Cara Repost Video Twitter Tanpa Retweet

Bagi orang-orang yang baru mengenal Twitter dan baru menggunakan Twitter, repost video tanpa retweet pastinya menjadi hal yang baru. Kebanyakan Nitizen merepost Video dengan meretwet atau dengan cara merekam ulang video lalu mengunggahnya. Merepost video dengan meretweet sebenarnya tidak menjadi masalah. karena secara tidak langsung kita menghargai karya orang lain. Akan tetapi merepost video dengan merekam ulang video tersebut sebenarnya tidak dibenarkan. Karena bagaimanapun seharusnya kita tetap menghargai karya orang lain dengan tetap mencantumkan kredit kepada Author.

Nah, trik ini akan diulas secara tuntas mengenai cara merepost video tanpa retweet Twitter akan tetapi memberikan kredit kepada kreator aslinya. Untuk itu mari kita simak bagaimana cara repost video di Twitter tanpa Retweet.

Cara Repost Video Twitter Tanpa Retweet

1. Buka Aplikasi Twitter Kalian



Langkah pertama tentunya adalah membuka aplikasi Twitter kalian.

2. Pilih Video Yang Ingin Kalian Repost


Kemudian, setelah membuka aplikasi Twitter langkah selanjutnya adalah pilih video yang ingin kalian repost.

3. Salin URL Video Tersebut

Selanjutnya, salin URL atau Link dari video tersebut. Kalian bisa menyalinnya seperti kalian menyalin tweet seperti biasa atau dengan mengeklik tombol seperti gambar diatas.

4. Kemudian Buat Postingan Lalu Masukkan Link Tersebut

Kemudian, buatlah postingan Tweet lalu masukkan URL atau Link kedalam postingan kalian.

5. Ubah Link Tersebut Menjadi Video


Selanjutnya, ubahlah Link atau URL tersebut menjadi video seperti contoh ini (?s=19 menjadi /video/1)

6. Kemudian Posting Tweet Kalian

Kemudian posting tweet kalian. Selanjutnya, kalian bisa merepost video di Twitter tanpa Retweet akan tetapi tetap menyertakan kredit dari Author aslinya.

Tahapan-Tahapan DMAIC Dalam Konsep Six Sigma

Pengertian Six Sigma

Six Sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif. 

Tahapan-Tahapan DMAIC Dalam Konsep Six Sigma

1. DEFINE

DEFINE (D) merupakan langkah operasional pertama dalam program peningkatan kualitas Six Sigma. Pada tahap ini kita perlu mendefinisikan beberapa hal yang terkait dengan:

  1. Kriteria Pemilihan Proyek Six Sigma.
  2. Peran Dan Tanggung Jawab Dari Orang-Orang Yang Akan Terlibat Dalam Proyek Six Sigma.
  3. Kebutuhan Pelatihan Untuk Orang-Orang Yang Terlibat Dalam Proyek Six Sigma.
  4. Proses-Proses Kunci Dalam Proyek Six Sigma Beserta Pelanggannya.
  5. Kebutuhan Spesifik Dari Pelanggan.
  6. Pernyataan Tujuan Proyek Six Sigma.

Baca Juga : Pengertian Six Sigma dan Peran Orang-orang Yang Terlibat Didalamnya

2. MEASURE

MEASURE (M) merupakan langkah operasional kedua dalam program peningkatan kualitas Six Sigma. Terdapat tiga hal pokok yang harus dilakukan dalam tahap MEASURE (M), yaitu:

  1. Memilih Atau Menentukan Karakteristik Kualitas (CTQ) Kunci Yang Berhubungan Langsung Dengan Kebutuhan Spesifik Dari Pelanggan.
  2. Mengembangkan Suatu Rencana Pengumpulan Data Melalui Pengukuran Yang Dapat Dilakukan Pada Tingkat Proses, Output, Dan/Atau Outcome.
  3. Mengukur Kinerja Sekarang (Current Performance) Pada Tingkat Proses, Output, Dan/Atau Outcome Untuk Ditetapkan Sebagai Baseline Kinerja (Performance Baseline) Pada Awal Proyek Six Sigma.

3. ANALYZE

ANALYZE (A) merupakan langkah operasional ketiga dalam program peningkatan kualitas Six Sigma. Pada tahap ini kita perlu melakukan beberapa hal berikut:

  1. Menentukan Kestabilan (Stability) Dan Kapabilitas/Kemampuan (Capability) Dari Proses.
  2. Menetapkan Target-Target Kinerja Dari Karakteristik Kualitas Kunci (CTQ) Yang Akan Ditingkatkan Dalam Proyek Six Sigma.
  3. Mengidentifikasi Sumber-Sumber Dan Akar Penyebab Kecacatan Atau Kegagalan.
  4. Mengkonversikan Banyak Kegagalan Ke Dalam Biaya Kegagalan Kualitas (Cost Of Poor Quality).

4. IMPROVE

IMPROVE (I) Setelah sumber-sumber dan akar penyebab dari masalah kualitas teridentifikasi, maka perlu dilakukan penetapan rencana tindakan (action plan) untuk melaksanakan peningkatan kualitas Six Sigma. Terdapat suatu ungkapan dalam perencanaan, yaitu: “Jika Anda Gagal dalam Perencanaan, Maka Sesungguhnya Anda sedang Merencanakan Kegagalan”.

Pada dasarnya rencana-rencana tindakan (action plans) akan mendeskripsikan tentang alokasi sumber-sumber daya serta prioritas dan/atau alternatif yang dilakukan dalam implementasi dari rencana itu. Bentuk-bentuk pengawasan dan usaha-usaha untuk mempelajari melalui pengumpulan data dan analisis ketika implementasi dari suatu rencana, juga harus direncanakan pada tahap ini.

5. CONTROL

CONTROL (C) merupakan tahap operasional terakhir dalam proyek peningkatan kualitas Six Sigma. Pada tahap ini hasil-hasil peningkatan kualitas didokumentasikan dan disebarluaskan, praktekpraktek terbaik yang sukses dalam meningkatkan proses distandardisasikan dan disebarluaskan, prosedur-prosedur didokumentasikan dan dijadikan pedoman kerja standar, serta dilakukan transfer kepemilikan atau tanggungjawab dari Tim Six Sigma kepada pemilik atau penanggungjawab proses, yang berarti proyek Six Sigma menjadi berakhir pada tahap ini. Selanjutnya proyek-proyek Six Sigma pada area lain dalam proses atau organisasi bisnis ditetapkan sebagai proyek-proyek baru yang harus mengikuti siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control). Melalui cara ini, maka akan terjadi peningkatan integrasi, institusionalisasi, pembelajaran, dan sharing atau transfer pengetahuan-pengetahuan baru dalam organisasi Six Sigma itu.

Pastinya, pengertian dan tahapan Six Sigma diatas adalah tahapan secara sederhana DMAIC dari Six Sigma. Untuk lebih mendalami detail tentang bagaimana tahapan-tahapan itu dilakukan silahkan anda baca materi dan panduan dibawah ini.

Mengenal Six Sigma Secara Sederhana

Download

Pedoman Implementasi Six Sigma

Download

Mengenal Six Sigma Secara Sederhana dan Peran Orang-orang Yang Terlibat Didalamnya

Apa sih Six Sigma itu? Six Sigma berasal dari kata “Six” dan “Sigma”. Six yang artinya enam dan Sigma yang merupakan simbul dari standar deviasi, dan biasa dilambangkan dengan σ. Six Sigma sering dituliskan dalam simbul 6σ. 

Jadi, 6σ itu apa? Untuk sampai ke arti Six Sigma, kita perlu tengok sejarahnya sedikit. Six Sigma dimulai oleh Motorola ditahun 1980-an dimotori oleh salah seorang engineer disana bernama Bill Smith atas dukungan penuh CEO-nya Bob Galvin. Motorola menggunakan statistics tools diramu dengan ilmu manajemen menggunakan financial metrics (yaitu Return on Investment, ROI) sebagai salah satu metrics/alat ukur dari quality improvement process. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Mikel Harry dan Richard Schroeder yang lebih lanjut membuat metode ini mendapat sambutan luas dari petinggi Motorola dan perusahaan lain.

Pengertian Six Sigma

Six Sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif.  

Secara harfiah, Six Sigma (6σ) adalah suatu besaran yang bisa kita terjemahkan secara gampang sebagai sebuah proses yang memiliki kemungkinan cacat (defects opportunity) sebanyak 3.4 buah dalam satu juta produk/jasa. Ada banyak kontroversi di sekitar penurunan angka Six Sigma menjadi 3.4 dpmo (defects per million opportunities). 

Namun bagi kita, yang penting intinya adalah Six Sigma sebagai metrics merupakan sebuah referensi untuk mencapai suatu keadaan yang nyaris bebas cacat.  Dalam perkembangannya, 6σ bukan hanya sebuah metrics, namun telah berkembang menjadi sebuah metodologi dan bahkan strategi bisnis.

Menurut Peter Pande,dkk, dalam bukunya The Six Sigma Way: Team Fieldbook, ada enam komponen utama konsep Six Sigma sebagai strategi bisnis: 

  1. Benar-benar mengutamakan pelanggan: seperti kita sadari bersama, pelanggan bukan hanya berarti pembeli, tapi bisa juga berarti rekan kerja kita, team yang menerima hasil kerja kita, pemerintah, masyarakat umum pengguna jasa, dll. 
  2. Manajemen yang berdasarkan data dan fakta: bukan berdasarkan opini, atau pendapat tanpa dasar.
  3. Fokus pada proses, manajemen dan perbaikan: Six Sigma sangat tergantung kemampuan kita mengerti proses yang dipadu dengan manajemen yang bagus untuk melakukan perbaikan.
  4. Manajemen yang proaktif: peran pemimpin dan manajer sangat penting dalam mengarahkan keberhasilan dalam melakukan perubahan. 
  5. Kolaborasi tanpa batas: kerja sama antar tim yang harus mulus. 
  6. Selalu mengejar kesempurnaan. 

Selain enam hal diatas, ciri lain dari penerapan Six Sigma adalah waktu untuk perbaikan yang ditargetkan bisa diselesaikan dalam 4 sampai 6 bulan!  

Dalam perjalanan waktu, General Electric (GE) mempopulerkan Six Sigma sebagai suatu trend dan membuat perusahaan lain serta orang-orang berlomba-lomba mencari tahu apa itu Six Sigma serta mencoba mengimplementasikannya di tempat kerja masing-masing. Dalam hal ini, peran CEO (waktu itu) Jack Welch boleh dibilang sangat penting mengingat dia orang yang menjadikan Six Sigma sebagai tulang punggung semua proses di GE. 

Kalau demikian, berarti konsep Six Sigma ditemukan oleh Motorola?  

Jawabannya: TIDAK. Konsep dasar Six Sigma banyak sekali diambil dari Total Quality Management (TQM) dan Statistical Process Control (SPC) dimana dua konsep besar ini diawali oleh pemikiran-pemikiran Shewhart, Juran, Deming, Crossby dan Ishikawa.

Peran dan Tanggung Jawab Orang-orang Yang Terlibat Dalam Six Sigma

Dewan Kepemimpinan (Dewan Kualitas)

Dewan Kepemimpinan, dikenal juga sebagai Dewan Kualitas, Komite Pengarah Six Sigma, atau Senior Champions, merupakan orang-orang yang berada pada posisi manajemen puncak (top management) dari organisasi. Peranan dari orang-orang yang berada dalam posisi ini adalah:

  1. Menetapkan visi, peran dan infrastruktur dari Six Sigma 
  2. Memilih proyek-proyek spesifik Six Sigma dan mengalokasikan sumber-sumber daya 
  3. Meninjau-ulang secara periodik tentang kemajuan dari berbagai proyek Six Sigma serta menawarkan ide-ide dan bantuan agar menghindarkan terjadinya overlapping pada proyekproyek Six Sigma 
  4. Berperan secara individual sebagai “Sponsor” dari proyek Six Sigma 
  5. Membantu mengkuantifikasikan dampak dari usaha-usaha Six Sigma kepada orang-orang yang berada di tingkat bawah dalam organisasi 
  6. Menilai kemajuan serta mengidentifikasi kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dalam usaha-usaha Six Sigma 
  7. Membagi atau menyebarluaskan praktek-praktek terbaik dari Six Sigma ke seluruh organisasi serta kepada pemasok-pemasok kunci dan pelanggan-pelanggan utama 
  8. Membantu mengatasi hambatan-hambatan dalam organisasi yang berdampak negatif pada proyek-proyek Six Sigma 
  9. Menerapkan pelajaran-pelajaran baik yang dipelajari dari Six Sigma pada gaya manajemen organisasi

Champions

Dewan Kualitas (Dewan Kepemimpinan) yang terdiri dari pemimpin-pemimpin senior dalam organisasi atau sering disebut juga sebagai Senior Champion perlu memilih individu-individu yang akan berperan sebagai “Champions” Six Sigma dalam bisnis spesifik dari organisasi yang mampu menjamin bahwa semua fungsi-fungsi kunci dalam organisasi itu memiliki keterkaitan pada Six Sigma. 

Terdapat dua jenis Champions, yaitu: (1) Deployment Champions, dan (2) Project Champions. Kedua Champions ini harus memiliki peran kepemimpinan eksekutif dalam bisnis. Dalam organisasiorganisasi tertentu, Champion Six Sigma merupakan pemimpin dari unit bisnis strategik (strategic business unit leader), pemimpin tim manajemen proyek yang berada di lokasi pembangunan proyek, atau kepala dari fungsi-fungsi utama dalam organisasi. Seorang Champion boleh berasal dari wakil presiden eksekutif (executive vice president) atau wakil presiden yang mengepalai kelompok fungsional (misal: Vice President (VP) of marketing, VP of Accounting and Finance, VP of manufacturing, VP of Human Resource, VP of Engineering, dll).

Deployment Champions

Deployment Champions pada umumnya dipilih dari orang-orang yang berada pada posisi pemimpin unit bisnis strategik (SBU’s leader). Deployment Champions bertanggungjawab untuk mengembangkan dan mengeksekusi rencana-rencana implementasi dan penyebarluasan Six Sigma pada unit-unit bisnis strategik atau pada area tanggungjawab yang telah didefinisikan. Deployment Champions juga bertanggungjawab untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari sistem-sistem pendukung Six Sigma. Deployment Champions paling sering melaporkan kepada Senior Champions, yang boleh juga menjadi presiden atau wakil presiden dari unit bisnis atau area tanggungjawab mereka. Pada tahap-tahap awal penerapan program Six Sigma, posisi Deployment Champions membutuhkan dedikasi penuh. Bagaimanapun, setelah kemajuan penyebarluasan program Six Sigma, peran dari posisi Deployment Champions menjadi berkurang atau mengecil.

Project Champions

Project Champions pada umumnya dipilih dari orang-orang yang berada pada posisi tingkat unit bisnis taktikal yang umumnya bertanggungjawab untuk keberhasilan dan keberlangsungan proyekproyek berjangka waktu tertentu, biasanya sekitar 1 – 2 tahun, tergantung pada kebutuhan proyek itu. Secara spesifik, orang yang ditunjuk menjadi Project Champions harus bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, memilih, mengeksekusi, dan menindaklanjuti proyek-proyek Six Sigma yang ditangani oleh Black Belts. Project Champions ini yang akan mengembangkan dan mengawasi sampai kepada hal-hal terperinci yang berkaitan dengan rencana-rencana implementasi dan penyebarluasan. Fungsi utama dari Project Champions pada tingkat unit bisnis adalah mengawasi Black Belts dan memfokuskan Six Sigma pada tingkat proyek. Mereka harus mampu mengatasi atau menyelesaikan hambatan-hambatan kultural dari organisasi, menciptakan sistem-sistem pendukung, menjamin agar sumber daya finansial cukup tersedia, dan mengidentifikasi proyek-proyek peningkatan kualitas. Project Champions melakukan penilaian tentang kapabilitas organisasi, melakukan “benchmarking” barang-barang dan/atau jasa-jasa dari organisasi, melakukan analisis kesenjangan secara terperinci, menciptakan suatu kondisi agar visi perusahaan dapat dioperasionalkan pada tingkat proyek Six Sigma, mengembangkan rencana penyebarluasan Six Sigma pada lintas-fungsi dalam organisasi, dan memberikan kepemimpinan manajerial dan teknikal kepada Master Black Belts dan Black Belts.

Secara umum, Champions bertanggung jawab untuk:

  1. Mendefinisikan jalur implementasi Six Sigma ke seluruh organisasi 
  2. Menetapkan dan memelihara atau mempertahankan sasaran yang luas untuk proyek peningkatan kualitas Six Sigma yang berada di bawah tanggung jawab dan wewenangnya— termasuk menciptakan proyek Six Sigma yang rasional—dan menjamin agar proyek Six Sigma itu selaras dengan prioritas bisnis
  3. Menyetujui perubahan-perubahan dalam arah atau lingkup dari proyek Six Sigma, apabila diperlukan
  4. Mengembangkan rencana pelatihan komprehensif untuk implementasi Six Sigma 
  5. Menemukan dan menegosiasikan sumber-sumber daya untuk proyek Six Sigma 
  6. Memberikan pengakuan dan penghargaan 
  7. Mewakili tim untuk bertemu dengan Dewan Kepemimpinan (Dewan Kualitas) atau Senior Champions dan bertindak sebagai penasehat dari tim itu 
  8. Membantu mengatasi isu-isu dan tumpang-tindih yang meningkat di antara tim atau dengan orang-orang di luar tim 
  9. Bekerjasama dengan pemilik proses agar menjamin konsistensi perhatian pada proyek Six Sigma 
  10. Menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui peningkatan proses pada tugas-tugas manajemen

Master Black Belts

Master Black Belts merupakan individu-individu yang dipilih oleh Champions untuk bertindak sebagai tenaga ahli atau konsultan dalam perusahaan untuk menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan-pengetahuan strategik yang bersifat terobosan-terobosan Six Sigma ke seluruh organisasi. Master Black Belts bekerjasama dengan Champions melakukan koordinasi dalam hal pemilihan proyek-proyek Six Sigma dan pelatihan-pelatihan. 

Master Black Belts mengalokasikan waktu mereka 100% untuk program Six Sigma, membantu Champions dalam mengidentifikasi proyekproyek peningkatan kualitas. Master Black Belts melatih Black Belts dan Green Belts, serta mengkomunikasikan status dan kemajuan secara keseluruhan dari proyek-proyek Six Sigma di dalam unit bisnis atau area tanggung jawab mereka. Pelatihan Master Black Belts bersifat ekstensif dan termasuk dengan pelatihan Champions, banyak diisi dengan materi pelatihan solusi masalah statistikal (statistical problem solving). Bagaimanapun, 90% dari pekerjaan Master Black Belts tidak berkaitan dengan statistika. Master Black Belts menghabiskan banyak waktu berkaitan dengan “soft skills”— mengorganisasikan orang-orang, mendesain percobaan-percobaan lintas-fungsi, strukturisasi dan koordinasi proyek-proyek dan pertemuan-pertemuan (meetings), pendidikan dan pelatihan, serta pengumpulan dan pengorganisasian informasi.

Serupa dengan Champions, terdapat dua jenis Master Black Belts, yaitu: (1) Deployment Master Black Belts, dan (2) Project Master Black Belts.

Deployment Master Black Belts

Deployment Master Black Belts merupakan posisi strategik dengan orientasi teknikal yang tinggi serta membutuhkan dedikasi penuh, yang pada umumnya ditempatkan pada tingkat unit bisnis. Orang-orang ini bertanggung jawab untuk operasional visi Six Sigma perusahaan dalam bentuk teknikal yang bersifat jangka panjang. Mereka bertanggung jawab untuk pengembangan dari peta jalan teknologi dan bekerja secara teknikal melintasi area fungsional (lintas-fungsi) dan bisnis. Mereka juga mencari dan mentransfer teknologi, metode, prosedur, dan alat-alat lanjutan dari Six Sigma serta menjamin bahwa pengetahuan-pengetahuan ini diterjemahkan ke dalam materi-materi pelatihan, buku manual, dan dokumen-dokumen operasional Six Sigma.

Project Master Black Belts

Project Master Black Belts merupakan posisi taktikal dengan orientasi teknikal yang tinggi serta membutuhkan dedikasi penuh. Project Master Black Belts biasanya ditempatkan pada posisi unit bisnis untuk masa 1 – 2 tahun, tergantung pada kebutuhan proyek Six Sigma. Mereka bertanggung jawab untuk mentransfer pengetahuan Six Sigma kepada Black Belts. Mereka juga menjadi guru dari Six Sigma dan mentor kepada orang-orang yang berada dalam pekerjaan proyek Six Sigma. Mereka membutuhkan keterampilan teknikal, kepribadian yang kuat, dan kemampuan kepemimpinan yang dapat dipercaya.

Secara umum, Master Black Belts bertanggung jawab untuk:

  1. Bekerjasama dengan Champions 
  2. Mengembangkan dan menyebarluaskan bahan-bahan pelatihan tentang Six Sigma kepada berbagai tingkat dalam organisasi 
  3. Membantu dalam mengidentifikasi proyek-proyek Six Sigma 
  4. Melatih dan mendukung Black Belts dalam pekerjaan-pekerjaan proyek Six Sigma 
  5. Berpartisipasi dalam peninjauan-ulang proyek-proyek Six Sigma serta memberikan bantuanbantuan berupa keahlian teknikal 
  6. Mengambil tanggung jawab kepemimpinan dari program-program utama 
  7. Memudahkan atau menyediakan fasilitas untuk penyebarluasan praktek-praktek terbaik berdasarkan Six Sigma ke seluruh organisasi

Black Belts

Nama Black Belts pertama kali dipergunakan oleh Mikel Harry pada pertengahan tahun 1980-an ketika melaksanakan pelatihan intensif pada Unisys Corporation di Salt Lake City, USA. Para peserta pelatihan dilatih secara intensif dalam hal solusi masalah statistikal. Menurut Mikel Harry, peran Black Belts dalam menerapkan dan menyebarluaskan konsep-konsep Six Sigma dari satu proyek ke proyek yang lain, membutuhkan ketahanan fisik dan mental seperti seorang Black Belt dalam olahraga karate. Pada olahraga karate dan implementasi strategi terobosan Six Sigma tergantung pada disiplin mental dan sistematik, latihan-latihan intensif. Black Belts dalam olahraga karate tergantung pada kekuatan, kecepatan, ketegasan dan keyakinan diri. Sedangkan Black Belts dari program Six Sigma tergantung pada sumber-sumber daya dari perusahaan yang mendukung mereka, konsentrasi mental pribadi, dan ketangkasan “berakrobat” pada banyak proyek Six Sigma serta menyelesaikan proyek-proyek Six Sigma itu secara cepat. Serupa dengan karate Black Belts yang harus secara terus-menerus mereposisi tubuh mereka secara cepat ketika terjadi perubahan-perubahan dari pusat gravitasi mereka, Six Sigma Project Black Belts juga harus mampu secara fisik dan mental mereposisi diri mereka ketika berpindah dari satu proyek Six Sigma ke proyek Six Sigma yang lain.

Dalam program Six Sigma hanya dikenal satu jenis Black Belts, yaitu: Project Black Belts atau yang disingkat sebagai Black Belts. Black Belts bekerja di bawah seorang Master Black Belt, menerapkan alat-alat strategi terobosan dan pengetahuan Six Sigma pada proyek-proyek spesifik. Black Belts mendedikasikan diri dan mengalokasikan waktu kerja mereka 100% pada proyek-proyek Six Sigma. Tidak seperti Senior Champions dan Champions, yang memutuskan hal-hal apa yang harus dilaksanakan, Master Black Belts dan Black Belts bekerja penuh waktu untuk memikirkan bagaimana memperoleh hasil-hasil atau target yang telah ditetapkan dalam proyek Six Sigma itu.Di Amerika Serikat, seorang Project Black Belt harus memperoleh pelatihan ekstensif dalam statistika dan teknikteknik solusi masalah, serta harus melatih sekitar 100 Green Belts dalam masa satu tahun.

Project Black Belt merupakan orang yang memiliki posisi pada tingkat unit bisnis untuk menerapkan teknik-teknik Six Sigma dalam unit bisnis itu. Biasanya mereka mendedikasikan dirinya dalam masa 1 – 2 tahun, tergantung pada masa dari proyek Six Sigma itu. Orang ini bertanggung jawab untuk mengeksekusi proyek aplikasi Six Sigma dan merealisasikan manfaat-manfaat yang telah menjadi target. Black Belts memiliki kemampuan untuk: (1) mengembangkan secara efektif dan memimpin tim peningkatan proses lintas-fungsi, (2) bekerjasama dengan mentor (Master Black Belts) dan mamberikan saran kepada manajemen menengah tentang perumusan dan implementasi rencanarencana peningkatan proses, (3) menggunakan dan menyebarluaskan alat-alat dan metode-metode Six Sigma, dan (4) membuat jaringan kerja dengan Black Belts yang lain di seluruh dunia untuk meningkatkan manfaat dari bisnis mereka.

Secara umum, Black Belts bertanggung jawab untuk:

  1. Merangsang pemikiran Champion 
  2. Mengidentifikasikan hambatan-hambatan yang ada dalam proyek Six Sigma 
  3. Memimpin dan mengarahkan tim dalam mengeksekusi proyek Six Sigma 
  4. Melaporkan kemajuan-kemajuan kepada pihak-pihak yang berkepentingan 
  5. Membantu Champions, apabila diperlukan 
  6. Mendefinisikan dan membantu orang lain dalam penggunaan alat-alat Six Sigma yang sesuai, teknik-teknik manajemen tim dan pertemuan (management meeting). 
  7. Menyiapkan penilaian proyek secara terperinci selama tahap pengukuran 
  8. Mempertahankan jadual proyek dan menjaga kemajuan proyek menuju solusi akhir dan hasil hasil 
  9. Memperoleh masukan-masukan dari operator, supervisor lini pertama, dan pemimpin-pemimpin tim
  10. Mengelola risiko proyek Six Sigma 
  11. Mendukung transformasi dari solusi baru atau proses-proses baru menuju operasional yang berlangsung terus-menerus, serta bekerjasama dengan manajer-manajer fungsional dan/atau pemilik proses (process owner) yang bertanggungjawab terhadap proses secara keseluruhan yang berada di bawah wewenang pemilik proses itu 
  12. Mendokumentasikan hasil-hasil akhir dan menciptakan “storyboard” (peta-peta kemajuan) dari proyek

Green Belts

Six Sigma Green Belts merupakan individu-individu yang bekerja paruh-waktu (part-time) dalam area spesifik atau mengambil tanggung jawab pada proyek-proyek kecil dalam lingkup proyek Six Sigma yang ditangani oleh Black Belts. Tidak ada ukuran tentang bagaimana membagi waktu kerja Green Belts dalam membantu Black Belts, karena sangat tergantung pada situasi dan kebutuhan dari proyek-proyek Six Sigma. Dapat saja Green Belts pada tahap awal proyek Six Sigma bekerja penuh waktu membantu Black Belts, kemudian hanya mengalokasikan waktu sekitar 2-3 hari per minggu sejalan dengan kemajuan proyek Six Sigma. Green Belts dapat merupakan karyawan di seluruh organisasi yang mengeksekusi Six Sigma sebagai bagian dari pekerjaan mereka secara keseluruhan.

Mereka hanya mempunyai tanggung jawab yang kecil pada proyek Six Sigma serta waktu kerja mereka terfokus hanya pada proyek Six Sigma yang berkaitan secara langsung dengan pekerjaan rutin mereka sehari-hari. Pelatihan yang diberikan pada Green Belts tidak seintensif dibandingkan dengan Black Belts. Green Belts memiliki dua tugas utama: (1) membantu menyebarluaskan keberhasilan teknikteknik Six Sigma, dan (2) memimpin proyek peningkatan berskala kecil dalam area kerja mereka, yang merupakan bagian dari proyek Six Sigma berskala lebih besar yang ditangani oleh Black Belts.

Green Belts dapat melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan pengumpulan data dan melaksanakan percobaan-percobaan guna mendukung proyek-proyek Six Sigma yang ditangani oleh Black Belts. Apabila keterampilan dan pengetahuan tentang Six Sigma dari Green Belts itu telah meningkat dan dianggap perlu, maka mereka dapat dipromosikan menjadi Black Belts. 

Secara umum Green Belts memiliki tanggung jawab untuk:

  1. Berpartisipasi pada proyek Six Sigma yang ditangani oleh Black Belts dalam konteks tanggung jawab yang telah ada pada mereka 
  2. Mempelajari metodologi Six Sigma untuk dapat diaplikasikan pada proyek-proyek tertentu berskala kecil yang akan ditangani oleh mereka 
  3. Melanjutkan mempelajari dan mempraktekkan metode-metode dan alat-alat Six Sigma setelah proyek Six Sigma berakhir

Project Team Members

Anggota-anggota tim proyek (Project Team Members) Six Sigma harus menerima pelatihan dasar tentang metode-metode dan alat-alat Six Sigma agar mereka mampu menerapkan dalam proyek-proyek spesifik atau proses-proses pendukung yang melintasi fungsi (lintas-fungsi) dalam organisasi. Di bawah petunjuk dari Black Belts, anggota-anggota tim proyek Six Sigma dapat mengumpulkan dan menganalisis data, juga membantu mempertahankan hasil-hasil yang telah dicapai melalui proyek Six Sigma itu. Anggota-anggota tim proyek Six Sigma dapat bekerja penuh waktu (full-time) atau paruh-waktu (part-time) tergantung kebutuhan dari proyek Six Sigma dan dapat memberikan keahlian pada area yang terlibat dalam proses baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam kasus ukuran proyek Six Sigma yang berskala besar, anggota-anggota tim proyek itu dapat bekerja penuh waktu karena membutuhkan perhatian dan keterlibatan yang intensif.

Download Template ARC (Activity Relationship Chart) - Tata Letak Fasilitas

Metode Activity Relationship Chart atau Peta Hubungan Kerja kegiatan adalah aktifitas atau kegiatan antara masing-masing bagian yang menggambarkan penting tidaknya kedekatan ruangan. Dengan kata lain, Activity Relationship Chart (ARC) merupakan peta yang disusun untuk mengetahui tingkat hubungan antar aktivitas yang terjadi di setiap area satu dengan area lainnya. Adapun langkah-langkah metode Activity Relationship Chart ini diantaranya adalah :

  1. Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang telah didefinisikan sebagai fasilitas-fasilitas pabrik.
  2. Menyiapkan lembaran Activity Relationship Chart (ARC) dan mengisinya dengan nama-nama fasilitas yang telah ditetapkan.
  3. Merumuskan alasan-alasan yang dapat dijadikan dasar bahwa fasilitas-fasilitas dapat didekatkan atau harus dijauhkan.

Hubungan kedekatan Activity Relationship Chart seperti yang terlihat pada Tabel dibawah ini.

Tabel Hubungan Kedekatan ARC

Kode

Keterangam

A

Mutlak Perlu Berdekatan

E

Sangat Perlu Berdekatan

I

Penting Berdekatan

O

Kedekatan Biasa

U

Tidak Perlu Berdekatan

X

Tidak Diinginkan berdekatan


Berikut ini adalah template ARC yang bisa temen-temen gunakan. Untuk Template ARC (
Activity Relationship Chart) formatnya admin pake CorelDraw (.cdr) ya. Jadi tinggal edit dan sesuaikan dengan kebutuhan temen-temen. Untuk link downloadnya, silahakan download template ARC disini.

Pengertian Limbah Industri, Klasifikasi dan Contohnya

Limbah industri merupakan jenis limbah yang tak asing lagi bagi kita, selain limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Limbah industri ini merupakan jenis limbah yang dihasilkan dari segala jenis kegiatan industri. Limbah industri adalah semua jenis bahan sisa atau bahan buangan yang berasal dari hasil samping suatu  proses perindustrian. Limbah industri dapat menjadi limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan manusia. Klasifikasi limbah industri dibagi menjadi 3 bagian diantaranya adalah :

Klasifikasi Limbah Industri

1. Limbah padat

Limbah industri padat adalah hasil buangan dari kegiatan industri yang berupa padatan, lumpur, atau bubur yang berasal dari suatu proses pengolahan, atau sampah yang telah dihasilkan dari kegiatan industri dan dari tempat umum lainnya. Contohnya adalah plastik, kantong, sisa pakaian atau kain, sisa sampah elektronik, kertas, kabel, besi dan lain-lain. Adapun kategori untuk limbah padat pada industri adalah :

a. Limbah padat non B3 (bahan berbahaya dan beracun)

Limbah padat non B3 (bahan berbahaya dan beracun) diantaranya lumpur, boiler ash, sampah kantor, sampah rumah tangga, spare part alat berat, sarung tangan, dan sebagainya.

b. Limbah padat B3 (bahan berbahaya dan beracun)

Limbah padat B3 diantaranya bahan radioaktif, bahan kimia, toner catridge, minyak, dan sebagainya. Menurut PP No. 18 tahun 1999, limbah bahan berbahaya dan beracun, disingkat limbah B3, adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang karena sifat dan konsentrasinya dan jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan lingkungan hidup, dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

Limbah yang termasuk sebagai limbah B3 apabila memiliki salah satu atau lebih karakteristik sebagai berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun menyebabkan infeksi dan bersifat korosif.

2. Limbah cair

Limbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair industri adalah bahan kimia, hasil pelarut, air bekas produksi, oli bekas, sisa pewarna pakaian yang bentuknya cair, pengawet cair, kandungan besi pada air, kebocoran minyak di laut, dll.

3. Limbah gas

Limbah gas adalah limbah zat (zat buangan) yang berwujud gas. Kondisi udara di dalam atmosfer tidak pernah ditemukan dalam keadaan bersih, melainkan sudah tercampur dengan gas-gas lain dan partikulat-partikulat yang tidak kita perlukan. Jenis bahan pencemar yang paling sering dijumpai ialah karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), komponen organik terutama hidrokarbon, dan substansi partikel. Contoh lain adalah pembakaran pada pabrik, kebocoran gas, asap, dan masih banyak lagi.

Istilah Penting Dunia Perbankan Yang Wajib Diketahui

Pengertian Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan manusia yang ditujukan untuk memperoleh barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan jenisnya, terdapat tiga kegiatan ekonomi yang utama yaitu: 

1. Kegiatan Produksi 

Kegiatan produksi adalah usaha untuk menghasilkan atau menambah manfaat barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Contoh: Pabrik roti, pabrik kendaraan bermotor, bank, asuransi, perusahaan angkutan umum, dan lain-lain. 

2. Kegiatan Distribusi

Kegiatan distribusi adalah usaha menyalurkan atau menyebarluaskan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Contoh: toko, agen, pasar, dan lain-lain. 

3. Kegiatan Konsumsi 

Kegiatan konsumsi adalah tindakan manusia baik secara individu maupun kelompok, dalam memakai atau menghabiskan nilai barang dan jasa. Contoh: menggunakan pulsa telepon, menggunakan sabun, dan lain-lain. 

Pengertian Industri Jasa Keuangan

Industri Jasa Keuangan (IJK) adalah kumpulan perusahaan/institusi dan lembaga pendukungnya yang berusaha di bidang jasa keuangan. Jenis Industri Jasa Keuangan yang diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan meliputi; industri perbankan, industri pasar modal dan industri keuangan non bank yang terdiri dari Perasuransian, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan dan Pegadaian.

Pengertian Bank

Menyimpan uang sama artinya dengan menabung, yaitu menyisihkan sebagian uang yang kita peroleh untuk keperluan masa depan. Menabung mempunyai banyak manfaat, di antaranya melatih hidup hemat dan belajar mengelola keuangan. Salah satu tempat untuk menabung yang paling aman adalah bank.

Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya 

a. Bank Umum 

Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha yang dalam kegiatannya memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran. 

- Jenis Usaha Bank Umum 
  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan. 
  • Memberikan kredit. 
  • Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah. 

b. Bank Perkreditan Rakyat 

Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 

- Jenis Usaha Bank Perkreditan Rakyat 
  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. 
  • Memberikan kredit. 
  • Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana sesuai dengan ketentuan. 
  • Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain. 

Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya 

a. Bank Konvensional 

Bank Konvensional adalah bank yang beroperasi menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan dan berdasarkan kesepakatan umum, seperti adat, kebiasaan, kelaziman yang dapat berbentuk Bank Umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat). 

b. Bank Syariah

Bank Syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah yang dapat berbentuk Bank Umum Syariah dan BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah).

Fungsi Bank 

Perbankan nasional mempunyai tiga fungsi utama yaitu sebagai berikut: 
  1. Menghimpun dana masyarakat ; Dalam menghimpun dana masyarakat, bank menawarkan produk tabungan dan deposito. Tabungan dan Deposito memberikan keamanan dari risiko kehilangan uang juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain itu, juga memberikan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil. Sebagai bukti kepemilikan tabungan, bank menerbitkan buku tabungan. Sedangkan bukti kepemilikan deposito berupa sertifikat deposito. 
  2. Menyalurkan dana masyarakat ; Salah satu fungsi bank adalah memberi pinjaman uang kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya seperti modal usaha dan kebutuhan lainnya. Untuk memperoleh pinjaman dari bank, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti adanya jaminan, identitas yang jelas, dan kemampuan mengembalikan pinjaman. 
  3. Menyediakan jasa layanan masyarakat ; Bank juga menyediakan jasa pelayanan untuk pengiriman uang dan pembayaran. Contoh pembayaran adalah pembayaran tagihan listrik, telepon, air, uang kuliah, dan lain-lain. Layanan ini umumnya tersedia di kantor bank. Layanan serupa juga dapat dilakukan melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu.

Produk Bank

a. Tabungan 

Tabungan adalah simpanan uang di bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu. Apabila kita membuka tabungan di bank, kita akan memperoleh: 1) Buku tabungan yang berisi informasi seluruh transaksi yang dilakukan. 2) Kartu ATM yang dilengkapi dengan PIN (Personal IdentificationNumber/Nomor Identitas Pribadi); dan 3) Bunga/bagi hasil sebagai imbal jasa. Manfaat menabung di bank antara lain sebagai berikut: 1) Aman, uang yang disimpan di bank aman, tidak mudah tercecer, dan tidak mudah dicuri. 2) Terjamin, tabungan dijamin oleh pemerintah/Lembaga Penjamin Simpanan. 3) Berkembang, bank memberikan bunga/bagi hasil yang dihitung berdasarkan saldo tabungan. 4) Praktis, terdapat kemudahan layanan perbankan elektronik 24 jam, antara lain ATM, SMS Banking, Mobile Banking, Internet Banking, dan Call Center. 5) Hemat, menghindari kebiasaan membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. 

b. Giro 

Giro adalah produk perbankan yang berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam rupiah maupun mata uang asing, yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja pada jam kerja dengan menggunakan warkat cek dan bilyet giro. Semua warga negara Indonesia dan warga negara asing serta badan usaha dan institusi lain yang sah menurut hukum yang berlaku dapat membuka rekening giro. Untuk mempermudah pemahaman, berikut perbedaan mendasar antara tabungan dengan giro.

c. Deposito 

Deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu yang umumnya mempunyai jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 bulan dan dapat diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Over). Manfaat deposito antara lain sebagai berikut: 1) Memperoleh bunga/bagi hasil. 2) Dapat dijadikan agunan/jaminan kredit. 3) Dapat mengelola keuangan secara lebih terencana. 4) Dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Istilah Penting Dunia Perbankan Yang Wajib Diketahui

  1. Anjak piutang : Suatu transaksi keuangan di saat perusahaan menjual piutangnya/tagihannya dengan memberikan suatu diskon atau pengurangan nilai piutang/tagihan tersebut.
  2. Negative Spread : Tingkat suku bunga pinjaman/ kredit/pembiayaan, lebih rendah daripada tingkat suku simpanan/deposito /tabungan.
  3. Kebutuhan Primer : Kebutuhan pokok yang wajib atau harus dipenuhi oleh setiap manusia, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Contoh: sandang, pangan, papan dan pekerjaan serta pendidikan.
  4. Kebutuhan Sekunder : kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi, namun tetap harus dipenuhi, agar kehidupan manusia berjalan dengan baik. Contoh: rekreasi, hiburan, motor, komputer, handphone, televisi, radio.
  5. Tabungan : Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu; dengan kemajuan teknologi, tabungan pada saat ini dapat ditarik dengan menggunakan ATM.
  6. Giro : Salah satu produk perbankan berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam rupiah maupun mata uang asing, yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja, selama jam kerja dengan menggunakan warkat cek dan bilyet giro.
  7. Deposito : Simpanan Yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu.
  8. Suku Bunga : Beban biaya yang dinyatakan dengan persentase tertentu dalam rangka peminjaman uang untuk jangka waktu tertentu; merupakan biaya kredit bank kepada nasabah.
  9. Transfer : Kiriman uang yang diterima bank termasuk hasil inkaso yang ditagih melalui bank tersebut yang akan diteruskan kepada bank lain untuk dibayarkan kepada nasabah.
  10. Warkat : Instrumen perbankan, antara lain cek dan inkaso, yang menggambarkan dana yang belum diterima; kertas berisi keterangan mengenai suatu peristiwa untuk dipakai sebagai bukti, seperti warkat kliring, warkat inkaso, warkat dalam penyelesaian, kuitansi, dan kartu pegawai.
  11. Bilyet Giro : Surat berharga atau alat transaksi yang diterbitkan oleh bank sebagai pengganti uang tunai dan dapat dicairkan secara tidak tunai melalui pemindahbukuan ke rekening yang bersangkutan sesuai dengan tanggal yang tertera di dalam bilyet giro.
  12. Bank Konvensional : Bank yang beroperasi menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan dan berdasarkan kesepakatan umum, seperti adat, kebiasaan, kelaziman yang dapat berbentuk Bank Umum dan BPR.
  13. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : Nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya
  14. Agunan : Jaminan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.
  15. ATM (Anjungan Tunai Mandiri) : Sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia.
  16. PIN (Personal Identification Number) : Kode rahasia yang diberikan pihak Bank kepada nasabahnya, sehingga nasabah memiliki kewenangan untuk bertransaksi.
  17. Mobile Banking : Sebuah sistem layanan dari sebuah lembaga keuangan seperti Bank untuk melakukan sejumlah transaksi keuangan yang dapat diakses langsung oleh nasabah melalui perangkat mobile seperti telepon seluler.
  18. SMS Banking : Layanan yang disediakan oleh Bank yang menggunakan sarana SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan.
  19. Internet Banking : Salah satu pelayanan jasa Bank yang memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet, dan bukan merupakan Bank yang hanya menyelenggarakan layanan perbankan melalui internet.
  20. Call Center : Layanan perbankan elektronik 24 jam melalui telepon yang dapat diakses dari seluruh tempat di Indonesia dan luar negeri. 
  21. Uang muka : Sejumlah uang yang dibayarkan terlebih dahulu untuk pembelian barang dengan cara pembiayaan/angsuran. 
  22. Pokok utang : Harga barang dikurangi uang muka. 
  23. Total utang : Pokok utang ditambah bunga/marjin.
  24. Term Life Insurance (Asuransi Jiwa Berjangka) : Memberikan manfaat kematian jika Tertanggung meninggal dalam suatu jangka waktu tertentu. 
  25. Whole-Life Insurance (Asuransi Jiwa Seumur hidup) : Memberikan pertanggungan asuransi jiwa seumur hidup bagi Tertanggung dan juga memiliki unsur tabungan. 
  26. Endowment Insurance (Asuransi Jiwa Dwiguna) : Memberikan manfaat polis yang dibayar pada saat Tertanggung meninggal atau pada tanggal yang ditentukan jika Tertanggung masih hidup sampai tanggal tersebut. 
  27. Marine Cargo Insurance : Suatu bentuk asuransi yang menjamin kerugian keuangan akibat kerusakan/ hilangnya cargo yang sedang/selama proses pengangkutan. 
  28. Asuransi Kebakaran : Suatu asuransi atau pertanggungan yang memberikan jaminan atas kerugian dan /atau kerusakan pada harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan yang ditimbulkan atau disebabkan oleh adanya Kebakaran yang dijamin dalam polis. 
  29. Asuransi Kendaraan Bermotor : Pertanggungan kerugian atau kerusakan bermotor. Jenis asuransi ini sebetulnya sama dengan asuransi kebakaran, yang objeknya adalah kerugian atau kerusakan atas harta benda, hanya di sini harta bendanya berupa kendaraan bermotor.
  30. Asuransi Kecelakaan Diri : Suatu asuransi atau pertanggungan yang memberikan jaminan atau proteksi atas Kematian , Cacat Tetap , Cacat Sementara dan atau biaya Perawatan atau Pengobatan yang ditimbulkan sebagai akibat adanya kecelakaan, kecelakaan mana harus datang secara tiba-tiba, dari luar, dengan kekerasan, tidak dikehendaki atau disengaja, terlihat, langsung dan satu-satunya, menimbulkan luka badani, luka-badani mana dapat ditentukan letak dan sifatnya oleh ilmu kedokteran. 
  31. Asuransi Kesehatan : Merupakan salah satu jenis produk asuransi yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau perawatan para nasabah asuransi tersebut apabila mereka mengalami gangguan kesehatan atau mengalami kecelakaan. Secara garis besar ada dua jenis perawatan yang ditawarkan oleh perusahaanperusahaan asuransi, yaitu rawat jalan dan rawat inap. 
  32. Asuransi Tanggung Gugat Pihak Ketiga/Comprehensive General Liability : Adalah pertanggungan yang memberikan jaminan kepada tertanggung terhadap tuntutan pihak ketiga dimana tertanggung bersalah secara hukum. 
  33. Burglary : Adalah suatu tindakan pencurian yang dilakukan disertai dengan adanya unsur kekerasan terhadap Property atau pengrusakan.
  34. Kredit Gadai : Kredit untuk usaha atau untuk konsumtif dengan menjaminkan perhiasan emas/emas lantakan/ berlian/barang elektronik dan atau kendaraan bermotor dimana jaminan-jaminan tersebut disimpan/dikuasai oleh Pegadaian. 
  35. Kredit Mikro : Kredit micro untuk usaha produktif dengan jaminan berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) sehingga kendaraan masih digunakan untuk kegiatan usaha atau jaminan lapak/kios yang diijinkan oleh negara. 
  36. Nilai Ekonomis : Nilai yang ada pada sebuah barang yang dapat diperhitungkan dan mempunyai harga pasar yang telah disepakati di sebuah daerah.
  37. Perusahaan Sekuritas : Perusahaan yang kegiatan usahanya menyediakan jasa perantara transaksi surat berharga. 
  38. Manajer Investasi : Perusahaan yang kegiatan usahanya menyediakan jasa pengelolaan investasi pada surat berharga. 
  39. Surat berharga : Surat pengakuan utang dan surat kepemilikan atas suatu perusahaan. 
  40. Dividen : Bagian keuntungan dari perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham suatu perusahaan. 
  41. Kupon : Bunga atas surat atas pengakuan utang yang diberikan kepada pemegang obligasi suatu perusahaan maupun pemerintah.
  42. Muamalah : Hal-hal yang temasuk urusan kemasyarakatan (pergaulan, perdata, usaha, dan sebagainya) 
  43. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) : Bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 
  44. Nisbah : Proporsi bagi hasil antara nasabah dan bank syariah, untuk akad Mudharabah atau Musyarakah. 
  45. Murabahah : Perjanjian jual beli antara bank dengan nasabah. Dalam hal ini, bank syariah membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan keuntungan yang disepakati antara nasabah dan bank syariah. 
  46. Musyarakah : Bentuk kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu. Masing-masing pihak memberikan kontribusi dana sesuai proporsi. Pendapatan atau keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan antara para pihak, sedangkan kerugian akan dibagikan menurut proporsi dana. 

Pengertian Industri Pariwisata, Ciri-Ciri, Ruang Lingkup dan Contohnya

Pengertian Industri Pariwisata

Industri Pariwisata dapat diartikan sebagai sehimpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh mereka yang melakukan perjalanan wisata.

Menurut UNWTO (United Nations World Tourism Organiation) dalam the International Recommendations for Tourism Statistics 2008, Industri Pariwisata meliputi; Akomodasi untuk pengunjung, Kegiatan layanan makanan dan minuman, Angkutan penumpang, Agen Perjalanan Wisata dan Kegiatan reservasi lainnya, Kegiatan Budaya, Kegiatan olahraga dan hiburan. 

UNWTO merupakan Badan Kepariwistaan Dunia dibawah naungan PBB. Menurut Undang-Undang Pariwisata no 10 tahun 2009, Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.

Ciri-ciri Industri Pariwisata

1. Tidak dapat disimpan

Barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan pariwisata pada umumnya bersifat mudah rusak dan tidak dapat disimpan untuk kemudian dijual kembali keesokan hari.

2. Tidak dapat dipindahkan

Wisatawan atau pengguna barang dan jasa pariwisata tidak dapat membawa produk wisata kepada pelanggan tetapi pelanggan itu sendiri yang harus mengunjungi atau datang sendiri untuk dapat menikmati produk wisata itu. Contohnya untuk melihat keindahan Candi Prambanan, pengunjung harus mengunjungi langsung objek wisata tersebut.

3. Produksi dan proses konsumsi terjadi atau berlangsung bersamaan

Wisatawan maupun pengunjung yang akan menikmati produk wisata harus datang ke tempat proses produksi sedang berlangsung tanpa keberadaan pembeli untuk mempergunakan atau menikmati jasa-jasa tersebut tidak akan terjadi produksi.

4. Tidak ada standar ukuran yang pasti atau objektif

Karena dibuat untuk memenuhi dan keinginan pengunjung maupun wisatawan yang beragam, umumnya produk wisata dibuat dan dijual dengan variasi yang beraneka. Produk wisata memiliki keragaman jenis dan harga yang ditentukan oleh bermacam-macam faktor seperti : musim, dan status sosial pembeli.

5. Pelanggan tidak dapat mencicipi produk itu sebelumnya

Pembeli harus datang sendiri ke tempat proses produksi barang dan jasa pariwisata berlangsung sehingga mereka tidak akan dapat mengetahui kondisi produk tersebut secara nyata karena hanya mengetahui melalui brosur dan media promosi lainnya.

6. Pengelolaan produk wisata mengandung resiko besar

Usaha pariwisata memerlukan investasi yang sangat besar sedangkan permintaan sangat peka terhadap perubahan kondisi ekonomi, politik, keamanan dan sikap masyarakat sehingga perubahan-perubahan tersebut akan menimbulkan pengurangan permintaan apalagi hal ini terjadi secara terus menerus akan mengakibatkan goyahnya sendi-sendi investasi.

Ruang Lingkup Industri Pariwisata

Ruang lingkup industri pariwisata menyangkut berbagai sektor ekonomi. Adapun aspek-aspek yang tercakup dalam industri pariwisata antara lain:

1. Restoran

Di dalam bidang restoran, perhatian antara lain dapat diarahkan pada kualitas pelayanan, baik dari jenis makanan maupun teknik pelayanannya. Di samping itu, dari segi kandungan gizi, kesehatan makanan dan lingkungan restoran serta penemuan makanan-makanan baru dan tradisional baik resep, bahan maupun penyajiannya yang bias dikembangkan secara nasional, regional, bahkan internasional.

2. Penginapan

Penginapan atau home stay yang terdiri dari hotel, motel, resort, , kondominium, time sharing, wisma-wisma dan bed and breakfast, merupakan aspekaspek yang dapat diakses dalam pengembangan bidang kepariwisataan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penginapan ini dapat berupa; strategi pemasaran, pelayanan saat penginapan, integrasi dan restoran atau biro perjalanan, dan sebagainya. Penelitian juga dapat diarahkan pada upaya memperkecil limbah dari industry pariwisata tersebut.

3. Pelayanan perjalanan

Pelayanan perjalanan ini meliputi biro perjalanan, paket perjalanan (tour wholesalers), perusahaan incentive travel dan reception service.

4. Transportasi

Transportasi ini dapat berupa sarana dan prasarana angkutan wisata seperti mobil/bus, pesawat udara, kereta api, kapal pesiar, dan sepeda.

5. Pengembangan Daerah Tujuan Wisata

Daerah tujuan wisata dapat berupa penelitian pasar dan pangsa, kelayakan kawasan wisatawan, arsitektur bangunan, dan engineering, serta lembaga keuangan.

6. Fasilitas Rekreasi

Meliputi pengembangan dan pemanfaatan taman-taman Negara, tempat perkemahan (camping ground), ruang konser, teater, dan lain-lain.

7. Atraksi wisata

Meliputi taman-taman bertema, museum-museum, hutan lindung, agrowisata, keajaiban alam, kegiatan seni dan budaya, dan lain sebagainya.

Contoh Industri Pariwisata

  • Agen travelUsaha yang melakukan perencanaan kegiatan perjalanan dari awal hingga pulang kembali.
  • Agen tiketUsaha yang melakukan penjualan tiket yang dilakukan secara online.
  • Sewa kendaraanUsaha yang melakukan penyewaan terhadap penyewaan kendaraan dalam rangka melakukan kegiatan pariwisata.
  • Produksi kerajinanUsaha yang membuat kerajinan tangan khas daerah yang melakukan penjualan produknya pada lokasi pariwisata.
  • Tour guideUsaha yang menemani wisatawan untuk melakukan perjalanan di wilayah wisata.
  • HotelUsaha yang menawarkan lokasi untuk tinggal dalam waktu tertentu.

Hanya Dengan Foto! Aplikasi Android Ini Bisa Menjawab Soal dan Tugas Sekolah

Infoteknikindustri.com - Pernah pusing mengerjakan tugas sekolah atau Pekerjaan Rumah (PR) kalian? Bingung mau bertanya dengan siapa? Pastinya pada Google dong (Think With Google), karena Google memang selalu tahu. Termasuk juga tugas pekerjaan rumah kalian.

Di zaman serba mudah ini, apasih yang nggak bisa dilakuin? Kayaknya, apapun bisa dilakukan termasuk mengerjakan tugas dengan cepat. Setelah sukses dengan mesin pencarinya, Google kini mulai eksis dengan memberikan solusi tentang pencarian gambar. Tentunya dengan solusi ini akan lebih mudah ketika kita ingin mencari dengan gambar, termasuk mencari tugas sekolah dengan sederet rumus rumit. Hanya dengan foto, kita akan mendapatkan jawaban. Mudah bukan?

Bagi pelajar, aplikasi ini hukumnya wajib untuk kalian install. Karena aplikasi ini sangatlah membantu kita dalam melakukan pencarian. Termasuk juga mengerjakan tugas dengan cepat.

Soal apa saja yang bisa dijawab oleh aplikasi ini? Berbagai macam soal dapat dijawab oleh aplikasi ini. Mulai dari soal biasa (teks) seperti bahasa Indonesia atau yang lainnya, sampai soal yang rumit seperti matematika ataupun fisika. Hanya dengan jepret atau memasukkan gambar, langsung mendapatkan jawaban. Dijamin, aplikasi ini sangat canggih.

Mau tahu aplikasinya apa? Berikut ini adalah aplikasi yang dapat menjawab tugas kalian hanya dengan foto.

Google Lens (Gratis)

Aplikasi ini dapat kalian download dan install tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun alias gratis. Aplikasi ini diluncurkan oleh Google LLC dan dirilis pada tanggal 4 Juni 2018 dan telah didownload oleh lebih dari 100 Juta orang dan akan terus bertambah.

Google Lens Bukan hanya bisa menjawab soal saja. Jika kalian malas mengetik dan ingin mengubah gambar kalian menjadi tulisan. Aplikasi ini bisa kalian gunakan. Untuk lebih tahu tentang aplikasi ini silahkan kalian baca dibawah ini.

Baca Juga : Apa Itu Aplikasi Google Lens?

Oke, langsung saja cara menggunakan aplikasi Google Lens untuk menjawab tugas sekolah. Caranya mudah kok.

Menjawab Tugas Sekolah Dengan Foto Menggunakan Google Lens

1. Download Aplikasi Google Lens di Playstore kalian

2. Buka Google Lens Lalu Pilih Pekerjaan Rumah

3. Selanjutnya posisikan kotak kamera yang tersedia dengan soal yang ingin kalian cari, lalu atur kotak tersebut sesuai dengan soal yang ingin kalian cari

4. Maka akan muncul jawaban dari berbagai macam situs Google

5. Jika beruntung kalian akan menemukan jawaban kalian

Cara Mudah Hapus Akun Google di HP Android Terbaru

Setiap orang yang memiliki HP Android pasti memiliki Akun Google. Hal ini berguna sebagai identitas bahwa Handphone ini milik kita. Selain itu, kebanyakan aplikasi zaman sekarang juga mewajibkan kita untuk mendaftar dengan akun Google. Manfaat lain dari akun google yang kita masukkan pada HP juga dapat membantu jika suatu saat kita kehilangan Handphone kesayangan kita.

Buat kalian yang memiliki mobilitas yang tinggi di dunia maya, memiliki akun Google yang banyak bukanlah hal yang baru. Terkadang dalam satu HP android bisa saja memiliki lebih dari 10 Akun Google adalah hal yang wajar.

Permasalahan lain yang membuat akun Google kita menumpuk juga bisa disebabkan karena ada teman yang numpang memasukkan akun Google di HP kita. Entah untuk membuka aplikasi ataupun email. Sehingga membuat akun Google di HP kita menumpuk dan menjadi kebanyakan, dan rasanya ingin sekali untuk menghapusnya.

Buat kalian yang memiliki masalah dengan akun Google yang menumpuk dan banyak atau ingin menghapus akun google dari HP Android, berikut ini cara hapus akun google di HP Android.

Cara Hapus Akun Google Di HP Android

Secara umum, kebanyakan HP Android tipe sekarang, untuk menghapus akun Google memiliki cara yang sama. Yaitu dengan cara masuk ke Akun dan Sinkronasi. Berikut ini cara hapus akun google di Android :

1. Buka pengaturan

Langkah pertama silahkan buka pengaturan HP kalian.

2. Pilih Akun dan Sinkronasi

Kemudian pilih akun dan sinkronasi. HP Android memiliki penamaan berbeda-beda antara satu sama lain. Cari lah inti dari masalah kita yaitu akun dan sinkronasi.

3. Lalu Pilih Google

Kemudian pilih akun yang ingin kalian hapus. Selain akun Google, kalian menghapus sinkronasi aplikasi lain dari sana.

4. Kemudian Hapus Akun Google Yang Ingin Kalian Pilih

Langkah terakhir, kemudian pilih akun Google yang ingin kalian hapus lalu klik hapus akun Google.

Sekian tips dari admin. Semoga dapat membantu menyelesaikan masalah kalian.

Berbagi Pengalaman dan Tips Lolos PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)

Pengertian PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) adalah salah satu karya ilmiah yang diadakan setiap tahun oleh Dikti guna mengasah kreativitas mahasiswa dalam hal menulis, berpikir sistematis serta memecahkan masalah lewat karya tulis secara kreatif. PKM menjadi salah satu ajang bergengsi yang tidak boleh dilewatkan bagi mahasiswa. Tak heran, program ini selalu diminati oleh mahasiswa sampai-sampai banyak instansi perguruan tinggi yang mewajibkan mahasiswanya untuk ikut serta dalam program ini.

Sejarah PKM

PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditlitabmas Ditjen Dikti. Sedangkan Pekan Imiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang dilaksanakan pada tahun 2002 adalah PIMNAS-I kegiatan PKM. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana, yaitu PKM. 

Sebelumnya, pada tahun 1997 Ditlitabmas sudah menginisiasi kegiatan khusus bagi mahasiswa, yaitu Karya Alternatif  Mahasiswa, KAM yang digabungkan bersama Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi, PPBKPT. KAM kemudian tumbuh menjadi cikal bakal PKM. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap, tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.

Sampai saat ini, program PKM terdiri 8 Bidang, dari diantaranya adalah

  1. PKM-P
  2. PKM-K
  3. PKM-M
  4. PKM-T
  5. PKM-KC
  6. PKM-AI
  7. PKM-GT
  8. PKM-GFK

PKM-P

Bertujuan untuk mengungkap hubungan sebab-akibat, aksi-reaksi, rancang bangun, perilaku sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan atau budaya baik dalam aspek eksperimental maupun deskriptif. Mengingat sifat dan metode program yang berbeda maka PKM-P dikelompokkan menjadi PKM-Penelitian Eksakta (PKM-PE) dan Sosial Humaniora (PKM-SH).
PKM-PE meliputi penelitian yang mengungkap hubungan sebab-akibat, aksireaksi, rancang bangun, eksplorasi, materi alternatif, desain produk atraktif, blue print dan sejenisnya atau identifikasi senyawa kimia aktif. 
PKM-PSH meliputi penelitian yang mengungkap hubungan sebab-akibat, penelitian deskriptif tentang perilaku sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan atau budaya masyarakat baik terkait dengan kearifan lokal maupun perilaku kontemporer.

PKM-K

Bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menghasilkan komoditas unik serta merintis kewirausahaan yang berorientasi pada profit. Namun, dalam hal ini, PKMK lebih mengutamakan keunikan dan kemanfaatan komoditas usaha (ada muatan intelektual) daripada profit. Pelaku utama PKMK adalah mahasiswa, sementara pihak lainnya hanya sebagai faktor pendukung.

PKM-M

Bertujuan untuk menumbuhkan empati mahasiswa kepada persoalan yang dihadapi masyarakat melalui penerapan iptek kampus yang menjadi solusi tepat bagi persoalan atau kebutuhan masyarakat yang tidak berorientasi pada profit. Direkomendasikan agar PKM-M merupakan respon persoalan yang disampaikan masyarakat dan bukan inisiatif mahasiswa. PKM-M memerlukan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama antara Pengusul dan kelompok masyarakat calon mitra. Dalam hal ini bukan Kepala Desa atau RT/RW tetapi kelompok yang akan memperoleh manfaat program. Surat termaksud disertakan dalam Lampiran proposal.

PKM-T

Bertujuan untuk membuka wawasan iptek mahasiswa terhadap persoalan yang dihadapi dunia usaha (usaha mikro sampai perusahaan besar) atau masyarakat yang berorientasi pada profit seperti bidan yang memiliki Klinik Bersalin, petani, nelayan, pedagang jamu gendong, tukang becak dan lain-lain. Solusi iptek yang diimplementasikan dalam PKM-T harus merupakan respon persoalan prioritas yang disampaikan calon mitra. PKM-T mewajibkan adanya Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama antara Pengusul dan calon Mitra. Surat termaksud disertakan dalam Lampiran proposal.

PKM-KC

Bertujuan membentuk kemampuan mahasiswa mengkreasikan sesuatu yang baru dan fungsional atas dasar karsa dan nalarnya. Karya cipta tersebut bisa saja belum memberikan kemanfaatan langsung bagi pihak lain. PKM-KC tidak meniru produk eksisting baik di dalam maupun luar negeri, kecuali memodifikasi prinsip dan/atau fungsinya.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Pengalaman Lolos PKM

Bicara tentang PKM, teringat pertama kali admin menjadi mahasiswa baru, rasanya seperti sebuah keinginan yang besar dan cita-cita admin kala itu. Mulai dari buku bacaan, sampai beberapa seminar tentang trik lolos PKM admin simak dan ikuti dengan seksama. Keinganan lolos PKM itu timbul bukan karena alasan insentif yang cukup besar, tapi memang ajang ini bergengsi, rasanya seperti kita akan bangga jika kita mampu berpartisipasi ikut serta mengharumkan nama kampus kita di tingkat Nasional dan juga sebagai ajang pembuktian bahwa mahasiswa adalah agent of change lewat daya pikir dan kreativitas mereka.

Salah satu karya agar kita tidak hilang dalam sejarah adalah tulisan. Menulis merupakan cara terbaik untuk merekam sebuah kejadian di otak agar tidak hilang selama-lamanya. Salah satu tokoh pahlawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer pernah berkata, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah". Untuk itulah admin berbagi pengalaman tentang tips bagaimana lolos PKM hingga didanai oleh dikti. Semoga lewat tulisan ini dapat membangkitkan semangat teman-teman lewat karya tulis, khususnya PKM.

Sudah dua kali PKM admin lolos dan didanai oleh dikti. Beberapa kali lolos seleksi internal (seleksi universitas). Diantara yang lolos dan didanai dikti adalah Dua PKM-AI, sebagai anggota dan ketua. Dua PKM-KC (seleksi universitas) sebagai ketua dan anggota. 

Salah satu keunggulan PKM-AI dibanding PKM lain adalah kita tidak perlu repot-repot membuat laporan tentang progress, kita hanya perlu membuat tulisan PKM nya saja. Artinya, kita tidak bisa menuju PIMNAS. Output dari PKM ini hanyalah pendanaan.

Mungkin, prestasi ini tidak layak untuk disombongkan, barangkali di luar sana ada dan banyak yang memiliki prestasi lebih dari admin. Akan tetapi, sedikit dari mereka yang ingin membagikan ilmunya dan diturunkan kepada adik-adiknya, agar bisa bermanfaat bagi sesama.

Bicara tentang pengalaman dalam PKM, tentu hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah skema penulisan dan kreativitas bagaimana PKM itu dibuat, disini akan saya bagikan pengalaman lolos PKM dengan model tips dan trik supaya kalian juga bisa lolos PKM.

Tips Lolos PKM dan Didanai Dikti

1. Pikirkanlah Ide Yang Kreatif

Sesuai dengan namanya, hal pertama dalam penilaian ini adalah kreativitas kalian. Kreativitas kalian akan diuji lewat program ini, nah bagaimana cara kita agar kita tahu bahwa ide kita sudah kreatif atau belum? Caranya cukup mudah. Jika kalian sudah menemukan ide itu, tulislah di pencarian Google dan mulai mencari tahu, jika dirasa belum banyak disana, maka bisa dikatakan itu adalah kreatif. 

Lalu bagaimana jika kita belum menemukan ide kreatif itu? Caranya juga cukup mudah. Pikirkanlah sebuah permasalahan, pikirkanlah permasalahan itu, lalu kalian bisa menyelesaikan permasalahan itu dengan sederhana dan efisien.

2. Bacalah Panduan PKM Terbaru

Kesalahan pertama yang biasa admin temui adalah membaca dan menulis berdasarkan PKM lama. Hal ini sangatlah lumrah admin temui, padahal setiap tahunnya, format PKM itu berbeda-beda. Hal yang harus kalian perhatikan adalah membaca dan memahami buku panduan PKM terbaru. Hal ini hukumnya adalah wajib, jika kalian ingin lolos PKM. Bukankah kalian tidak mau, jika kalian merasa bahawa ide kalian sudah kreatif, akan tetapi PKM kalian tidak lolos hanya gara-gara format tidak sama? Maka, selain menulis, membaca juga perlu dilakukan.

3. Tulislah Sesuai Bidang Kalian

Selanjutnya, setelah kalian punya ide kreatif dan sudah membaca itu semua, pastikan bahwa ide kalian sudah relevan dengan bidang yang kalian kuasai. Usahakan jika kita memilih judul yang berpotensi lintas jurusan, maka kalian juga wajib merekrut orang yang sesuai dengan bidang itu. Meskipun kalian rasa kalian mahir dalam bidang tersebut akan tetapi hal ini sangat penting. Maka dari itu, jika dirasa judul kamu tidak relevan dengan jurusan kamu, maka carilah rekan yang relevan dengan judulmu.

4. Jangan Copas

Copy paste dalam artian ini bukan hanya format tulisan. Tetapi juga ide. Ide dan kreativitas menurut saya adalah penilaian yang penting. Ide yang kreatif bukan hanya dari permasalahan besar. Banyak yang bisa dijadikan sumber kreativitas kita dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Kalian tidak harus menemukan sesuatu yang baru, kalian bisa memodifikasi ide itu lalu menggantinya dengan bahan lain.

Baca Juga : Ide Aplikasi Android dan Website Yang Belum Pernah Ada

5. Tulislah Sesuai Format

Selanjutnya, tulislah sesuai dengan format yang sudah kalian baca. Tulislah jangan sampai terlewat. Selain judul, hal yang paling penting adalah kesesuaian format tulisan kalian dengan panduan yang sudah diberikan. Bacalah format berulang-ulang, lalu tulis PKM kalian. Kalian dapat membaca format di laman pedoman terbaru milik Dikti.

6. Tulislah Judul Semenarik Mungkin

Kemudian, tulislah judul semenarik mungkin. Bagaimana cara membuat judul yang menarik untuk PKM? Oke, akan admin paparkan.

a. Jelas dan Padat

Judul harus jelas dan padat. Usahakan langsung menggambarkan tema kalian.

b. Tidak Menimbulkan Makna Ganda

Judul tidak menimbulkan pertanyaan. Seperti halnya jika kalian membuat singkatan dalam judul, maka itu akan menimbulkan sebuah pertanyaan. Usahakan jangan menimbulkan makna ganda atau pertanyaan.

c. Informatif

Selain makna yang jelas, judul haruslah informatif atau menggambarkan sebuah kejelasan dari tema yang ditulis.

d. Menimbulkan Rasa Penasaran

Dalam dunia menulis berita, ini dinamakan klik bait. Akan tetapi, jangan gunakan kata-kata klik bait. Belajarlah dari judul berita, kenapa bisa menarik dan membuat orang memiliki rasa penasaran hingga orang-orang mengeklik berita tersebut.

e. Menggambarkan Isi Proposal

Judul yang kita tulis harus menggambarkan isi proposal kita. Jangan sampai judul melenceng dari tulisan kita.

f. Tidak Terlalu Panjang

Bisanya kita diberi batasan dalam membuat judul. Usahakan jangan sampai melebihi batas judul yang ditentukan.

Berikut ini akan admin paparkan 15 Judul PKM yang berhasil didanai Dikti tahun 2020 seluruhnya berasal dari jurusan admin (Teknik Industri) yang telah berhasil membawa kampus admin di peringkat 4 Nasional. Seperti terlihat pada gambar dibawah.



7. Cek Format

Langkah terakhir adalah cek format. Jangan berpikir bahwa tulisan kalian adalah tulisan yang paling baik sedunia. Berpikirlah sebaliknya. Lihatlah tulisan kalian, bacalah lagi. Sehingga kalian benar-benar yakin untuk mengirimkan.