indonesia menggugat, hlm. 51]

• We are often told "Colonialism is dead". Let us not be deceived or even soothed by that. I say to you, colonialism is not yet dead. How can we say it is dead, so long as vast areas of Asia and Africa are un-free. And I beg of you do not think of colonialism only in the classic form which we of Indonesia, and our brothers in different parts of Asia and Africa knew, colonialism has also its modern dress, in the form of economic control, intellectual control, actual physical control a small, but aliencommunity within a nation. It is a skillfull and determined enemy, and it appears in many guises. It does not give up its loot easily, wherever, whenever and however-it-appears, colonialism is an evil thing, and one must be eradicated from the earth.

[Pidato Konperensi AA di Bandung pada tahun 1955, hlm. I8-4-´55]

• Soal jajahan, adalah soal "rugi atau untung", soal ini bukanlah soal kesopanan atau kewajiban, soal ini ialah soal mencari hidup, soal Business !.

[Di bawah bendera revolusi, hlm. 51]

• Perang Kemerdekaan Amerika adalah sukses pertama perang melawan kolonialls di dalam sejarah dunia (di permukaan bumi) Maka penyair Longfellow menulis:

A cry defiance and not of fear.

A voice in the darkness, a knock at the door.

And a word that shall echo for evermore

[Pidato Konperensi AA di Bandung pada tahun 1955, hlm. I8-4-´55]

• Dalam tahun 1929 itu terlepaslah dari mulut saya kalimat yang terkenal, "Kaum imperialis, awaslah, jikalau nanti geledek Perang Pacific menyambar-nyambar dan membelah angkasa ...., di situlah rakyat Indonesia melepaskan belenggu-belenggunya, di situ Rakyat Indonesia akan Merdeka.

[Kepada bangsaku hlm. 316 ]

• Memang Tuan Hakim, kami membicarakan bahwa Perang Pacific itu akan datang. Kami harus mengerti, jika bangsa Indonesia tidak segera menjadi bangsa yang teguh, kami bisa tidak tahan menderitakan pengaruh ledakan itu.

[Indonesia menggugat, hlm. 164]

• Pergerakan ini ialah antithese imperialisme yang terbikin oleh imperialisme Beograd. Bukan bikinan "penghasut", bukan bikinan "opruieres", pergerakan ini ialah bikinan kesengsaraan dan kemelaratan rakyat.

[Indonesia menggugat, hlm. 71]

• Bagaimana hakekatnya "budaya" atau "cultuur" yang didatangkan inperialisme moderen itu? Stockvis menyebutnya." rakyat khatulistiwa yang korat-karit dan diperlakukan tidak semena-mena".

[Indonesia menggugat, hlm. 72]

• Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya datangnya Ratu Adil. Dan sering kali kita mendengar di desa sini atau di desa situ telah muncul seorang "Imam Mahdi", atau "Heru Cakra". Tak lain tak bukan, karena rakyat menunggu dan mengharap pertolongan.

[Indonesia menggugat, hlm. 75]

• Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya datangnya Ratu Adil. Dan sering kali kita mendengar di desa sini atau di desa situ telah muncul seorang "Imam Mahdi", atau "Heru Cakra". Tak lain tak bukan, karena rakyat menunggu dan mengharap pertolongan.

[Indonesia menggugat, hlm. 75]

Tentang keadilan

• Maka karena itu jikalau kita memang betul-betul mengerti, mengingat dan mencintai rakyat Indonesia, marilah kita terima prinsip hal sociale rechvaardigheid ini yaitu bukan saja persamaan politik, harus mengadakan persamaan, artinya kesejahteraan bersama.

[Pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945]

• Apakah kita mau Indonesia MERDEKA, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?.

[Pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945]

• Saya katakan bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial ialah satu masyarakat yang adil dan makmur, dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat tehnologi yang sangat modern. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 115 ]

• Sosialisme berarti adanya paberik yang kolektif: Adanya industrialisme yang kolektif. Adanya produksi yang kolektif. Adanya distribusi yang kolektif. Adanya pendidikan yang kolektif.

[Kepada bangsaku, hlm. 381]

• Dalam hubungan Internasionalpun kemerdekaan merupakan suatu jembatan, suatu jembatan untuk perjuangan bangsa-bangsa bagi persamaan derajat untuk pembentukan bangsa-bangsa dan negaranegara sehingga sanggup berdiri di atas kaki Beograd, politis, ekonomis,........."

[KTT NON BLOK Beograd, 1- 9 - 1961]

• Masyarakat keadilan sosial bukan saja meminta distribusi yang adil, tetapi juga adanya produksi yang secukupnya.

[Pidato HUT Proklamasi, 1950]

• Seorang Marhaen adalah orang yang mempunyai alat yang sedikit. Bangsa kita yang puluhan juta jiwa yang sudah dimelaratkan, bekerja bukan untuk orang lain dan tidak ada orang bekerja untuk dia. Marhaenisme adalah Sosialisme Indonesia dalam praktek.

[Bung Karno penyambung lidah rakyat, hlm. 85]

• Untuk menjadi "padang usaha" industrialisme, seluruh daerah Indonesia harus "Ekonomis" satu, dan supaya ekonomisnya menjadi satu, maka seluruh daerah Indonesia itu "Polltis" harus menjadi satu pula.

[Kepada bangsaku, hlm. 395]

• Saya teringat akan apa yang dikatakan oleh Perdana Menteri Kim Il Sung di tahun 1947: "In order to build a democratic state, the foundation of an independent economy of the nation must be established ......... without the foundation of an independent economy, we can either attain independence, nor found the state, nor subsist".

• "Untuk membangun suatu Negara yang Demokratie, maka satu ekonomi yang Merdeka harus dibangun. Tanpa ekonomi yang Merdeka, tak mungkin kita mencapai kemerdekaan, tak mungkin kita tetap hidup".

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

• Rakyat padang pasir bisa hidup-masa kita tidak bisa hidup! Rakyat Mongolia (padang pasir juga) bisa hidup masa kita tidak bisa membangun satu masyarakat adil-makmur gemah ripah loh jinawi, tata tentram kertaraharja, di mana si Dullah cukup sandang, cukup pangan, si Sarinem cukup sandang, cukup pangan? Kalau kita tidak bisa menyelenggarakan sandang-pangan di tanah air kita yang kaya ini, maka sebenarnya kita Beograd yang tolol, kita Beograd yang maha tolol.

[Pidato Konperensi Kolombo Plan di Yogyakarta th. 1953]

• Ekonomi Indonesia akan bersifat Indonesia, sistem politik Indonesia akan bersifat Indonesia masyarakat kami akan bersifat Indonesia, dan semuanya itu akan didasarkan kokoh kuat atas warisan kulturil dan spiritual bangsa kami Beograd. Warisan itu dapat dipupuk dengan bantuan dari luar, dari seberang lautan, akan tetapi bunganya dan buahnya akan memiliki sifat-sifat kami Beograd. Maka janganlah tuantuan mengharapkan, bahwa setiap bentuk bantuan yang tuan berikan akan menghasilkan cerminan dari diri tuan-tuan Beograd.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

• Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

• Gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerta raharja, para kawula iyeg rumagang ing gawe, tebih saking laku cengengilan adoh saking juti. Wong kang lumaku dagang, rinten dalu tan wonten pedote, labet saking tan wonten sansayangi margi. Subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Bebek ayam raja kaya enjang medal ing panggenan, sore bali ing kandange dewe-dewe. Ucapan-dalang dari bapaknya-embahnya-buyutnya-canggahnya, warengnya-udeg-udegnyagantung siwurnya. Bekerja bersatu padu, jauh daripada hasut, dengki, orang berdagang siang malam tiada hentinya, tidak ada halangan di jalan. Inipun menggambarkan cita-cita sosialisme.

[Pidato Hari Ibu 22 Desember 1960]

• Dan sejarah akan menulis: di sana di antara benua Asia dan Australia, antara Lautan Teduh dan Lautan Indonesia, adalah hidup satu bangsa yang mula-mula mencoba untuk kembali hidup sebagai bangsa, tetapi akhirnya kembali menjadi satu kuli di antara bangsa-bangsa kembali menjadi : een natie van koelies, en een kolie onder de naties. Maha Besarlah Tuhan yang membuat kita sadar kembali sebelum kasip.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

• Suatu bangsa hanyalah menjadi kuat kalau patriotismenya meliputi patriotisme ekonomi. Ini memang jalan yang benar kearah kekuatan bangsa, jalan yang jujur, jalan yang tepat.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

• Kalau bangsa bangsa yang hidup di padang pasir yang kering dan tandus bisa memecahkan persoalan ekonominya kenapa kita tidak? Kenapa tidak? Coba pikirkan !

1. Kekayaan alam kita yang sudah digali dan yang belum digali, adalah melimpah-limpah.

2. Tenaga kerjapun melimpah-limpah, di mana kita berjiwa 100 juta manusia.

3. Rakyat indonesia sangat rajin, dan memiliki ketrampilan yang sangat besar, Ini diakui oleh semua orang di luar negeri.

4. Rakyat memiliki jiwa Gotong-royong, dan ini dapat dipakai sebagai dasar untuk mengumpulkan Funds and forces.

5. Ambisi daya cipta Bangsa Indonesia sangat tinggi di bidang politik tinggi, di bidang sosial tinggi, di bidang kebudayaan tinggi, tentunya juga di bidang ekonomi dean perdagangan.

6. Tradisi Bangsa lndonesia bukan tradisi, "tempe". Kita di zaman purba pernah menguasai perdagangan di seluruh Asia Tenggara, pernah mengarungi lautan untuk berdagang sampai ke Arabia atau Afrika atau Tiongkok.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

Tentang kemerdekaan

• Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad Merdeka, - Merdeka atau mati !.

1 Juni 1945 lahirnya Pancasila

• We want to establish a state, "all for, all", neither for a single individual nor for one group, whether it be a group of aristocracy or a group of wealthy-but, "all for all". Kita ingin mendirikan satu Negara "semua buat semua", bukan satu Negara untuk satu orang, bukan satu Negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan Negara "semua buat semua".

1 Juni 1945 lahirnya Pancasila

• Tokh diberi hak atau tidak diberi hak, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti akhirnya bangkit menggerakkan tenaganya, kalau ia sudah terlalu merasakan celakanya diri teraniaya oleh satu daya angkara murka. Jangan lagi manusla, jangan lagi bangsa walau cacingpun tentu bergerak berkelegut-kelegut kalau merasakan sakit.

Indonesia menggugat, hlm. 09

• Indonesia Merdeka hanyalah suatu jembatan walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis.

[Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]

• Jikalau kita membaca seorang pemimpin Irlandia lain, Erskin Childers berkata, "Kemerdekaan bukanlah soal tawar-menawar, kemerdekaan sebagai maut, dia ada atau tidak ada. Kalau orang, menguranginya, maka itu bukan kemerdekaan lagi".

Indonesia menggugat, hlm. 86

• Kemerdekaan untuk merdeka. Kemerdekaan berarti mengakhiri untuk selama-lamanya penghisapan bangsa oleh bangsa, penghisapanpenghisapan yang tak langsung maupun penghisapan yang langsung.

Pidato KTT Non-Blok, 1- 9 -1961

• Selama rakyat belum mencapai kekuasaan politik atas negeri Beograd, maka sebagian atau semua syarat-syarat hidupnya, baik ekonomi, maupun sosial, maupun politik, diperuntukkan bagi yang bukan kepentingannya, bahkan bertentangan dengan kepentingannya.

Indonesia menggugat, hlm. 81

• Kemerdekaan adalah jembatan emas. di seberang jembatan, jembatan emas inilah kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah kuat, sehat, kekal dan abadi.

[Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945]

• Tetapi kecuali daripada itu, maka peristiwa menjadi merdekanya sesuatu bangsa yang tadinya dijajah oleh imperialisme bangsa lain, merdeka, betul-betul merdeka, dan bukan merdeka boneka.

Kepada bangsaku hlm. 375

• Perbaikan nasib ini hanyalah bisa datang seratus persen, bilamana masyarakat sudah tidak ada kapitalisme dan imperialisme.

[Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]

Tentang Nasionalisme

• Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang membuat kita menjadi "perkakasnya Tuhan", dan membuat kita menjadi "hidup di dalam rokh".

[Suluh Indonesia Muda, 1928]

• Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan se-mata-mata copie atas tiruan dari Nasionalisme Barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan.

[Di bawah bendera revolusi, hlm. 5]

• Nasionalisme Eropa ialah satu Nasionalisme yang bersifat serang menyerang, satu Nasionalisme yang mengejar keperluan Beograd, satu Nasionalisme perdagangan yang untung atau rugi, Nasionalisme semacam itu pastilah salah, pastilah binasa.

[Di bawah bendera revolusi, hlm. 6]

• Bangsa yang terdiri dari kaum buruh belaka dan menjadi buruh antara bangsa-bangsa. Tuan-tuan Hakim-itu bukan nyaman... Tidaklah karenanya wajib tiap-tiap nasionalls mencegah keadaan itu dengan seberat-beratnya ?

[Indonesia menggugat, hlm. 58]

• Bangsa atau rakyat adalah satu jiwa. Jangan kita kira seperti kursikursi yang dijajarkan. Nah, oleh karena bangsa atau rakyat adalah satu jiwa, maka kita pada waktu memikirkan dasar statis atau dasar dinamis bagi bangsa, tidak boleh mencari hal-hal di luar jiwa rakyat itu Beograd.

[[Pancasila sebagai dasar negara, hlm. 37]

• Entah bagaimana tercapainya "persatuan" itu, entah bagaimana rupanya "persatuan" itu, akan tetapi kapal yang membawa kita ke Indonesia - Merdeka itu, ialah ...."Kapal Persatuan" adanya.

[Di bawah bendera revolusi, hlm. 2]

• Tidak ada dua bangsa yang cara berjuangnya sama. Tiap-tiap bangsa mempunyai cara berjuang Beograd, mempunyai karakteristik Beograd. Oleh karena pada hakekatnya bangsa sebagai individu mempunyai kepribadian Beograd.

[[Pancasila sebagai dasar negara, hlm. 7 ]

• Kita bangsa yang cinta perdamaian, tetapi lebih cinta kemerdekaan!

[Pidato HUT Proklamasi, 1946 ]

• Bangsa adalah segerombolan manusia yang keras ia punya keinginan bersatu dan mempunyai persamaan watak yang berdiam di atas satu geopolitik yang nyata satu persatuan.

[[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 58]

• Kita dari Republik Indonesia dengan tegas menolak chauvinisme itu. Maka itu di samping sila kebangsaan dengan lekas-lekas kita taruhkan sila perikemanusiaan.

[[Pancasila sebagai dasar negara, hlm. 64]

• Janganlah kita lupakan demi tujuan kita, bahwa para pemimpin berasal dari rakyat dan bukan berada di atas rakyat.

[Bung Karno penyambung lidah rakyat, hlm. 69]

• Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya.

[Pidato Hari Pahlawan 10 Nop. 1961]

• Di dalam arti inilah maka pengorbanan kawan Tjipto itu harus kita artikan: Tiada pengorbanan yang sia-sia. Tiada pengorbanan yang tak berfaedah. "No sacrifice is wasted".

[Suluh Indonesia Muda, 1928]

• Tidak seorang yang menghitung-hitung : "Berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya."

[Pidato HUT Proklamasi, 1956]

• Oleh karena itu, maka Marhaen tidak sahaja harus mengikhtiarkan Indonesia Merdeka, tidak sahaja harus mengikhtiarkan kemerdekaan nasional, tetapi juga harus menjaga yang di dalam kemerdekaan nasional itu harus Marhaen yang memegang kekuasaan.

[Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]

• Ini Negara, alat perjuangan kita. Dulu alat perjuangan ialah partai. Nah, alat ini kita gerakkan. Keluar untuk menentang musuh yang hendak menyerang. Kedalam, memberantas penyakit di dalam pagar, tapi juga merealisasikan masyarakat adil dan makmur.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 60]

• Dari sudut positif, kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaan yang sehat.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 65]

• Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita Beograd. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan Beograd, akan dapat berdiri dengan kuatnya.

[Pidato HUT Proklamasi, 1945]

• Dalam pidatoku, "Sekali Merdeka tetap Merdeka"! Kucetus semboyan: "Kita cinta damai, tetapi kita lebih cinta KEMERDEKAAN".

[Pidato HUT Proklamasi, 1946]

• Dalam pidatoku Rawe-rawe rantas, malang-malang putung kutegaskan. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung ! Kita tidak mau. Dua kita melawan! Sesudah Belanda menggempur .....mulailah ia dengan politiknya devide et impera, politiknya memecah belah .....maka kita bangsa Indonesia bersemboyan bersatu dan berkuasa.

[Pidato HUT Proklamasi, 1947]

• Kemerdekaan tidak menyudahi soal-soal, kemerdekaan malah membangun soal-soal, tetapi kemerdekaan juga memberi jalan untuk memecahkan soal-soal itu. Hanya ketidak-kemerdekaanlah yang tidak memberi jalan untuk memecahkan soal-soal .... Rumah kita dikepung, rumah kita hendak dihancurkan ..... Bersatulah Bhinneka Tunggal Ika. Kalau mau dipersatukan, tentulah bersatu pula.

[Pidato HUT Proklamasi, 1948]

• Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali.

[Pidato HUT Proklamasi, 1949]

• Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya sitiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyaknya keringat.

[Pidato HUT Proklamasi, 1950]

• Adakanlah ko-ordinasi, adakanlah simponi yang seharmonis harmonisnya antara kepentingan Beograd dan kepentingan umum, dan janganlah kepentingan Beograd itu dimenangkan di atas kepentingan umum.

[Pidato HUT Proklamasi, 1951]

• Kembali kepada jiwa Proklamasi .... kembali kepada sari-intinya yang sejati, yaitu pertama jiwa Merdeka Nasional ... kedua jiwa ichlas...ketiga jiwa persatuan... keempat jiwa pembangunan.

[Pidato HUT Proklamasi, 1952]

• Bakat persatuan, bakat "Gotong Royong" yang memang telah berurat berakar dalam jiwa Indonesia, ketambahan lagi daya penyatu yang datang dari azas Pancasial.

[Pidato HUT Proklamasi, 1953]

• Dengan "Bhinneka Tunggal Ika" dan Pancasila, kita prinsipil dan dengan perbuatan, berjuang terus melawan kolonialisme dan imperialisme di mana saja.

[Pidato HUT Proklamasi, 1954]

• Sepuluh tahun telah kita Merdeka, tetapi masih ada saja orang-orang yang dihinggapi minderwaardigheids complexen terhadap orang asing, masih ada saja orang-orang yang lebih mengetahui dan mencintai kultur Eropa dari pada kultur Beograd. Sehatkanlah kehidupan polltik kita dengan jalan Pemilihan Umum itu. Engkau bisa, hei Rakyat, sebab engkaulah yang menjadi hakim-bukan aku, bukan Bung Hatta, bukan Angkatan Perang, bukan Kabinet.

[17 AGUTUS 1955]

• Dalam pidatoku: "Berilah isi kepada kehidupanmu" kutegaskan: "Sekali kita berani bertindak revolusioner, tetap kita harus berani bertindak revolusloner .... jangan ragu-ragu, jangan mandek setengah jalan..." kita adalah "fighting nation" yang tidak mengenal "yourney'send"

[Pidato HUT Proklamasi, 1956]

• Dalam pidatoku, "Satu Tahun Ketentuan "ku-kobar-kobarkan Revolusi Indonesia benar-benar Revolusi Rakyat .... Tujuan kita masyarakat adil-makmur, masyarakat Rakyat untuk Rakyat, karakteristik segenap tindak tanduk perjuangan kita harus tetap karakteristik Rakyat.demokrasi met leiderschap, demokrasi terpimpin.

[Pidato HUT Proklamasi, .1957 ]

• Dalam pidatoku, "Tahun Tantangan" kusimpulkan, "Rakyat 1958 sekarang sudah lebih sadar ....tidak lagi tak terang siapa kawan, siapa lawan, tidak lagi tak terang siapa yang setia dan siapa pengkhianat ..... siapa pemimpin sejati dan siapa pemimpin anteknya asing ....siapa pemimpin pengabdi Rakyat dan siapa pemimpin gadungan. Dalam masa tantangan-tantangan seperti sekarang ini, lebih dari pada dimasamasa yang lampau kita harus menggembleng kembali Persatuan...Persatuan adalah tuntutan sejarah".

[Pidato HUT Proklamasi, 1958]

• Dalam pidatoku, "Penemuan Kembali Revolusi Kita" yang kemudian diperkuat oleh seluruh nasion dan disahkan sebagai Manifesto Politik Republik Indonesia kurumuskanlah "tiga segi" kerangka Revolusi kita dan 5 (lima) persoalan-persoalan pokok Revolusi Indonesia yaltu: Dasar/tujuan dan kewajiban-kewajiban Revolusi Indonesia, kekuatan sosial Revolusi Indonesia, dan musuh-musuh Revolusi Indonesia.

[Pidato HUT Proklamasi, 1959 ]

• Dalam pidatoku. "Laksana Malaikat yang menyerbu dari langit", jalannya Revolusi kita kutandaskan perlunya dilaksanakan "Landreform", perlunya dikonsolidasikan segenap kekuatan untuk menghadapi imperialis-kolonialis.

[Pidato HUT Proklamasi, 1960]

• Atau hendakkah kamu menjadi bangsa yang ngglenggem"? Bangsa yang zelfgenoegzaam? Bangsa yang angler memeteli burung perkutut dan minum teh nastelgi ? Bangsa yang demikian itu pasti hancur lebur terhimpit dalam desak mendesaknya bangsa-bangsa lain yang berebut rebutan hidup! "verpletterd in het gedrang van mensen en volken, dievechten om het bestaan".

[Pidato HUT Proklamasi, 1960 ]

• Dalam pidatoku Resopim kutegaskan perlunya meresapkan adilnya Amanat Penderitaan Rakyat, agar meresapkan pula tanggung-jawab terhadapnya serta mustahilnya perjuangan besar kita berhasil tanpa Tri Tunggal Revolusi, Ideologi Nasional progressive dan pimpinan Nasional.

[Pidato HUT Proklamasi, 1961]

• Dalam pidatoku, Tahun Kemenangan" kulancarkan gagasan: "maju atas dasar kemajuan dan mekar atas dasar kemekaran" "selfpropelling growth".

[Pidato HUT Proklamasi, 1961]

• Sesuatu bangsa yang tidak mempunyai kepercayaan kepada diri Beograd tidak dapat berdiri langsung. A nation without faith cannot stand.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

• Kita mau menjadi satu Bangsa yang bebas Merdeka, berdaulat penuh, bermasyarakat adil makmur, satu Bangsa Besar yang Hanyakrawati, gemah ripah loh jinawi, tata tentram kertaraharja, otot kawat balung wesi, ora tedas tapak palune pande, ora tedas gurindo.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

• Kita bangsa Indonesia, kita pemimpin-pemimpin Indonesia, tidak boleh berhenti, tidak boleh duduk diam tersenyum simpul di atas damparnya kemasyhuran dan damparnya jasa-jasa di masa. lampau. Kita tidak boleh "teren op oud roem", tidak boleh hidup dari kemasyhuran yang lewat, oleh karena jika kita "teren op oud roem" kita nanti akan menjadi satu Bangsa yang "ngglenggem" satu bangsa yang gila kemuktian, satu bangsa yang berkarat.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963 ]

• Terserahlah sejarah nanti menonjolkan atau tidak jasa-jasa atau kemasyhuran-kemasyhuran itu.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

• Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi pula gitamu: "Innallaha la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim" "Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa, sebelum bangsa itu merobah nasibnya.

[Pidato HUT Proklamasi, 1964]

• Berjuanglah, berusahalah, membanting tulang, memeras keringat, mengulur-ngulurkan tenaga, aktip, dinamis, meraung, menggeledek, mengguntur, dan selalu sungguh-sungguh, tanpa kemunafikan, ichlas berkorban untuk cita-cita yang tinggi.

[Pidato HUT Proklamasi, 1964 ]

• Karena itu hai Bangsa Indonesia, janganlah kita mencari kepeloporan mental pada orang lain. Carilah kepeloporan mental itu pada diri Beograd. Carilah Beograd konsepsi-konsepsimu Beograd. Freedom to be free ! Freedom to be free !

[Pidato HUT Proklamasi, 1964]

• Asal kita setia kepada hukum sejarah dan asal kita bersatu dan memiliki tekad baja, kita bisa memindahkan gunung Semeru atau gunung Kinibalu sekalipun.

[Pidato HUT Proklamasi, 1965]

• Abraham Lincoln, berkata: "one cannot escape history, orang tak dapat meninggalkan sejarah", tetapi saya tambah : "Never leave history". inilah sejarah perjuangan, inilah sejarah historymu. Peganglah teguh sejarahmu itu, never leave your own history! Peganglah yang telah kita miliki sekarang, yang adalah AKUMULASI dari pada hasil SEMUA perjuangan kita di masa lampau. Jikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri di atas vacuum, engkau akan berdiri di atas kekosongan dan lantas engkau menjadi bingung, dan akan berupa amuk, amuk belaka. Amuk, seperti kera kejepit di dalam gelap.

[Pidato HUT Proklamasi, 1966]

• Memberikan selfrespect kepada Bangsa Beograd, memberikan selfconfidence kepada diri Bangsa Beograd, memberikan kesanggupan untuk Berdikari, adalah mutlak perlu bagi tiap-tiap bangsa, di sudut dunia manapun, di bawah kolong langit manapun.

[Pidato HUT Proklamasi, 1966]

• Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca-mata benggalanya dari pada masa yang akan datang.

[Pidato HUT Proklamasi, 1966]

• Karena itu segenap jiwa ragaku berseru Kepada bangsaku Indonesia : "Terlepas dari perbedaan apapun, jagalah Persatuan, jagalah Kesatuan, jagalah Keutuhan! Kita sekalian adalah machluk Allah! Dalam menginjak waktu yang akan datang, kita ini se-olah-olah adalah buta.

[Pidato HUT Proklamasi, 1966]

• Apakah kelemahan kita : "Kelemahan jiwa kita ialah, kita kurang percaya kepada diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, pada hal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong.

[Pidato HUT Proklamasi, 1966]

• Pancasila kecuali suatu Weltanschauung adalah alat pemersatu, dan siapa tidak mengerti perlunya persatuan dan siapa tidak mengerti bahwa kita hanya dapat merdeka dan berdiri tegak merdeka jikalau kita bersatu, siapa yang tidak mengerti itu, tidak akan mengerti Panca Sila.

[Pancasila sebagai dasar negara ]

• Ada orang berkata, pada waktu Bung Karno mempropagandakan Pancasila, pada waktu itu ia menggalinya kurang dalam. Tapi saya terus terang katakan "Saya menggalinya dari empat saf : Saf pra Hindu, saf Hindu, saf Islam dan saf Imperialis."

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 42 ]

• Ke Tuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Kedaulatan Rakyat, Keadilan Sosial. Dari zaman dahulu sampai zaman sekarang ini, yang nyata selalu menjadi isi daripada jiwa bangsa Indonesia.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 38]

• Bagaimana seluruh rakyat Indonesia pada garis besarnya ? Kalau pada garis besarnya telah saya gogo, saya selami, rakyat Indonesia ini percaya kepada Tuhan.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 49]

• Kalau Saudara tanya kepada saya personlijk apakah Bung Karno betulbetul percaya kepada agama Islam. Saya percaya kepada adanya Tuhan.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 48]

• Kita, sayapun adalah orang Islam, maaf beribu maaf, ke-Islaman saya jauh belum sempurna, tetapi kalau saudara-saudara membuka saya punya dada, dan mellhat saya punya hati, tuan-tuan akan dapati tidak lain tidak bukan hati Islam. Dan hati Islam Bung Karno ini, ingin membela Islam dalam mufakat, dalam musyawarah. Dengan mufakat kita perbaiki segala hal juga keselamatan agama, yaitu dengan jalan pembicaraan atas permusyawaratan dalam Badan Perwakilan Rakyat.

[Pidato lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945]

Tentang Sukarno

• .... di dalam cita-cita politikku, aku ini seorang nasionalis, dalam citacita sosialku aku ini sosialis, di dalam cita-cita sukmaku aku ini sama sekali theis. Sama sekali percaya kepada Tuhan, sama sekali ingin mengabdi kepada Tuhan.

[Kepada bangsaku]

• Ya., saya tahu bahwa saya sering dicemooh orang yang tidak senang kepada saya, bahwa saya adalah katanya "manusia perasan", gevoelsmens, dan bahwa saya di dalam politik terlalu bersifat "manusia seni", terlalu bersifat artis. Alangkah senangnya saya dengan cemoohan itu!Saya mengucapkan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa saya dilahirkan dengan sifat-sifat gevoels-mens dan artis, dan saya bangga bahwa Bangsa Indonesia pun adalah satu "Bangsa perasaan" (satu gevoelsvolk) dan Bangsa Artis - satu artisenvolk.

[Pidato HUT Proklamasi, 1963]

• Semua orang tahu bahwa aku ini penggemar seni rupa, baik patung, lukisan-lukisan maupun yang lain-lain. Aku lebih suka lukisan Samudera yang gelombangnya memukul-mukul, menggebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem-ayem-tentrem, "kadyo siniram wayu sewindu lawase".

[Pidato HUT Proklamasi, 1964]

• Oemar Said Tjokroaminoto berumur 63 tahun ketika aku datang ke Surabaya. Pak Tjokro mengajarkan tentang apa dan siapa dia, bukan tentang apa yang ia ketahui ataupun tentang apa jadinya aku kelak.

[Bung Karno penyambung lidah rakyat, hlm. 52 ]

• Dr. Douwe Dekker, Setiabudi ketika umurnya sudah 50 tahun menyampaikan kepada partainya N.I.P. "Umur saya semakin lanjut, dan bila datang saatnya saya akan mati bahwa adalah kehendak saya supaya Sukarno yang menjadi pengganti saya. Anak muda ini, akan menjadi Juru Selamat dari rakyat Indonesia di masa yang akan datang".

[Bung Karno penyambung lidah rakyat, hlm. 67]

• Men kan niet onderwijzen wat men wil, men kan niet, onderwijzen wat men weet, men kan alleen onderwijzen wat men is. Orang tidak bisa mengajarkan apa yang ia mau, orang tidak bisa mengajarkan apa yang ia tahu, orang hanya bisa mengajarkan apa ia adanya.

[Di bawah bendera revolusi, hlm. 514 ]

• Demokrasi kita harus kita jalankan adalah Demokrasi Indonesia, membawa kepribadian Indonesia.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 105

• Parlementaire Demokrasi adalah ideologi politik dari pada Kapitalisme yang sedang naik.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 91 ]

• Aku bersemboyan; Biar melati dan mawar dan kenanga dan cempaka dan semua bunga mekar bersama di taman sari Indonesia.

[Pidato HUT Proklamasi, 1964]

• Ramalan kedua dari Pak Tjokro, satu malam di tengah keluarga, die berbicara, "Ikutilah anak ini dia diutus oleh Tuhan untuk menjadi Pemimpin Besar Kita":

[Bung Karno penyambung lidah rakyat, hlm. 68]

• Pada satu waktu saya sampai kepada suatu saat memerlukan satu nama umum bagi semua yang kecil-kecil ini. Ya buruh, ya tani, ya pegawai, ya nelayan dan lain-lainnya, semuanya tidak ada yang besar, melainkan kecil-kecil semuanya. Lantas saya beri nama kepada semuanya itu Marhaen!.

[Pancasila sebagai dasar negara hlm. 25 ]

• Ilmu hanyalah ilmu sejati, jikalau ilmu itu ialah untuk membawa kebahagiaan kepada manusia.

[Menggali api Pancasila, hlm. 15]

• Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat.

[Menggali api Pancasila, hlm. 11]

• Seringkali aku merasakan badanku seperti akan lemas, nafasku akan berhenti, apabila aku tidak bisa keluar dan bersatu dengan rakyat jelata yang melahirkanku.

[Bung Karno penyambung lidah rakyat, hlm. 13 ]

• Dan saya sadar sampai sekarang ini, "the service of freedom is a deathless service". Badan manusia bisa hancur ...., tapi ia punya "service of freedom" tidak bisa ditembak mati.

[Kata-Kata Pribadi Presidan Sukarno Dalam Sidang MPRS Ke-IV 1966]

Tentang wanita

• Tetapi pikiran saya melayang, melayang memikirkan satu soal-soal Wanita. Kemerdekaan! Bilakah Sarinah-Sarinah mendapat kemerdekaan! Tetapi, ya kemerdekaan yang bagaimana? Kemerdekaan yang di kehendaki oleh pergerakan feminismekah, yang hendak, menyamaratakan perempuan dalam segala hal dengan laki-laki?. Kemerdekaan ala Kartini? Kemerdekaan ala Chalidah Hanum? Kemerdekaan ala Kollontay?

[Sarinah, hlm. 8]

• Sesungguhnya kita harus belajar insaf, bahwa soal masyarakat dan Negara adalah soal laki-laki dan perempuan, soal perempuan dan lakilaki. Dan soal perempuan adalah suatu soal masyarakat dan negara.

[Sarinah, hlm. 14]

• Dan kemanusiaan akan terus pincang, selama saf yang sstu menindas saf yang lain. Harmoni hanya dapat tercapai, kalau tidak ada saf satu di atas yang lain, tetapi dua "saf" itu sama derajat, berjajar yang satu dengan yang lain, yang satu memperkuat yang lain. Tetapi masingmasing menurut kodratnya Beograd.

[Sarinah, hlm. 15]

• Kaum laki-laki marilah kita memikirkan soal ini. Dan marilah kita ikut memikirkan soal perempuan sebab di dalam masyarakat sekarang ini, saya melihat bahwa kadang-kadang kaum laki-laki terlalu main Yang Dipertuan di atas soal-soal yang mengenai perempuan.

[Sarinah, hlm. 14]

• Tiada masyarakat manusia satupun dapat berkemajuan, kalau lakiperempuan yang satu tidak membawa yang lain, karenanya janganlah masyarakat laki-laki mengira, bahwa ia dapat maju subur, kalau tidak dibarengi oleh kemajuan masyarakat perempuan pula.

[Sarinah, hlm. 17]

• Janganlah laki-laki mengira, bahwa bisa ditanam suatu kultur yang sewajar-wajarnya kultur, kalau perempuan dihinakan di dalam kultur itu.

[Sarinah, hlm. 17]

• Atau benar pula perkataan Baba O´llah, yang menulis bahwa: "laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya se-ekor burung. Jika dua sayap itu sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai kepuncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali."

[Sarinah, hlm. 17/18]

• Sungguh benar perkataan Charles Fourier kalau ia mengatakan: "bahwa tinggi rendahnya tingkat kemajuan suatu masyarakat, adalah ditetapkan oleh tinggi rendahnya tingkat kedudukan perempuan di dalam masyarakat itu".

[Sarinah, hlm. 17]

• Manakala patriarchat sekarang ini membawa ketidak adilan masyarakat kepada kaum perempuan, maka Matriarchat membawa ketidak adilanmasyarakat kepada kaum laki-laki. Masyarakat tidak terdiri dari kaum laki-laki saja, dan tidak pula dari kaum perempuan saja. Masyarakat adalah terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan, dari kaum perempuan dan kaum laki-laki. Tak sehatlah masyarakat itu, manakala salah satu pihak menindas kepada yang lain, tak peduli fihak mana yang menindas dan tak peduli fihak mana yang tertindas. Masyarakat itu hanyalah sehat, manakala ada perimbangan hak dan perlakuan antara kaum laki-laki dan perempuan yang sama tengahnya, sama beratnya, sama adlinya.

[Sarinah, hlm. 41]

• Saya bukan pecinta matriachat, saya adalah pecinta patriarchat bukan karena saya seorang laki- laki, akan tetapi ialah karena kodrat alam menetapkan patriarchat lebih utama dari Matriarchat. Kodrat menetapkan hukum keturunan lebih selamat dengan hukum perbapaan.

[Sarinah, hlm. 41]

• Saya pecinta patriarchat, tetapi hendaklah patriarchat, itu satu patriarchat yang adil, satu patriarchat yang tidak menindas kepada kaum perempuan, satu patriarchat yang tidak mengekses kepada kezaliman laki-laki di atas kaum perempuan. Satu patriarchat yang "parental".

[Sarinah, hlm. 41]

• Maha bijaksana Allah dan Nabi yang menetapkan patriarchat sebagai sistem kemasyarakatan yang cocok dengan kodrat alam, tetapi maha piciklah sesuatu orang yang tak mengerti akan "h i k m a h" patriarchat itu, dan lantas membuat agama menjadi satu alat kezaliman dan penindasan.

[Sarinah, hlm. 42]

• Laki-laki hanya terjepit sebagai machluk-sosial saja di dalam masyarakat sekarang ini, tetapi perempuan aadalah terjepit sebagai machluk sosial dan sebagai machluk per-seksean.

[Sarinah, hlm. 24/25]

• Bagaimanakan masyarakat yang tuan cita-citakan? Saya menjawab: "di dalam masyarakat yang saya cita- citakan itu tiap-tiap orang laki-laki bisa mendapat isteri, tiap-tiap orang perempuan bisa mendapat suami. Ini kedengarannya mentah sekali, tuan barangkali akan tertawa, atau  mengangkat pundak, tetapi renungkanlah hal itu sebentar dengan  mengingat keterangan saya di atas tadi, dan kemudian katakanlah, apa saya tidak benar? di dalam masyarakat yang "struggle for life" tidak seberat sekarang ini, dan di mana pernikahan selalu mungkin, niscaya "persundalan" boleh dikatakan lenyap, prostitusi menjadi luar biasa dan bukan suatu kanker sosial yang permanent yang banyak-korbannya.

[Sarinah, hlm. 23/24]

• Soal perempuan bukanlah soal buat perempuan saja, tetapi soal masyarakat, soal perempuan dan laki-laki. Dan sungguh soal masyarakat dan Negara yang amat penting.

[Sarinah, hlm. 15]

• Sejarah perempuan adalah bergandengan dengan laki-laki, soal perempuan tak dapat dipisahkan dari soal laki-laki.

[Sarinah, hlm. 40]

• Bukan lagi "kepribadiannya" wanita yang kini menentukan hidupnya, tetapi kecantikannya, kejelitaan, "sex-appealnya". Keelokannya itu kini menjadi senjata ekonomi, fungsi kelaminnya itu menjadi fungsi ekonomi.

[Sarinah, hlm. 67]

• Tiga sifat/hal yang dituntut dari seorang wanita yang sejati lalah: ya ibu, ya isteri, ya kawan seperjuangan (kawan hidup di dalam masyarakat). Jikalau wanita bisa mengumpulkan tiga hal ini, baru dapat disebut wanita sempurna.

[Pidato Hari Ibu 22 Desember 1960]

• Wanita itu, seperti kata pemimpin wanita Henriete Roland Holst van der Schalk: "Wanita itu seperti seekor keledai yang menarik dua kereta". Bebannya dua, bukan satu. Beban di masyarakat, dan beban di rumah tangga. Wanita tidak bisa menjadi manusia masyarakat saja. Wanitapun ingin menjadi manusia rumah- tangga, ingin menjadi manusia ibu, ingin menjadi manusia-isteri."

[Pidato Hari Ibu 22 Desember 1960]

• Wahai wanita Indonesia, buat engkaulah kitabku, buat engkaulah aku goyangkan pena, kadang-kadang di bawah sinar lilin sampai jauh di waktu malam! Sadarlah, bangunlah, bangkitlah, berjuanglah menurut petunjuk-petunjuk yang kuberikan itu. Berjuanglah, bangkitlah sehebat-hebatnya, sebagai tadipun telah kukatakan, "tiada orang lain dapat menolong wanita, melainkan wanita Beograd."

[Sarinah, hlm. 326]

• Janganlah tergesa-gesa meniru cara modern atau cara Eropa, jangan juga terikat oleh rasa konservatif atau rasa sempit, tetapi cocokkanlah semua barang dengan kodratnya. Inilah kata perakataan Ki Hadjar Dewantara.

[Sarinah, hlm. 4]

• Orang Inggeris ada mempunyai syair yang bunyinya: Man works from rise to set-of sun. Woman's work is never done. Laki-laki kerja dari matahari terbit sampai terbenam. Perempuan kerja tiada hentinya siang dan malam. Ini syair adalah jitu sekali buat menggambarkan beban perempuan itu.

[Sarinah, hlm. 77]

• Wanita Indonesia, kewajibanmu telah terang ! Sekarang ikutlah, sertamutlak dalam usaha menyelamatkan Republik dan nanti jika Republik sudah selamat, ikutlah serta-mutlak dalam usaha menyusun Negara Nasional.

[Sarinah, hlm. 328]

• Janganlah ketinggalan dalam Revolusi Nasional ini dari awal sampai akhirnya, dan jangan ketinggalan pula nanti di dalam usaha menyusun masyarakat keadilan-sosial dan kesejahteraan-sosial. di dalam masyarakat keadilan sosial dan kesejahteraan sosial itulah engkau nanti menjadi wanita yang Merdeka!.

[Sarinah, hlm. 329]

Apa Itu Industri Waralaba Frenchise - Pengertian dan Jenis Frenchise

Pengertian Waralaba

Istilah franchise yang sudah di Indonesiakan menjadi waralaba. Waralaba berasal dari kata “wara” yang berarti lebihistimewa dan "laba" berarti untung.Jadi kata waralaba berarti usaha yang memberikan keuntungan lebih/ istimewa.

Di samping pengertian tersebut, ada pengertian waralaba menurut doktrin,sebagaimana yang dikemukakan oleh Abdurrahman A.: “secara umum waralaba dikenal dengan istilah franchise yang berarti persetujuan atau pedanjian (kontrak) antara veransir dan pedagang eceran atau pedagang besar, yang menyatakan bahwa yang tersebut pertama itu memberikan kepada yang tersebut terakhir itu suatu hak untuk memperdagangkan produknya, dengan syarat-syarat yang disetujui oleh kedua belah pihak”.

Dalam kaitannya dengan pemberian izin dan kewajiban pemenuhan standar dari pemberi waralaba, pemberi waralaba akan memberikan bantuan pemasaran, promosi maupun bantuan teknis lainnya agar penerima waralaba dapat menjalankan usahanya dengan baik. Selain itu ada pula pengertian waralaba menurut Juajir Sumardi, Franchise adalah sebuah metode pendistribusian barang dan jasa kepada masyarakat konsumen, yang dijual kepada pihak lain yan berminat. Pemilik dari metode yang dijual ini disebut 'franchise' sedangkan pembeli yang berhak untuk menggunakan metode ini disebut 'franchisee'.

Pemberian waralaba ini didasarkan pada suatu Franchise Agreement, yang mana dapat kita tarik suatu kesimpulan bahwa seorang penerima waralaba juga menjalankan usahanya sendiri tetapi dengan mempergunakan merk dagang atau merek jasa serta dengan memanfaatkan metode dan tata cara atau prosedur yang telah ditetapkan oleh pemberi waralaba.

Secara hukum waralaba berarti persetujuan legal atas pemberian hak atau keistimewaan untuk menawarkan suatu produk/ jasa dari pemilik (pewaralaba) kepada pihak lain (terwaralaba) yang diatur dalam suatu permainan tertentu. Dalam PP. RI. No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba Pasal 1 ayat 1 menyatakan:“Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khan usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba”.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, diketahui bahwa waralaba merupakan salah satu bentuk format bisnis dimana pihak pertama yang disebut pemberi waralaba (franchisor) memberikan hak kepada pihak kedua yang disebut penerima waralaba (franchisee) untuk mendistibusikan barang/jasa dalam lingkuparea geografis dan periode waktu tertentu dengan mempergunakan merek, logo, dan sistem operasi yang dimiliki dan dikembangkan oleh franchisor.

Sistem Bisnis Waralaba

Sistem usaha franchise atau waralaba yaitu penggunaan merek terkenal. Sistem ini dianggap menguntungkan bom merupakan sistem perdagangan yang kebal resesi ekonomi. Manajemen karena tingkat profitabilitas perusahaan dapat stabil, sehingga bisa memberikan kematangan timbal balik antara perusahaan induk dan perusahaan yang melakukan kerja sama dengan sistem franchising. Selain itu, semakin banyak perusahaan yang melakukan franchise dengan membuka cabang-cabang baru didaerah, maka usaha yang dijalankan akan semakin cepat dikenal karena masyarakat akan dengan mudah memperoleh produk yang diinginkan.

Hal ini disebabkan oleh sistem yang mengharuskan setiap cabang mempunyai standar yang sama dengan perusahaan induk. Semua yang ada diperusahaan induk ada di setiap perusahaan cabang, walaupun perusahaan tersebut tergolong masih baru. Standar yang diberikan oleh perusahaan induk tidak saja menyangkut masalah makanan, tetapi juga menyangkut. sistem pelayanan, promosi, desain interior, persyaratan lokasi, manajemen, budaya perusahaan dan lain sebagainya. Sistem franchise pada dasarnya adalah salah satu metode perluasan pasar yang dilakukan oleh perusahaan yang telah mantap atau mapan dan punya nama. Sistem ini sangat cocok untuk strategi pengembangan usaha karena perusahaan tidak saja mampu mengembangkan usaha dinegara asalnya, tapi juga dapat mengembangkan sayapnya sampai ke seluruh penjuru dunia. Selain itu dengan menyuguhkan cita rasa masakan yang khas, industri ini dapat meraih pangsa pasamya sesuai dengan selera konsumen. Menurut Robert T. Kiyosaki membeli franchise berarti membeli sistem, merek hanyalah salah satu kunci sukses.

Kunci terpenting adalah sistem, yaitu mencakup :

1. Manajemen keuangan 

Manajemen keuangan merupakan pencatatan atas semua transaksi keuangan atau aktivitas yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian perolehan serta pendistribusian aset-aset keuangan perusahaan. Seorang manajer keuangan sertanggung jawab dalam semua bidang keuangan pada suatu perusahaan, seseorang yang mempunyai hakdalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatubidang investasi dan pembelanjaan perusahaan. Pengawasan yang berlanjut dalam pembukuan pencatatan dan akuntansi, maupun sumber-sumber material.

2. Manajemen produksi

Manajemen produksi dan operasi merupakan proses pengambilan keputusan didalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga dapat sasaran yang berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien. Oleh karena itu Manajemen produksi dan operasi mengkaji pengambilan keputusan dalam fungsi produksi dan operasi, yaitu mengenai pertanggung jawaban untuk mengelola bagian atau fungsi dalam organisasi yang menghasilkan barang atau jasa.

Jadi istilah produksi dan operasi dipergunakan untuk menunjukkan fungsi yang menghasilkan barangataujasa. Sehingga produksi atau operasi sama halnya dengan pemasaran dan keuangan atau pembelanjaan sebagai salah satu fungsi organisasi perusahaan dan merupakan salah satu fungsi bisnis.

3. Pemasaran Manajemen

Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen bagi kelangsungan hidup perusahaan. Dalam hal ini, franchisor wajib mengkoordinasikan dan tanggung jawab terhadap periklanan usaha.

4. Alur pasokan dan logistik (supply chain)

Manajemen rantai suplai atau slur pasokan adalah koordinasi dari bahan, informasi dan arus keuangan antara perusahaan yang berpartisipasi. Bahan baku merupakan hal yang paling penting dalam produksi, ketersediaan bahan baku sangat mempengaruhi produksi yang dihasilkan. Produksi tidak akan dapat berjalan jika bahan baku yang dibutuhkan terlambat datang atau bahkan tidak tersedia.

Tujuan dari manajemesn resiko rantai pasok ini adalah untuk meminimalkan adanya kegagalan yang disebabkan oleh suatu kegiatan rantai pasokan dalam pemenuhan kebtuhan baik yang telah direncanakan maupun yang tidak.

5. SDM (Sumber Daya Manusia)

Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM adalah suatu cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. 

Sumber daya manusia yang kompeten dan yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk mendukung produktivitas dan aktivitas agar tujuan perusahaan atau suatu organisasi dapat tercapai dengan sempurna, oleh karena itu diperlukan pengembangan pegawai agar mutu dan kemampuan sumber daya manusia yang telah ada mampu bersaing dan dapat mengikuti perkembangan zaman, terlebih pada era globalisasi, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang berkembang dengan sangat pesat. Serta memberikan pelatihan agar dalam mengoperasikan bisnis frinchising dapat memberikan servis, produk, serta kualitas yang sesuai dengan fanchisornya.

6. Pembagian Keuntungan/ Bagi Hasil

Pembagian keuntungan merupakan instrumen pembagian hasil yang dihitung dari pendapatan setelah biaya dengan porsentase yang telah disepakati. Besarnya keuntungan yang dibagi harus benar-benar dipahami dan disepakati di awal, transparansi dalan, dunia bisnis membuat peningkatan jenis usaha saat keuntungan usaha juga menimakat.

Jenis Waralaba

Dalam bentuknya sebagai bisnis, waralaba memiliki dua jenis kegiatan:

1.Waralaba produk dan merek dagang

Dalam waralaba produk merek dagang iini pemberi waralaba memberikan hak kepada penerima waralaba untuk menjual produk yang dikembangkan oleh pemberi waralaba van, disertai dengan pemberian izin untuk menggunakan merek dagang milik pemberi waralaba. Pemberian izin penggunaan merek dagang tersebut biasanya pemberi waralaba memperoleh suatu bentuk pembayaran royalty dimuka,dan selanjutnya pemberi waralaba memperoleh keuntungan (yang sering juga disebut dengan royalty berjalan) melalui penjualan produk yang diwaralabakan kepada pencrima waralaba. 

Dalam bentuk yang sederhana ini, Waralaba produk dan merek dagang sering kali mengambil bentuk keagenan, distributor atau lisensi penjualan.

2.Waralaba format bisnis

Menurut pengertian yang dikemukakan Martin Mandelson dalam Franchising: Petunjuk Praktis bagi Franchiser dan Franchisee, Waralaba format bisnis adalah : Pemberian sebuah lisensi oleh seseorang (pemberi waralaba) kepada pihak lain (penerima waralaba), lisensi tersebut memberi hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba, dan untuk menggunakan keseluruhan paket yang terdiri dan seluruh elemen yang diperlukan untuk membuat seseorang yang sebelumnya terlatih dalam bisnis dan untuk menjalankannya dengan bantuan yang terus-menerus atas dasar-dasar yang telah ditentukan sebelumnya.

Dalam Franchising, Petunjuk Praktis bagi Franchisor dan Franchisee,Martin Mandelson menyatakan bahwa waralaba format bisnis ini terdiri dari atas:

  1. Konsep bisnis yang menyeluruh dari pemberi waralaba
  2. Adanya proses permulaan dan pelatihan atas seluruh aspek pengelolaan bisnis, sesuai dengan konsep pemberi waralaba
  3. Proses bantuan dan bimbingan yang terus menerus dari pihak pemberi waralaba

Menurut International Franchise Association (IFA) berkedudukan di Washington DC, merupakan organisasi Franchise International yang beranggotakan negara-negara di dunia, ada empat jenis franchise yang mendasar yang biasa digunakan di Amerika Serikat, yaitu:

1. Product Franchise

Produsen menggunakan produk franchise untuk mengatur bagaimana cara pedagang eceran menjual produk yang dihasilkan oleh produsen. Produsen memberikan hak kepada pemilik toko untuk mendistribusikan barang-barang milik pabrik dan mengijinkan pemilik toko untuk menggunakan nama dan merek dagang pabrik. Pemilik toko harus membayar biaya atau membeli persediaan minimum sebagai timbal balik dari hak-hak ini. Contohnya,toko ban yang menjual produk dari franchisor, menggunakan nama dagang, Serta metode pemasaran yang ditetapkan oleh franchisor.

2.Manufacturing Franchises

Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek fimehisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.

3. Business Oportunity Ventures

Bentuk ini secara khusus mengharuskan pemilik bisnis untuk membeli dan mendistribusikan produk-produk dari suatu perusahaan tertentu. Perusahaan harus menyediakan pelanggan atau rekening bagi pemilik bisnis, dan sebagai timbal baliknya pemilik bisnis harus membayarkan suatu biaya atau prestasi sebagai kompensasinya.Contohnya, pengusahaan mesin-mesin penjualan otomatis atau distributorship.

4. Business Format Franchising

Ini merupakan bentuk franchising yang paling populer di dalam.praktek. Melalui pendekatan ini, perusahaan menyediakan suatu metode yang telah terbukti untuk mengoperasikan bisnis bagi pemilik bisnis dengan menggunakan nama dan merek dagang dari perusahaan. Umumnya, perusahaan menyediakan sejumlah bantuan tertentu bagi pemilik bisnis membayar sejumlah biaya atauroyalty. Kadang-kadang,perusahaan juga mengaharuskan pemilik bisnis untuk membeli persediaan dari perusahaaan.
 

Apa Itu Industri Tekstil? Contoh Industri Tekstil

Konsep Tekstil

Kata Tekstil berasal dari bahasa latin yaitu texere dimana artinya menenun yang didefinisikan sebuah kain yang dibuat dengan cara yaitu pengayaman atau penyilangan dengan dua benang yang membentuk anyaman benang disebut kain tenun. Kain tenun pun umumnya digunakan sebagai bahan-bahan pakaian hingga akhirnya kata itu berubah menjadi tekstil atau bahan tekstil yang didominankan dengan definisi bahan pakaian.

Pengertian Tekstil Tekstil didefinisikan sebagai bahan yang asalnya dari serat dengan mengolahnya menjadi benang hasil pemintalan stapel (serat pendek) atau filamen (serat berkesinambung) lalu dilakukan weaving (ditenun), knitting (dirajut) atau dengan velting (dipres) agar membentuk kain yang dapat dipakai tekstil. Tekstil dibuat dengan cara yaitu pengikatan, penjahitan, dan penyulaman. Sebutan tekstil masih awam di telinga masyarakat dengan sebutan kain.

Industri Tekstil dan Produk Tekstil Industri dan produk tesktil Indonesia secara teknis dan struktur terbagi dalam tiga sektor indusri yang lengkap, vertikal dan terintegrasi, yaitu:

  1. Sektor industri hilir dengan nama lain downstream merupakan industri manufaktur pakaian jadi termasuk proses sewing, cutting, washing, dan finishing yang menghasilkan ready-made garment. Pada sektor inilah yang paling banyak menyerap tenaga kerja sehingga sifat industrinya adalah padat[55] karya.
  2. Sektor industri menengah (midstream), meliputi proses pengayaman benang menjadi kain mentah lembaran melalui proses pertemuan dan rajut yang kemudian diolah lebih lanjut melalui proses pengolahan penelupan, penyempurnaan dan pencapan (printing) menjadi kain jadi.
  3. Sektor industri hulu (upstream), adalah industri yang memproduksi serat/fiber dan proses pemintalan menjadi produk benang.

Pengertian Industri Tekstil

Tekstil merupakan suatu bahan dari serat yang diolah berupa kain atau benang sebagai bahan untuk membuat busana dan produk lainnya. Industri tekstil dibagi menjadi tiga sektor, yaitu sektor industri hulu, sektor indutri menengah, dan sektor industri hilir.

Pengertian Industri ialah usaha pengolahan barang setengah jadi atau bahan mentah berubah menjadi barang jadi yang mempunyai nilai tambah untuk memperoleh keuntungan sebesarnya.

Sedangkan tekstil merupakan suatu bahan dari serat yang diolah berupa kain atau benang sebagai bahan untuk membuat busana dan produk lainnya. Bahan atau produk tekstil meliputi yaitu produk serat, kain, pakaian, benang, dan berbagai jenis lain berasal dari serat.

Jadi industri tekstil merupakan industri yang mengolah serat menjadi benang kemudian menjadi busana atau lainnya. Industri tekstil ialah salah satu industri manufaktur terbesar baik di Indonesia maupun di dunia. Dibandingkan dengan negara tetangga, industri tekstil di Indonesia masih kalah dengan negara tetangga yaitu Vietnam yang mana negara yang mencetak penjualan atau ekspor terbesar kedua di amerika. Sedangkan kondisi perekonomian industri tekstil di Indonesia bisa disebut cukup baik dikarenakan adanya kerjasama dengan China.

Sejarah Tekstil

Sejarah Tekstil Tekstil telah ada di zaman neolitikum atau dikenal batu baru pada tahun 800-2000 dengan ditemukannya sebuah tenun seperti gelondong benang atau alat tenun batu yang dapat terbukti adanya proses penenunan dan pemintalan di saat itu. Tahun 6000 sampai 7000 telah ditemukan tenun lena oleh bangsa Mesir dengan teknik tapes dan pola tertentu. Katun dan wol bulu lama telah ditemukan di Peru. Pakistan dan India bagian barat telah menggunakan katu lepas di tahun 3000 SM disaat bersamaan Amerika telah mengolah kain tersebut. Sedangkan China telah mengusaha alat sutera alat tenun khusus serat sutera dan ditemukan potongan kecil sutera tenun berbordir yang tertempel di patung perunggu di zamannya Dinasti Shang 1523 sampai 1028 SM. Tahun 300 SM saat balantera Iskandar Agung membawa katun dari Pakistan ke Inggris dimana telah mulai penyebaran tekstil dari Timur ke Barat dimana telah adanya perdagangan kain secara besar-besaran dengan adanya imporan pakaian wol dari Inggris, Spanyol, dan Prancis, Mesir yaitu kain lena, India yaitu Katun, China dan Persia yaitu sutera. Tetapi di tahun 202 hingga 220 SM sedikitnya tekstil bertahan di masa Dinasti Han di Timur dan Kekaisaran Romawi di Barat.

Sejarah Industri Tekstil

Industri tekstil berkembang yang terjadi setelah abad 11 hingga 15. Tetapi abad 17-19 mengalami kemajuan terhebat saan Revolusi Industri di sebabkan adanya penemuan baru di Inggris sehingga produksi kain dan benang meningkat. Penemuan baru diantaranya alat pintal dikenal Spinny Jenny ditemukan oleh James Hargreaves di tahun 1764, alat pintal tenaga air dikenal dengan Water Frame ditemukan oleh Richard Arkwright di tahun 1769, kebangsaan Amerika Eli Whitney menemukan mesin pemisah biji kapas di tahun 1973, ahli kimia Prancis Hilaire Chardonnet menemukan cara efektif menghasilkan serat buatan seperti rayon di tahun 1884, dan hasilnya pertama kali di AS yang diebut sutera buatan di tahun 1910, dan ahli kimia Amerika mengembangkan nilon di tahun 1930-an oleh Wallace H. Corothers. Serat buatan lain seperti polyester dan acrylic telah dikenal sejak tahun 1940 sampai 1950-an dimana memiliki serat buatan yang sangat panjang, tidak mudah putus, lebih kuat, dan elastis.

Tahun 1929 pertekstilan Indonesia sudah berjalan dari industri rumahan dimulai dari weaving (sub-sektor pertenunan) dan knitting (perajutan) dengan alat Textile Inrichting Bandung (TIB) Gethouw atau Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang ditemukan oleh Daalennoord di tahun 1926 yang menghasilkan produk salendang, sabuk, lurik, kain panjang, dan sarung.

Tahun 1939, ATBM telah bergeser dikarena adanya alat menggunakan listrik yaitu Alat Tenun Mesin di Majalaya, Jawa Barat. Dan saat itulah, Indonesia memasuki era teknologi.

Contoh Industri Tekstil

Industri tekstil di Indonesia diantaranya yaitu PT Iskandar Indah Printing, PT Argo Pantes, PT Ever Shine Textile, PT Eratex Djaja, PT Panasia Indo Resources, dan PT Pan Brothers.

PT. Iskandar Indah Printing Textil

PT Iskandar Indah Printing ialah salah satu perusahaan di bidangtekstil di Surakarta yang mengolah kain mentah dari bahan baku dan ditingkatkan jenis produksinya menjadi kain printing aau kain bercorak. PT Fariantex ialah nama awal mulanya perusahaan PT Iskandar Indah Printing kemudian diubah menjadi nama CV Iskandartex. Satu tahun kemudian dari tahun berdirinya (1976), perusahaan mulai memproduksi dan berbadan hukum pada tahun 1983 sesuai dengan akte perusahaan No. 98 tanggal 23 Mei 1983.

Produk PT Iskandari Indah Printing Perusahaan ini membeli mesin kanji dari Taiwan yang dapat mengeringkan kain dengan otomatis di tahun 1980, lalu memperluaskan industrinya dan meperbanyak mesin karena naiknya angka permintaan, maka dari itu perusahaan menambahkan angka produksinya. Untuk dapat mngembangkan perusahaan, pimpinan dari perusahaan tersebut mengubah namanya menjadi PT Iskandar pada tahun 2 Januari 1991 dan berubah lagi menjadi PT Iskandar Indah Printing di bulan Februari 1996.

PT. Argo Pantes Tbk (ARGO)

PT. argo Pantes Tbk (AGRO) ialah perusahaan industri tekstil yang memproduksikan berbagai jenis produk seperti benang dan kain. ARGO didirikan pada tanggal 12 Juli 1977 dan telah memproduksi tekstil yang berkualitas[134-135] baik dari katun dan polyester atau campuran katun. Kantor pusat berada di Jakarta dan lokasi pabrik di Bekasi, Banten, dan Tengerang. Sejak tahun 1977 perusahaan telah mengoperasikan pabrik[136] terintegrasi yaitu Spinning, Weaving, Dyeing Finishing dan Unit Benang Mewarnai.

PT. Ever Shine Textile Industry Tbk

PT. Ever Shine Textile Tbk ialah suatu perusahaan multinasional yang bergerak di tekstil yang mena menghasilkan produk bahan pakaian. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1986 dan tkantor pusat di Jakarta. Pada tahun 1974, Ever Shine dengan anak perusahaannya yaitu PT Prima Rajuli Sukses dan PT. Indo Yong Tex Jaya ialah produsen tekstil yang terpadu. Setiap tahunnya perusahaan ini mempunyai kapasitas produksi yaitu 12 ribu ton. Perusahaan dilengkapi teknologi mesin yang canggih berasal dari Jerman dan Jepang untuk memperoleh kain rajut atau kain nilon, tenun, dan polyester yang berkualitas. Selain itu, Ever Shine menghasilkan kain yang dipakai dalam furniture, tenda outdoor, dekorasi rumah, sarung jok mobil, kantong tidur, dan lainnya. Perusahaan ini mendapatkan terakreditasi dengan sertifikasi mutu termasuk dari Gemex Trading, Marks & Spencer, dan Oko-Tex standard 100 from TESTEX.

PT. Eratex Djaja Tbk

PT Eratex Djaja Tbk ialah suatu perusahaan multinasiol dalm bidang tekstil dan memproduksi tekstil yang terpadu dan menghasilkan bermacam- macam bahan pakaian. Prerusahaan ini didirikan pada tahun 1970 di Jakarta. PT. Eratex Djaja Tbk. (ERTX) didirikan sebagai operasi tekstil usaha patungan antara pemilik pabrik dari Hong Kong & konsorsium lokal Indonesia. PT. Eratex Djaja Tbk (ERTX) bergerak di bidang manufaktur tekstil dengan meggunakan proses pemintalan, tenun, pencelupan, finishing, percetakan[139], pembuatan garmen, false twisting dan rajutan, juga menjual dan memasarkan produknya baik di pasar lokal maupun pasar ekspor dengan mematokan harga menengah sampai tinggi. Perusahaan ini memulai operasi komersialnya. pada tahun 1974. Perseroan beroperasi secara komersial pada tahun 1974 dimulai dengan divisi Pemintalan dan Penenunan dengan produk jadi berupa benang dan kain katun. Pada tahun 1980, divisi Garmen dimulai dan secara komersial beroperasi setahun kemudian. Produksi garment berada di Probolinggo, Jawa Timur. Produk utama Perusahaan adalah Celana. Mulai dari celana jeans standar lima saku sampai pada celana kain kasual, dengan bahan bervariasi mulai dari denim sampai pada kain twill halus Italia. Sekitar 60% kapasitas produksi celana menghasilkan produk celana denim, sementara itu kebutuhan embroidery dan printing dipenuhi melalui kerjasama dengan pemasok.

PT. Panasia Indo Resources Tbk

PT. Panasia Indo Resources Tbk (HDTX) bergerak dalam bidang pembuatan serat sintetis (polimerisasi), twisting, spinning, menenun, industri tekstil, pertambangan, energy dan perdagangan umum. PT Panasia Indo Resources didirikan tanggal 06 April 1973 berpusat di Bandung, Jawa Barat[143-144] , Indonesia. Operasi komersial Perusahaan di industri tekstil dimulai pada tahun 1974, dan operasinya dalam polimerisasi dimulai pada tahun 1990. Produk Perusahaan dipasarkan baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk Eropa, Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Produk hulu HDTX meliputi polyester chips dan benang filamen. Produk hilir meliputi matt dan double matt georgette, double/single georgette, mewah, halus, dan sateen palace georgette, jaringan dan jacquard faille, jacquard satin, jacquard mewah, dan santana.

PT. Pan Brothers Tbk

PT. Pan Brothers Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri tekstil yang produksi utamanya berupa pakaian rajutan, pakaian tenunan, jaket tenunan dan beberapa variannya. Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tanggal 21 Agustus 1980 di Tangerang, Banten. Mendapati permintaan yang semakin meningkat sehingga perusahaan ini membuka cabang di Boyolali, Sukabumi, Sragen, dan Tangerang. Pemasaran produknya telah mendunia dimana perusahaan mengekspor ke negara-negara besar yaitu Kanada, Australia, Amerika Serikat, Eropa, dan lainnya. Di tahun 2011 perusahaan ini membuka anak perusahaan yaitu PT Hollit International dimana menjalankan kerjasama untuk membentuknya sinergi yang paling kuat sebagai kelompok perusahaan tekstil di Asia. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki anak perusahaan lainnya yaitu PT Panca Prima Ekabrothers. Tahun 2011, Pan Brothers sudah berhasil membangun kantor cabang hingga ke Hongkong, Singapura, dan Taiwan hanya untuk melayani jual beli barang. Pan Brothers sudah mempekerjakan lebih dari 21.500 orang karyawan. Dengan pencapaian bisnis yang diraihnya sampai sekarang telah mengantarkan Pan Brothers menjadi salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia.

Mengenal Jenis Sticker Sebagai Media Label dan Pemasaran Yang Murah dan Efektif

Memiliki usaha tentu adalah dambaan setiap orang. Apalagi usaha yang dia miliki memiliki perkembangan yang pesat dan ramai dikunjungi atau dibeli oleh pelanggan. Tak jarang, sebagai seorang wirausaha baru, tentu memiliki banyak kendala. Selain kendala karena modal, kendala yang sering dihadapi adalah tidak lakunya produk/jasa. Para wirausahawan memang kerap dituntut untuk memutar otak untuk mengatasi permasalahan yang terkait pemasaran tersebut agar bisnisnya dapat berjalan dengan lancar.

Bukan hanya itu saja. Seorang wirausahawan juga dituntut untuk melakukan media promosi produk atau jasa mereka, akan tetapi dengan modal yang minim. Sebagai seorang wirausaha, tentunya mempromosikan barang/jasa miliknya haruslah tepat sasaran. Salah satu media pemasaran yang bisa digunakan dengan modal minimal akan tetapi hasil bisa maksimal contohnya adalah sticker dan brosur. Dengan hanya bermodalkan kertas, kita bisa mengenalkan produk kita ke masyarakat.

Trik ini biasa dilakukan atau kerap kali kita jumpai di berbagai jalanan atau tiang listrik dan masih banyak lagi. Sebagai misal, perusahaan rokok yang mengenalkan produk rokok barunya dengan cara menempelkan sticker rokok di pinggir-pinggir jalan. Atau jasa sedot WC yang sering kita jumpai di berbagai tiang listrik, sampai ada sebuah perusahaan dealer/bengkel kendaraan bermotor yang apabila menggunakan sticker itu maka akan mendapatkan diskon.

Penggunaan media sticker sebagai media promosi menurut saya masih kurang disadari oleh sebagian orang. Padahal jika satu sticker dapat kita pasang di tempat yang tepat, memungkinkan pelanggan dapat menghubungi dan membeli produk kita. Salah satu media pemasaran dan penggunaan sticker adalah sebagai label dari produk.

Hal yang sering admin jumpai ketika admin berjualan sticker adalah minimnya pengetahuan akan jenis-jenis sticker serta penggunaannya diberbagai media. Nah, untuk itu, sebagai wirausahawan tentu penting juga mengenal berbagai macam jenis sticker yang dapat mereka gunakan sebagai label atau pemasaran dari produk :

1. Sticker Vinyl

Sesuai dengan namanya, sticker vinyl adalah sticker yang terbuat dari bahan vinyl. Sticker ini sering kita jumpai, umumnya sticker ini seperti plastik dan sangat tahan terhadap air. Sticker ini tidak bisa dicetak dengan printer rumahan (inkjet) karena memiliki bahan dasar seperti plastik. Sticker ini juga memiliki daya rekat yang sangat kuat. Sticker ini bisa digunakan untuk kebutuhan indoor maupun outdoor. Seperti halnya penghias mobil, label produk, sticker helm, sticker motor dan masih banyak lagi.

2. Sticker HVS

Selanjutnya jenis stiker yang juga umum digunakan oleh banyak orang adalah stiker kertas HVS. Sesuai dengan namanya, sticker ini terbuat dari bahan kertas HVS namun dilapisi adhesif pada bagian belakangnya sehingga bisa direkatkan.

Umumnya stiker jenis ini akan digunakan untuk stiker label yang ditempelkan di buku tulis, undangan, souvenir, kemasan, dan lain sebagainya, dan biaya produksinya jauh lebih murah dibandingkan stiker vinyl. Sticker ini bisa dicetak dengan printer rumahan. Karena bahannya yang terbuat dari HVS, stiker ini sangat rentan luntur apabila terkena air ataupun perubahan suhu yang ekstrim, dan juga akan mudah untuk memudar di kemudian hari sehingga tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang.

4. Stiker Kromo / Chromo

Stiker kromo atau Chromo adalah stiker yang terbuat dari bahan kertas yang dapat dengan sangat kuat menempel pada suatu permukaan sehingga akan sulit untuk dikelupas serta meninggalkan bekas. Umumnya, sticker ini memiliki tekstur halus dan glossy (mengkilap). Sticker jenis ini bisa dicetak menggunakan printer rumahan, akan tetapi agar kualitas cetaknya bagus, perlu modifikasi tinta art paper sebagai bahannya. Selain itu, settingan dari komputer saat mencetak juga sangat mempengaruhi hasil.

Biaya produksinya yang murah menjadi salah satu alasan mengapa stiker ini cukup banyak digunakan, terutama untuk kebutuhan-kebutuhan di dalam ruangan, dan umum dipakai untuk mencetak logo usaha atau merek yang dibagi-bagikan ke pelanggan atau calon pelanggan.

5. Stiker Foil

Stiker Foil adalah stiker yang memiliki lapisan berkilau layaknya logam, berwarna perak atau emas metalik, yang umumnya menggunakan bahan yang disebut dengan Polyflex, serta mulai semakin banyak dipakai sebagai salah satu alternatif teknik sablon kaos yang unik dan tahan lama.

6. Stiker Bontax

Stiker Bontax atau Bontaks ini merupakan sejenis stiker kertas HVS namun mempunyai daya tahan yang jauh lebih baik sehingga banyak digunakan untuk label industri, kemasan, dan lain sebagainya. Stiker ini juga bisa diberikan laminasi seperti Glossy atau Doff pada permukaannya, sesuai dengan selera serta kebutuhan pemesan, dan memiliki daya rekat yang awet dan juga tahan lama.

7. Stiker Yupo

Stiker Yupo adalah stiker yang terbuat dari bahan plastik sintetik yang memiliki keawetan dan ketahanan yang sangat baik, sehingga banyak digunakan untuk kebutuhan outdoor seperti stiker pengumuman, stiker label untuk informasi, stiker yang ditempatkan di area-area umum, dan lain sebagainya.

Bahan lem nya terbuat dari bahan akrilik permanen yang sangat kuat, amti air, anti pudar, dan pada percetakan digital printing stiker ini hanya bisa dicetak dengan cara menggunakan tinta UV.

8. Stiker Scotchlite

Stiker scotchlite adalah sejenis stiker reflektif yang dapat memantulkan cahaya warna permukaannya, terutama pada saat terkena cahaya matahari ataupun lampu, sehingga dapat jelas terlihat di malam hari.

Penggunaan stiker ini bisa anda temukan pada kendaraan-kendaraan pelayan publik seperti mobil polisi, ambulan, damkar, dan lain sebagainya, atau pada baju seragam teknisi pengalian jalan, tambang, marka jalan, dan masih banyak lagi. Dalam hal penggunaan label, sticker ini bisa digunakan untuk menempelkan nama menu makanan di dinding, dll.

9. Stiker Transparan

Stiker transparan, sesuai namanya, sticker ini adalah stiker yang menggunakan bahan bersifat tembus pandang, yang umumnya terbagi menjadi 3 jenis yaitu stiker transparan Ultra Clear yang sangat bening, kemudian stiker transparan standar, dan stiker transparan doff yang memiliki lapisan dof di permukaannya. Stiker ini juga cukup umum digunakan pada kaca jendela mobil atau pada permukaan kaca lainnya seperti kaca display pada toko ataupun kaca yang dijadikan pembatas ruangan pada perkantoran. Sticker ini juga cocok sebagai label untuk produk.

Demikian macam-macam jenis sticker yang bisa digunakan sebagai label produk. Semua jenis sticker ini adalah bagus, hanya saja tinggal menyesuaikan saja dengan kebutuhan teman-teman sekalian. Jika hanya kebutuhan label dan digunakan untuk indoor sticker bontax dan chromo bisa dijadikan sebagai pilihan, karena harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya. Untuk pencetakan kedua jenis ini, sekarang marak dijual diberbagai Market Place. Setahu admin, harga paling murah dan kualitas oke bisa didapatkan disini.