Apa itu G20?


Halo kawan industri... Tahun ini mungkin kawan industri sering menemui pamflet, mmt atau baliho yang bertuliskan G20 di beberapa ruas jalan apalagi di instansi pemerintah yang notabene mensukseskan kegiatan G20. Mari kita mengulas dengan G20 itu. G20 atau yang biasa disebut Group of Twenty merupakan perkumpulan negara di dunia yang berjumlah 20 negara yang dibentuk dalam rangka mewujudkan stabilitas ekonomi dunia. G20 dibentuk atas dasar kondisi keuangan dunia yang mengalami krisis berat yang terjadi sekitar 1997 – 1999. Sebelum adanya perkumpulan G20 sebelumnya sudah ada perkumpulan negara yang terdiri dari tujuh negara atau yang disebut dengan G7. Perkumpulan G7 merupakan perkumpulan negara yang terdiri dari negara-negara ekonomi maju IMF Dunia, yaitu Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Jepang, Italia, Inggris, kanada. G20 dibentuk atas saran dari para menteri keuangan G7 dan setelah itu para menteri keuangan dan bank sentral negara G20 mulai mengadakan pertemuan dalam membahas respon pada krisis ekonomi yang terjadi. Singkat cerita setelah itu para menteri keuangan melaksanakan pertemuan rutin pada musim gugur. Singkat cerita pada tahun 2008 presiden AS, George W Bush mengundang pemimpin-pemimpin negara G20 pada KTT G20 pertama dan Amerika Serikat menjadi presidensi pertama pertemuan G20. G20 tidak memiliki sekretariat permanen namun pada proses dan sistem kerjanya memiliki tuan rumah atau presidensi yang ditetapkan pada KTT berdasarkan setiap pertemuan kawasan setiap tahunnya. Pada pertemuan G20 mendatang tahun 2022, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah KTT.

Lalu siapa anggota-anggota G20?

        Anggota di Group of Twenty adalah negara-negara G7 ditambah dengan G8 dan beberapa negara lainnya. Berikut adalah anggota negara-negara G20 adalah Negara-negara yang menjadi anggota perkumpulan G20 adalah Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Jepang, Italia, Inggris, kanada, Afrika Selatan, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Meksiko, Republik Korea, Rusia, China, Turki, dan Uni Eropa.

Apa yang dibahas pada G20?

        Pada setiap pertemuan, para negara sepakat membahas isu-isu sentral dan luas yang terjadi di dunia. Adapun fokus isu yang di bahas adalah

  • Geopolitik
  • Energi
  • Pembangunan
  • Kesetaraan Gender
  • Perubahan Iklim
  • Perdagangan
  • Anti Korupsi
  • Dan isu lain yang sedang menjadi perbincangan masing-masing negara.

Apa benefit yang didapat oleh Indonesia?

        Yaaps, seperti biasa setiap negara yang ikut andil pada perkumpulan negara-negara pasti memiliki tujuan atau maksud yang diinginkan. Lalu apa manfaat yang didapatkan oleh negara kita? Sebagai anggota forum G20, Indonesia mendapat manfaat dari perkembangan informasi dan pengetahuan awal pada perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang dihadapi, dan penerapan kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh negara maju sehingga menjadi acuan dan gambaran pada negara kita untuk menuju negara maju. Serta indonesia dapat memperjuangkan kepentingan nasionalnya dengan dukungan internasional lewat forum ini.

Kapan G20 diselenggarakan?

        Agenda pertemuan G20 dilaksanakan setiap tahunnya sejak pada tahun 2008 dimana tuan rumah pertama kali KTT G20 adalah Amerika Serikat. Sebelum KTT Presidensi dilakukan para menteri dan bank sentral masing-masing negara mengadakan beberapa pertemuan rutin dalam satu tahun untuk mensukseskan pada presidensi G20 yang akan mendatang. Indonesia merupakan tuan rumah presidensi G20 pada tahun 2022. Penyelenggaraan ini telah dimandatkan mulai tanggal 1 Desember 2021 sampai dengan 30 November 2022. Puncak kegiatan presidensi tahun 2022 diselenggarakan di Bali pada November mendatang.

Apa hubungannya G20 dengan industrialisasi di Indonesia?

        Pada presidensi G20 mendatang indonesia tentunya memiliki kepentingan dalam pertemuan dengan berbagai negara tersebut. Pertemuan itu menjadi sorotan oleh pemerintah kita dalam sektor industrialisasi. Dalam presidensi, pemerintah mengupayakan dalam terobosan pada aspek kesehatan sehingga akses terhadap industri farmasi dan alat kesehatan bisa meningkat dalam produksi dan distribusinya sehingga bisa memberikan dampak kepada masyarakat luas. Upaya ini dapat memacu kinerja daya saing sektor industri di tanah air dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Selain dalam aspek industri farmasi dan alat kesehatan, pemerintah juga mengangkat dalam transformasi digitali fabrikasi, dan transisi energi berkelanjutan atau ekonomi hijau melalui penerapa industri 4.0.

Apakah indonesia sudah mempersiapkan pada presidensi G20? Tentu saja sudah, Presidensi G20 merupakan pertemuan negara yang sangat bergengsi oleh sebab itu pemerintah sudah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan pada presidensi G20. Mari kita sebagai masyarakat Indonesia bersama dalam mensukseskan presidensi ini. Berbagai negara datang dan berkunjung di Indonesia, mari kita perlihatkan budaya dan lingkungan indonesia yang sangat beragam dan menarik untuk tidak dilewatkan begitu saja. Salam Industri.

Pengertian Green Supply Chain Management (GSCM)

Konsep Green Supply Chain Management adalah integrasi perspektif lingkungan ke dalam manajemen rantai pasokan termasuk desain produk, pemilihan dan pemilihan sumber bahan baku, proses pembuatan, pengiriman produk akhir ke konsumen, dan manajemen produk setelah habis masa berlakunya. Jadi dapat disimpulkan bahwa konsep peduli lingkungan didasarkan pada perspektif lingkungan, yaitu bagaimana mengurangi limbah dan dampak lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan rantai pasokan. Ini adalah aspek non-finansial jangka panjang yang penting terkait dengan lingkungan yang harus dipertimbangkan perusahaan dalam menjaga hubungan baik demi keberlanjutan kegiatan rantai pasokannya di masa depan.

Konsep dari GSCM merupakan manajemen rantai pasokan yang berhubungan dengan aspek lingkungan. Manajemen rantai pasokan yang berbasis green penting untuk diterapkan karena selama ini ukuran kinerja rantai pasokan biasanya tidak memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Isu rantai pasokan ramah lingkungan dipandang kritis bagi kesuksesan implementasi ekosistem industrial dan ekologi industrial. 

Green SCM juga menemukan definisinya dalam manajemen rantai pasokan, dimana menambahkan komponen “ramah lingkungan” ke manajemen rantai pasokan dan melibatkan pengaruh dan hubungan manajemen rantai pasokan dengan lingkungan alam. Di motivasi oleh pola pikir sadar akan lingkunga, ini juga bisa berasal dari motif daya saing dalam suatu organisas.

Literatur Green SCM yang ada menjadi tiga kategori besar berdasarkan  konteks masalah dalam rantai pasokan: literatur yang menyoroti pentingnya Green SCM; literatur tentang desain ramah lingkungan; dan literatur tentang operasi ramah lingkungan, seperti yang ditunjukan pada Gambar dibawah :

 

Gambar Classification Green SCM

Siklus penilaian produk/proses menjadi pertimbangan. Demikian pula, operasi yang ramah lingkungan melibatkan semua aspek operasional yang terkait dengan RL dan desain jaringan (pengumpulan; inspeksi/penyortiran; pra-pemrosesan; desain jarigan), manufaktur ramah lingkungan dan remanufakturing (kurangi; daur ulang; perencanaan dan penjadwalan produksi; manajemen inventaris; remanufaktur: re- penggunaan, pemulihan produk dan bahan) dan pengolahan limbah (pengurangan sumber; pencegahan polusi; pembungan).

Perbedaan Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dalam Menyusun Skripsi

Pengertian Metodologi Penelitian

Metodologi adalah ilmu-ilmu/cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas yang sedang dikaji.

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Maksud dari cara ilmiah adalah bahwa kegiatan penelitian bersandar pada ciri-ciri keilmuan, yakni rasional, sistematis dan empiris.

Rasional berarti kegiatan penelitian yang dilakukan masuk akal, sehingga dapat dijangkau dengan oleh penalaran manusia. Empiris, berarti cara atau langkah yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara atau langkah yang digunakan. Seistematis, berarti proses yang digunakan dalam penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.

Jenis-Jenis Metodologi Penelitian

Secara umum ada tiga metode penelitian yang umum digunakan terutama dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Ketiga metode penelitian itu terdiri dari, metode penelitian kuantitatif, metode penelitian kualitatif, dan metode penelitian kombinasi (mixed methods).

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Berdasarkan tujuan penelitiannya, penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki perbedaan yaitu:

  1. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripsikan realitas dan kompleksitas sosial.
  2. Sementara itu, penelitian kuantitatif bertujuan untuk menjelaskan hubungan antarvariabel, menguji teori, dan melakukan generalisasi atas objek penelitian.

Menurut (Musianto, 2002) Terdapat 15 Aspek yang membedakan penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Adapun Kelima belas aspek tersebut ialah sebagai berikut :

1. Aspek Pendekatan Metodologis

Pada pendekatan kuantitatif, jenis-jenis bidang pendekatan ialah eksperimen, hard data, empirik, positivistik, fakta nyata di masyarakat dan statistik, eksperimen, survai, interview terstruktur, dan seterusnya. Pada pendekatan kualitatif, jenis-jenis bidang pendekatan ialah etnografis, tugas lapangan, soft data, interaksionisme simbolik, naturalistik, deskriptif, pengamatan dengan keterlibatan peran, phenomenologik, data dokumenter, studi kasus, studi sejarah deskriptif, dan studi lingkungan kehidupan, observasi, review dokumen, partisipan observer dan story.

2. Aspek Konseptualisasi

Pada pendekatan kuantitatif, jenis-jenis konseptual kunci ialah variabel, validitas, reliable, signifikansi, hipotesis, replikasi, dan seterusnya. Pada pendekatan kualitatif, jenis-jenis konseptual kunci ialah: makna, akal sehat, pengertian, batasan situasi, fakta kehidupan sehari-hari, proses, kontruksi sosial, dan sebagainya. Pada umumnya pendekatan kunci berasal dari obyek penelitian alamiah dan biarlah apa adanya, jangan diintervensi, ataupun diubah.

3. Aspek Tokoh-tokoh Pelopornya

Pada pendekatan kuantitatif, tokoh-tokoh beraliran positivistik seperti Emile Durkhein, L. Guttman, Fred Kerlinger, Donald Cambell, dan Peter Rossi. Rata-rata beliau adalah ahli yang percaya pada ilmu pasti dan eksak dengan rumus-rumus kuantum yang kuat.  Pada pendekatan kualitatif, tokoh-tokoh beraliran Pragmatik seperti Max Weber, Charles Horton Cooley, Harold Garfinkel, Margaret Mead, Anselm Strauss, Herbert Blumer, Erving Goffman, George H. Mead, dan Burney Glaser. Kebanyakan dari mereka, walaupun ada yang ahli ilmu-ilmu eksak, ialah dari jenis jenis ilmu kemanusiaan misalnya kedokteran, psikologi, sosiologi, antropologi, ekonomi dan kebudayaan.

4. Aspek Orientasi Teoretik

Pada pendekatan kuantitatif dasar teorinya ialah struktural fungsional, positivisme, behaviorisme, logika empirik dan sistem teoritik. Mereka mengutamakan teori yang tersistematik, jelas dan pasti. Pada pendekatan kualitatif, dasar teoritiknya ialah simbolik interaksionisme, etnometodologi, phenomenologik, kebudayaan, dan sebagainya. Para kualitan ini mengutamakan bukan teori yang pasti atau mapan, mereka berteori tentang fenomena-fenomena manusia dari aspek simbol, etnik, dan seterusnya. Sesuatu yang dapat saja berubah, bahkan ada aliran ekstrim yang kualitatif dengan meniadakan teori dalam penelitian.

5. Aspek Jenis Ilmunya

Bidang ini agak terbaur dan berubah secara nuansa (range), artinya sulit untuk menspesifikan (koridor, kotak) ilmunya an sich. Namun kecenderungan ada ilmuilmu yang memiliki pendekatan ambivalen sekaligus. Kecenderungan kuantitatif terdapat pada ilmu-ilmu teknik, pasti dan alam, ekonomi, psikologi, sosiologi, computer science, dan seterusnya. Kecenderungan kuanlitatif terdapat pada ilmu-ilmu humaniora, sejarah, sosiologi, anthropologi, ilmu kebudayaan, dan seterusnya. Akhir-akhir ini ada ilmu yang memiliki pendekatan kedua-duanya seperti sosiologi, kedokteran, perilaku, ekonomi deskriptif, dan seterusnya.

6. Aspek Tujuan atau Target

Pada pendekatan kuantitatif arah dan fokus suatu penelitian ialah melalui uji teoritik, membangun atau menyusun fakta dan data, deskripsi statistik, kejelasan hubungan dan prediksi. Berarti tiap langkah mengutamakan aksioma, rumus, dan soal-soal penyelesaian dan mengatasi persoalan secara langsung. Pada pendekatan kualitatif arah dan fokus suatu penelitian ialah membangun teori dari data atau fakta, mengembangkan sintesa interaksi dan teori-teori yang dibangun dari fakta-fakta mendasar (grounded) mengembangkan pengertian, dan sebagainya. Berarti tiap langkah mengutamakan proses, apa adanya dan tanpa dibatasi normanorma, rumus, dan seterusnya.

7. Aspek Korelasi dengan Responden

Pada pendekatan kuantitatif diperlukan ukuran short term atau long term, jarak dengan yang diteliti, menilai sebagai peneliti penuh terhadap yang diteliti, dominasi pada peneliti, dan seterusnya. Mereka menghadapmukakan peneliti orang dan diteliti obyek dengan aneka ulah, aturan dan norma. Pada pendekatan kualitatif diperlukan hubungan yang sederajat dan tidak terbatas atau membedakan antara yang meneliti dan diteliti. Hubungan ialah emphatik, equilitarian, kontak yang intensif, interview mendalam, dan sebagainya. Mereka yang meneliti harus tenggelam atau sama derajat dengan yang diteliti. Bila perlu mereka berkedok sebagai informan rahasia di tengah penelitiannya. Mereka “penetrating” (menembus) di tengah masalahnya.

8. Aspek Instrumen dan Perlengkapan

Pada pendekatan kuantitatif, maka perlengkapan seperti kuesioner, inventories, komputer, indeks, pengukuran dari rumus-rumus, dan seterusnya. Jelas mereka menerapkan aplikasi teknik rumus dan kepastian. Pada pendekatan kualitatif, maka perlengkapan seperti tape recorder, audiovisual, dan seterusnya yang diperlukan. Mereka menganggap “The researcher is often the only instrument”.

9. Aspek Pendekatan terhadap Populasi

Pada pendekatan kuantitatif dipergunakan rechecking berupa kontrol, validitas, reification, obtrusiveness, dan seterusnya. Mereka mempergunakan kontrol yang Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian jelas dengan pengulangan proses menuju pada kebenaran tujuan penelitian. Pada pendekatan kualitatif dipergunakan time consuming, reduksi data, reliabilitias, dan seterusnya.

10. Aspek Desain

Pada pendekatan kuantitatif, mereka menginginkan disain yang terstruktur, terorganisasi, urut, bagan yang sistematik. “Design is a detailed plan of operation”. Pada pendekatan yang kualitatif, mereka menginginkan disain yang fleksibel, umum, dan muncul dengan sendirinya. “Design is a punch as to how to you might proceed”. Oleh karena itu disain pendekatan kualitatif tidak pernah uniform atau seragam.

11. Aspek Penggalian Data Lapangan

Pada pendekatan kuantitatif, penggalian data dilakukan melalui coding kuantitatif, perhitungan, pengukuran, dan statistik. Kesemuanya diaplikasikan pada patokan umum dan diukur dengan patokan tersebut, untuk dinyatakan pembuktian diterima atau ditolak. Pada pendekatan kualitatif, penggalian data dilakukan melalui deskripsi obyek dan situasi, dokumentasi pribadi, catatan lapangan, fotografis, istilah-istilah atau jargonjargon kerakyatan, dokumentasi resmi, dan sebagainya. Tidak ada patokan abash dari peneliti, semua proses dianggap absah asal itu terjadi benar-benar (empirik) dan patokan baru diadakan setelah semua peristiwa terjadi.

12. Aspek Pengambilan Sampel

Pada pendekatan kuantitatif, jumlah sampel harus terseleksi jelas, dengan cara acak, terstruktur, mana yang kelompok eksperimen dan mana yang kelompok kontrol. Sampel harus mewakili populasi (representatif). Pada pendekatan kualitatif, jumlah sampel tidak perlu besar, namun purposiveness, dapat berwujud sistem bola salju, analisis isi, historiografi, dan biographical evidence.

13. Aspek Analisa Data

Pendekatan kuantitatif memakai penyimpulan analisa data berdasar deduksi, kesimpulan dari suatu koleksi data, akhirnya dihitung melalui perhitungan statistik. Analisa data kuantitatif membentuk batasan yang diterima atau ditolak oleh teori yang telah ada. Pendekatan kualitatif memakai penyimpulan konsep, induktif, model, tematik, dan sebagainya. Analisa data kualitatif dapat membentuk teori dan nilai yang dianggap berlaku di suatu tempat.

14. Aspek Keabsahan Data

Pendekatan kuantitatif memakai kontrol berupa alat statistik, pengukuran, dan hasilhasil yang relevan dengan rumus yang berlaku. Pendekatan kualitatif memakai kontrol berupa negative evidence, triangulasi, kredibilitas, dependabilitas, transferabilitas, dan konfirmabilitas. Alat-alat pada pendekatan berupa aktivitas paska penelitian untuk lebih meyakinkan dengan mengulang pemeriksaan data, bertanya obyektif pada para ahli, hubungan-hubungan yang pasti, kepercayaan yang berulang-ulang mempola, dan seterusnya.

15. Aspek Penulisan Laporan

Pendekatan kuantitatif menulis laporan menurut bagan formal tetap, isi yang tetap, lengkap dan merupakan hasil laporan dan hasil uji dengan perhitungan dari lapangan penelitian yang empirik. Pendekatan kualitatif menulis laporan menurut logika penulis dalam urutan laporannya. Isi tidak menurut formalitas yang tetap, namun berupa rangkaian stories yang dapat dipertanggungjawabkan oleh peneliti, terdiri dari story dengan penulisan yang dapat saja saling tumpang tindih namun bermakna.

Pengertian Peramalan, Metode Peramalan, Materi Peramalan

Menurut (Indriastiningsih dan Darmawan, 2019) peramalan merupakan suatu aktivitas untuk memperkirakan beberapa kebutuhan dimasa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa. Dengan menggunakan data permintaan pada periode sebelumnya yang akan menjadi dasar peramalan yang diperlukan oleh setiap perusahaan untuk merencanakan jumlah produksi yang akan datang, peramalan juga mempunyai peranan langsung terhadap pengambilan keputusan. Menurut (Mamat et al., 2019) peramalan merupakan alat penting dalam proses perencanaan untuk efektivitas dan efisiensi untuk mengetahui situasi di masa depan.

Adapun menurut (Sarvanan, 2019) faktor-faktor yang mempengaruhi peramalan untuk suku cadang diantaranya adalah :

  1. Ragam produk – Jika variasi produk tinggi maka pengelompokan permintaan bisa dilakukan.
  2. Tingkat persaingan – Permintaan pasar yang kompetitif membuat peramalan akan sulit untuk diperkirakan.
  3. Harga jual produk – Harga dan penjualan produk harus dipertimbangkan dalam peramalan.
  4. Kemajuan teknologi – Peramalan produk baru akan lebih sulit daripada produk yang sudah ada.
  5. Lead time pemasok – Waktu yang dibutuhkan oleh pemasok untuk mengirim produk.
  6. Waktu transportasi – Waktu yang dibutuhkan oleh divisi suku cadang menuju ke pelanggan.
  7. Populasi mesin – Penjualan suku cadang secara langsung sebanding dengan volume penjualan.
  8. Rentang ramalan – Keakuratan peramalan tergantung pada periode rentang waktu.

Jenis – Jenis dan Kegunaan Peramalan

Menurut (Heizer dan Render, 2011) menyatakan bahwa peramalan dapat diklasifikasikan berdasarkan horizon waktu masa depan yang dilingkupinya. Horizon waktu tersebut yaitu:

  1. Peramalan Jangka Pendek (Short-range Forecast) : dimana jangka waktu peramalan ini hingga satu tahun, tetapi umumnya kurang dari tiga bulan, yang digunakan untuk merencanakan pembelian, jumlah tenaga kerja, penugasan kerja, penjadwalan kerja dan tingkat produksi.
  2. Peramalan Jangka Menengah (Medium-range Forecast) : dimana jangka waktu peramalan ini mencakup hitungan bulan hingga tiga tahun,  yang digunakan untuk merencanakan penjualan, anggaran kas, perencanaan dan anggaran produksi serta menganalisis bermacam macam rencana operasional.
  3. Peramalan Jangka Panjang (Long-range Forecast) : dimana jangka waktu peramalan ini umumnya untuk perencanaan tiga tahun atau lebih. Peramalan jangka panjang digunakan untuk merencanakan produk baru, lokasi, pembelanjaan modal, serta penelitian dan pengembangan.

Sedangkan jenis peramalan secara umum terdapat dua menurut (Heizer dan Render, 2011) yaitu:

  1. Peramalan Kualitatif : dimana peramalan ini menggabungkan faktor seperti emosi, pengalaman pribadi dan sistem nilai pengambil keputusan untuk meramal.
  2. Peramalan Kuantitatif : dimana peramalan ini menggunakan model matematis yang beragam dengan menggunakan data masa lalu dan variabel sebab akibat untuk meramalkan pemintaan.

Tipe dalam Peramalan

Menurut (Heizer dan Render, 2011) terdapat tiga tipe yang digunakan dalam kegiatan peramalan untuk merencanakan proses operasi di masa depan, yaitu:

  1. Peramalan Ekonomi (Economic Forecasts), yaitu peramalan yang digunakan untuk memprediksi tingkat inflasi (inflation rates), persediaan uang (money supplies), housing starts (indikator yang mencatat jumlah proyek pembangunan baru), dan perencanaan indikator lainya.
  2. Peramalan Teknologi (Technological Forecast), yaitu peramalan yang berkaitan dengan tingkat kemajuan teknologi, produk baru, kebutuhan fasilitas dan peralatan baru.
  3. Peramalan Permintaan (Demand Forecast), yaitu peramalan yang digunakan untuk memprediksi permintaan perusahaan baik produk maupun jasa. Berkaitan perencanaan penjualan, perencanaan keuangan, perencanaan pemasaran dan perencanaan karyawan.

Karakteristik Peramalan

Menurut (Sinulingga, 2009) terdapat empat elemen yang disebut sebagai karakteristik peramalan yang baik, yaitu:

1.    Ketelitian

Sasaran pertama dalam peramalan adalah mendapatkan hasil peramalan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Terdapat dua ukuran yang digunakan yaitu penyimpangan (bias) dan konsistensi (consistency). Penyimpangan terjadi apabila hasil peramalan memperlihatkan secara terus menerus angka yang tinggi atau rendah. Konsistensi berkaitan dengan ukuran atau besarnya error.

2.    Biaya

Semakin banyak item yang akan diramalkan dan semakin tinggi tingkat ketelitian yang diinginkan makin besar pula biaya yang dibutuhkan. Oleh karena itu perlu dilakukan trade-off antara tingkat akurasi yang dibutuhkan dengan besarnya biaya yang dikeluarkan.

3.    Respon

Sistem peramalan haruslah stabil dalam arti, apabila tingkat permintaan menunjukkan berubah maka hasil peramalan juga harus menunjukan perubahan. Hasil peramalan akan sangat buruk apabila dalam situasi nyata memiliki kenaikan permintaan akan tetapi hasil dari peramalan tidak menunjukan kenaikan permintaan.

4.    Kesederhanaan

Metode peramalan yang lebih sederhana selalu lebih diinginkan dibandingkan dengan metode peramalan yang rumit karena mudah dipahami, dirancang dan digunakan. Namun pilihan yang terbaik ialah harus sesuai dengan sasaran penggunanya.

Metode dalam Peramalan

Menurut (Rusdiana, 2014) adapun yang perlu diperhatikan dari penggunaan metode peramalan ditentukan oleh perbedaan atau penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi. Menurut sifatnya, peramalan dibagi menjadi dua metode yaitu kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif didasari pada pengamatan kejadian pada masa lampau dan digabung dengan pemikiran penyusunnya. Sedangkan metode kuantitatif didasari oleh pengamatan nilai-nilai sebelumnya. Secara umumnya metode dalam peramalan dapat dilihat pada Gambar 2.1

Gambar 2.1 Taksonomi Peramalan

Adapun penjelasan dari keseluruhan metode peramalan diatas, yaitu:

1.    Metode Kualitatif

Peramalan kualitatif umumnya memiliki sifat subjektif yang dipengaruhi oleh intuisi, emosi, pendidikan dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, hasil peramalan antara saorang dengan yang lain akan berbeda. Berikut ini merupakan metode yang digolongkan sebagai model peramalan kualitatif (Rusdiana, 2014) terdapat 5 metode kualitatif diantaranya adalah:

a.    Metode Delphi

Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Rand Corporation pada tahun 1950-an. Adapun tahap-tahap yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:

  1. Menentukan pakar sebagai partisipan. Dalam menentukan pakar, sebaiknya bervariasi dari latar belakang disiplin ilmu yang berbeda.
  2. Melalui kuisioner (atau email), diperoleh dari peramalan seluruh partisipan.
  3. Menyimpulkan hasil, kemudian mendistribusikan kembali pada seluruh partisipan dengan pertanyaan yang baru.
  4. Menyimpulkan kembali hasil revisi peramalan dan kondisinya, kemudian dikembangkan dengan pertanyaan yang baru.

b.    Metode Dugaan Manajemen (Management Estimate)

Metode ini cocok digunakan dalam situasi yang sangat sensitif terhadap intuisi dari sekelompok kecil orang yang mampu memberikan opini kritis dan relevan. Teknik ini akan dipergunakan dalam situasi ketika tidak ada alternatif lain dari model peramalan yang diterapkan.

c.    Metode Riset Pasar (Market Research)

Riset pasar merupakan metode peramalan berdasarkan hasil survei pasar. Metode ini menjaring informasi berkaitan dengan rencana pembelian konsumen pada masa yang akan datang.

d.   Metode Kelompok Terstruktur (Structured Group Methods)

Metode kelompok terstruktur (structured group methods) sama seperti metode Delphi dan metode lainnya. Perbedaannya terletak pada, metode kelompok terstruktur opini dari orang ahli diminta secara terpisah dan tidak boleh secara berunding. Hal ini dilakukan untuk menghindari pendapat yang bias dari pengaruh kelompok.

e.    Metode Analogi Historis (Historical Analogy)

Metode analogi historis merupakan teknik peramalan berdasarkan pola data masa lalu dari produk-produk yang disamakan dengan analogi. Misalnya, peramalan pengembangan pasar televisi yang menggunakan model televisi hitam putih atau televisi berwarna biasa. Dengan demikian apabila terdapat hubungan yang dapat menggantikan produk tersebut dari pasar, metode ini akan sangat baik untuk digunakan.

2.    Metode Kuantitatif

Pada umumnya, metode peramalan kuantitatif adalah peramalan formal yang menggunakan model matematis dan data masa lalu untuk memproyeksikan kebutuhan di masa yang akan datang (Sinulingga, 2009). Menurut (Rusdiana, 2014) metode kuantitatif dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

a. Metode Peramalan Time Series adalah metode dalam peramalan yang menggunakan analisis pola hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel waktu. Terdapat empat komponen utama yang mempengaruhi analisis metode time series, yaitu:

1)      Pola Trend

Trend ini merupakan sifat dari permintaan yang cenderung untuk naik atau turun terus-menerus. Pola data trend ini dapat diilustrasikan pada Gambar 2.2

Gambar 2.2 Pola Data Trend

2)      Pola Siklus

Trend ini merupakan sifat permintaan yang berulang secara periodik. Komponen siklis ini sangat berguna dalam peramalan jangka menengah. Pola data siklis ini dapat diilustrasikan pada Gambar 2.3

Gambar 2.3 Pola Data Siklus

3)      Pola Musiman

Trend ini merupakan fluktuasi permintaan suatu produk yang dapat naik maupun turun disekitar garis trend dan biasanya berulang setiap tahun. Pola naik dan turun ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor cuaca, musim libur, hari raya. Pola musiman dapat diilustrasikan pada Gambar 2.4

Gambar 2.4 Pola Data Musiman

4)      Pola Horizontal

Pola data horizontal akan terjadi apabila nilai data berada di sekitar nilai rata-rata. Pola data horizontal dapat diilustrasikan pada Gambar 2.5

Gambar 2.5 Pola Data Horizontal

b. Metode Peramalan Kausal adalah peramalan yang mengasumsikan faktor yang diperkirakan menunjukan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa variabel bebas (independent). Bagian dari metode peramalan kausal diantaranya adalah :

1)      Metode Regresi dan Korelasi

Menurut (Rusdiana, 2014) menyatakan bahwa Regresi adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang lain. Variabel yang pertama disebut dengan istilah variabel variabel bebas atau variabel independent (variabel X). Variabel kedua adalah variabel yang terikat atau variabel dependent (variabel Y). Sedangkan korelasi adalah mengukur suatu tingkat kekuatan hubungan kedua variabel tersebut.

Contoh persamaan regresi pada persamaan 1:

Y = variabel terikat (dependent)

X = variabel bebas (independent)

Angka 2 pada persamaan (1) adalah intersep.

2)      Metode Ekonometrik

Metode ekonometrik adalah metode peramalan yang menggunakan gabungan dari teori eknomi, matematika dan statistika. Model ekonometrik terdiri dari dua golongan variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat, akan tetapi jumlah variabel bebas tidak hanya satu, tetapi boleh lebih dari satu variabel.

Langkah – Langkah Peramalan

Pada dasarnya ada beberapa langkah penting dalam peramalan menurut (Mehaninda, 2018) yaitu: 

  1.  Menganalisa data masa lalu untuk mengetahui pola data pada masa lalu. 
  2. Menentukan data yang dipergunakan.
  3. Menentukan metode peramalan. 
  4. Data masa lalu diproyeksikan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi menggunakan metode yang dipergunakan.

Ukuran Peramalan

Menurut (Karmaker, 2017) akurasi hasil peramalan dapat diukur dengan tingkat kasalahan (error) peramalan. Terdapat 3 ukuran peramalan, yaitu:

1.    Rata-rata Deviasi Mutlak (Mean Absolute Deviation)

MAD (Mean Absolute Deviation) merupakan kesalahan mutlak selama periode tertentu tanpa memperhatikan apakah hasil peramalan lebih besar atau kecil dibandingkan kenyataanya.

2.    Rata-rata Kuadrat Kesalahan (Mean Square Error)

MSE (Mean Square Error) merupakan kesalahan dimana perhitungannya adalah dengan menjumlahkan kuadrat semua kesalahan peramalan pada setiap periode dan membaginya dengan jumlah periode peramalan.

3.    Rata-rata Persentase Kesalahan Absolut (Mean Absolute Percentage Error)

MAPE (Mean Absolute Percentage Error) adalah ukuran yang menggambarkan presentase kesalahan hasil dari peramalan periode tertentu. Presentase ini dapat menyatakan terlalu tinggi atau rendahnya hasil dari peramalan.


Daftar Pustaka

  1. Heizer dan Render (2011) Operation Management. Tenth Edit. Amsterdam: Pearson Education.
  2. Indriastiningsih, E. and Darmawan, S. (2019) ‘Analisa Pengendalian Persediaan Sparepart Motor Honda Beat Fi dengan Metode EOQ Menggunakan Peramalan Penjualan Di Graha Karyaahass XY’, Dinamika Teknik, 12(2), pp. 24–43.
  3. Karmaker, C. L., Halder, P. K. and Sarker, E. (2017) ‘A Study of Time Series Model for Forecasting of Jute Yarn Case Study’, Journal of Industrial Engineering, 2017, pp. 1–8.
  4. Mamat, A. R. et al. (2019) ‘Least square method technique for predicting the acquisition of raw materials and sales of crisp for small and medium enterprises’, International Journal of Recent Technology and Engineering, 7(5), pp. 612–616.
  5. Mehaninda, D. R., Cholissodin, I. and Sutrisno (2018) ‘Peramalan Persediaan Spare Part Sepeda Motor Menggunakan Algoritme Backpropagation’, Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 2(12), pp. 6018–6025.
  6. Rusdiana (2014) Manajemen Operasi. Bandung: CV Pustaka Setia.
  7. Saravanan, A. M. et al. (2019) ‘Forecasting techniques for sales of spare parts’, International Journal of Recent Technology and Engineering, 8(3), pp. 27–30.
  8. Sinulingga, S. (2009) Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Metode AHP (Analitycal Hierarchy Process) Pengertian, Kelebihan dan Contoh AHP

Pengertian Analitycal Hierarchy Process (AHP) 

Analitycal Hierarchy Process (AHP) Adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki, dengan memberi nilai subjektif tentang pentingnya setiap variabel secara relatif, dan menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi guna mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Proses pengambilan keputusan pada dasarnya adalah memilih suatu alternatif yang terbaik. Seperti melakukan penstrukturan persoalan, penentuan alternatif-alternatif, penenetapan nilai kemungkinan untuk variabel aleatori, penetap nilai, persyaratan preferensi terhadap waktu, dan spesifikasi atas resiko. Betapapun melebarnya alternatif yang dapat ditetapkan maupun terperincinya penjajagan nilai kemungkinan, keterbatasan yang tetap melingkupi adalah dasar pembandingan berbentuk suatu kriteria yang tunggal. 

Peralatan utama Analitycal Hierarchy Process (AHP) adalah memiliki sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Dengan hirarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan ke dalam kelomok-kelompoknya dan diatur menjadi suatu bentuk hirarki.

Kelebihan Analitycal Hierarchy Process (AHP) 

Kelebihan AHP dibandingkan dengan lainnya adalah : 

  1. Struktur yang berhirarki, sebagai konsekwensi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam. 
  2. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkosistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan. 
  3. Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.

Contoh Soal AHP (Analitycal Hierarchy Process)

Bagian terpenting dari proses adalah 3 (tiga) tahapan berikut:
1. Nyatakan tujuan analisis: Memilih mobil baru
2. Tentukan kriteria: style, kehandalan, dan konsumi bahan bakar
3. Tentukan alternative pilihan: Avansa, Xenia, Ertiga, Grand Livina
Informasi ini kemudian disusun membentuk pohon bertingkat

Informasi yang ada kemudian di-sintesis untuk menentukan peringkat relative dari alternative pilihan yang ada. Kriteria dari jenis qualitative dan quantitative dapat diperbandingkan menggunakan informed judgement untuk menghitung bobot dan prioritas.

Bagaimana menentukan tingkat kepentingan relative dari kriteria yang ada?

Hal ini dapat dilakukan dengan judgement untuk menentukan peringkat dari kriteria. Dalam sebuah sistem berbasis AHP, judgement ini diberikan oleh user pengguna sistem dan dilakukan pada saat user bermaksud melakukan proses AHP dan melihat rekomendasi.

Misalnya:
1. Kehandalan 2 kali lebih penting dari style
2. Style 3 kali lebih penting dari konsumsi bahan bakar
3. Kehandalan 4 kali lebih penting dari konsumsi bahan bakar

Selanjutnya dengan pairwise comparison (perbandingan berpasangan), tingkat kepentingan satu kriteria dibandingkan dengan yang lain dapat diekspresikan.

Nilai yang digunakan:
1: Equal
2: Moderate
3: Strong
4: Very strong
5: Extreme

Dari judgement di atas bisa dibuatkan tabel perbandingan berpasangan sebagai berikut:

Bagaimana mengubah matrik berpasangan ini menjadi peringkat dari kriteria? Jawabannya: Eigenvector

Berikut cara untuk mencari solusi eigenvector:

  1. Cara komputasi yang singkat yang bisa digunakan untuk mendapatkan peringkat adalah dengan menggunakan matrik berpasangan ini sebagai sebagai dasar penghitungan kuadrat matrik berpasangan setiap saat.
  2. Jumlah setiap baris dihitung dan dinormalisasi
  3. Perhitungan dihentikan apabila perbedaan dari jumlah-jumlah ini dalam dua penghitungan yang berturutan lebih kecil dari suatu angka.

Tahan 1: Kuadratkan Matrik Berbasangan

Tahap 2: Hitung Eigenvector pertama

1. Jumlahkan baris
2. Jumlahkan jumlah dari baris-baris yang ada
3. Normalisasi nilai jumlah dari masing-masing baris

Angka normalisasi pertama yang sebesar 0.3194 didapatkan dengan membagi angka 12.75/39.9165

Jadi eigenvector yang pertama adalah:

Proses ini terus diulang: kuadrat, jumlahkan, dan normalisasikan

Dikuadratkan, dijumlah, dan dinormalisasi menjadi:

Jadi eigenvector yang kedua adalah:

Perbedaannya memang sudah kecil, apalagi kalau dihitung satu putaran lagi:

Apa arti nilai eigenvector ini? Melihat pada nilai dari eigenvector bisa dikatakan bahwa:
kriteria yang pertama adalah peringkat nomor 2 terpenting,
kriteria yang kedua adalah peringkat 1 terpenting, dan
kriteria yang ketiga adalah peringkat nomor 3 terpenting

Berikut adalah pohon dengan bobot pada kriterianya:

Selanjutnya, bagaimana menentukan peringkat alternative pilihan?

Untuk alternative pilihan, juga dilakukan perbandingan berpasangan terhadap kriteria masing-masing. Judgement dalam proses ini umumnya dilakukan berbasis pada data/informasi tentang alternative pilihan (quantitative approach) atau kalau tidak tersedia data/informasi tersebut, dapat dilakukan dengan judgement dari pakar terkait pemilihan alternative tersebut (qualitative approach).

Di dalam sebuah sistem, proses untuk menentukan nilai kriteria dari masing-masing alternative pilihan dan perhitungan peringkat dilakukan pada saat melakukan entry dan edit data variabel dan kriteria alternative pilihan.

Dalam kasus ini, yang memberikan judgement untuk kriteria style dan kehandalan adalah pakar tentang mobil dengan informasi bersifat qualitative.

Style

Kehandalan

Dari matrik ini dihitung eigenvector, untuk menentukan peringkat dari alternative pilihan untuk masing-masing kriteria.

Peringkat Style

Peringkat Kehandalan

Untuk kriteria konsumsi bahan bakar, ditentukan dengan informasi yang bersifat quantitative sebagai berikut:
Konsumsi Bahan Bakar

Dengan menormalisasi informasi bersifat quantitative, akan bisa didapatkan peringkat konsumsi bahan bakar untuk masing-masing alternative pilihan.

Dengan demikian bobot kriteria dan alternative pilihan sudah terlengkapi, sehingga pohon keputusan tergambar menjadi:

Untuk mendapatkan hasil keputusan, masing-masing bobot untuk alternative pilihan dikalikan dengan bobot dari kriteria dalam bentuk perkalian matrik sebagai berikut:

Sehingga perhitungan untuk mobil Avanza keseluruhan nilai masing-masing alternative pilihan adalah sebagai berikut:

Sehingga pilihan yang paling bagus untuk kasus pengambilan keputusan ini adalah mobil dengan tipe Grand Livina.

Langkah Untuk Memulai Usaha Bisnis Fashion

Fashion merupakan aspek penting bagi masyarakat khususnya di Indonesia. Masyarakat yang hobi gonta ganti fashion khususnya perempuan, membuat banyak gerai fashion yang laris manis bahkan sekarang banyak took online maupun offline yang memanfaatkan media sosial sebagai pemasaran.

Bagi para designer, fashion sudah menjadi prioritas mereka, bahkan peluang usaha fashion cocok di geluti oleh semua mulai dari remaja SMA – mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

Karena banyaknya persaingan, bisnis fashion juga dituntut untuk bekerja kreatif, inovatif, dan mengikuti perkembangan zaman. Bisnis fashion juga harus selalu up to date terkait kualitas, mode, harga hingga gaya hidup. Karena produk fashion ini juga tergolong produk yang terlaris setiap tahunnya, membuat kebutuhan produk fashion di Indonesia semakin tinggi.

Langkah Memulai Usaha Bisnis Fashion

Bisnis fashion memang terlihat sangat gemilang ya nder…. Tapi bisnis fashion juga bisa memungkinkan terjadinya kegagalan. Ada banyak faktor penyebab tersendatnya bisnis fashion di tengah jalan. Sehingga perlu adanya persiapan dan cara yang tepat. Berikut ini beberapa langkah untuk memulai bisnis fashion.

1. Lakukan riset produk

Riset produk merupakan langkah awal untuk menentukan produk apa yang akan di jual. Langlah ini penting dilakukan, tidak bisa asal milih produk yang ingin di jual. 

Kalian juga akan membutuhkan data yang sesuai dengan kondisi pasar. Dengan begitu, produk yang kalian pilih Nanti dapat di terima oleh pasar. 

Jika sudah, kalian bisa melakukan cara dengan mengamati tren pasar. Jadi kalian harus tahu tren fashion seperti apa yang sedang hits. Kalian bisa langsung survei ke konsumen untuk mengetahui produk seperti apa yang konsumen butuhkan. 

2. Kenali target pasar

Dengan mengetahui target pasar, kalian bisa menciptakan produk yang di sukai dan di butuhkan. Target pasar juga dapat membantu untuk membuat strategi pemasaran produk yang tepat.

Target pasar adalah orang-orang yang menjadi target penjualan produk dan biasanya akan memiliki karakteristik yang sama baik dari sisi kebiasaan, demografi dan lainnya.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengenali target pasar adalah dengan melalui asumsi. Kalian hanya perlu berasumsi kira-kira siapa yang menjadi target pasar yang paling strategis. 

Selain itu kalian bisa mengenali target pasar dengan melihat dari competitor. Setelah itu kalian bisa menganalisa kira-kira siapa target pembelinya. Jika sudah kalian bisa mengenali dengan melakukan komunikasi dengan konsumen langsung dan membuat persona pembeli.

3. Lihat competitor bisnis

Dalam melakukan bisnis apapun kalian perlu memperlajari terkait competitor. Mulai dari kelebihan dan kekurangan produk, cara pemasaran, hingga distribusi. Competitor bisnis ada banyak diantaranya, competitor utama dimana target pasar yang sama dengan bisnis kalian. Competitor sekunder dimana target pasarnya berbeda dan competitor tersier yaitu target pasar yang tidak langsung terintegrasi dengan bisnis kalian. Namun mereka menghasilkan produk yang masih berhubungan langsung dengan produk kalian.

4. Membuat rencana bisnis

Perencanaan bisnis bisa dikatakan sebagai konsep bisnis kalian. Rencana bisnis ini nantinya akan menjadi pedoman kalian dalam menjalankan bisnis dan tidak boleh asal-asalan. Agar mudan dan lebih terstruktur kalian bisa menggunakan template bussines plan.

5. Persiapkan anggaran atau modal

Dalam memulai bisnis ini peran modal memang sangat penting, tetapi besar kecilnya modal tidak menentukan keberhasilan seseorang. Yang terpenting kalian harus pandai-pandai mengatur dan mengelola modal untuk memulai bisnis. Untuk itu, perlu membuat anggaran yang tepat dan mencatat semua rencana kontes bisnis kalian.

6. Persiapkan produk

Untuk memulai menciptakan produk, kalian bisa dengan mendesain produk terlebih dahulu. Buatlah produk yang kalian desain berbeda dengan produk orang lain. Sehingga produk yang kalian ciptakan akan menjadi ciri khas gaya produk kalian. Style yang khas akan membuat konsumen mudah mengingat dan mengenal produk kalian.

Selain mendesain produk sendiri, kalian bisa menentukan warna seperti apa yang nantinya menjadi produk yang berkualitas. Setelah itu kalian bisa dengan mencari produsen yang nantinya bisa kalian ajak kerjasama sehingga kalian tidak perlu menjahit sendiri. Tinggal terima jadinya.

7. Buat desain logo brand

Desain logo adalah hal yang paling penting karena dengan adanya logo brand itu sama dengan produk yang kalian ciptakan adalah produk kalian sendiri dan logo brand juga menjadi cerminan atas konsep bisnis kalian.

8. Lakukan pemotretan produk

Memasarkan produk tanpa diiringi foto yang bagus tidak akan di lirik konsumen. Maka dari itu perlu adanya pemotretan produk agar produk yang di pasarkan menjadi daya Tarik oleh konsumen. 

Memasarkan produk juga butuh adanya model, entah itu Nanti kalian sendiri atau orang lain yang akan menjadi model produk kalian.

9. Buat website toko online

96% pengguna internet di Indonesia ternyata pernah mencari produk atau layanan untuk dibeli secara online. Di tambah lagi, menurut data produk yang paling laris di beli adalah produk fashion. Dengan adanya website toko online kalian, maka konsumen akan dimudahkan dalam hal pencarian produk, hingga katalog produk yang kalian miliki.

Jika kalian kesulitan dalam pembuatan website, kalian tak perlu khawatir karena sekarang sudah banyak orang yang ahli dalam hal pembuatan website. Tinggal kalian mencari jasa pembuatan website dan kalian tinggal memakai saja.

10. Peluncuran produk

Peluncuran produk sama dengan kalian mulai melakukan eksekusi terhadap produk tersebut. Kalian bisa langsung mulai menjual produk kalian melalui online maupun offline. Untuk grand openingnya seperti apa kalian juga harus memikirkan konsepannya. Entah Nanti kalian buat promosi dengan adanya diskon beli 2 gratis 1 atau dengan memberikan gratis ongkos kirim, atau bisa dengan menggunakan voucher toko. 

11. Promosikan iklan secara online

Terakhir dengan cara mempromosikan produk kalian secara online, karena dengan itu kalian dapat menjangkau pelanggan lebih luas. Apalagi dengan membuat alat pemasaran yang popular seperti iklan di google, iklan di Instagram, facebook maupun fitur bisnis lainnya.

Jika kalian sudah menerapkan langkah-langkah seperti di atas, selanjutnya adalah komitmen kalian pada produk dan usaha kalian untuk terus belajar agar produk yang kalian ciptakan semakin berkembang dan bervariasi. (Ari Kurniawati)