Fakta Psikologi Tentang Cinta Terbaru 2020

Jatuh cinta memang suatu hal yang menyenangkan. Bagaimanapun, setiap orang memang ditakdirkan oleh Tuhan untuk hidup bersama-sama. Apalagi hidup bersama dengan orang yang kita sayangi. Semua orang pasti menginginkannya.

Artikel ini saya tulis berdasarkan hasil riset teman-teman psikologi yang meneliti dan membahas tentang cinta. Tahukah kamu apa itu psikologi cinta?

Psikologi cinta adalah ilmu yang mempelajari tentang karakter seseorang yang berkaitan dengan cinta. Apa sajakah fakta yang dikatakan? Yuk simak apa saja fakta psikologi tentang cinta terbaru 2020.

Fakta Psikologi Tentang Cinta Terbaru 2020

1. Jatuh Cinta Sulit Membuatmu Konsentrasi


Banyak orang yang kerap kali mengatakan bahwa dengan cinta kita bisa lebih fokus, terlebih bagi pelajar atau mahasiswa yang kerap kali menjadikan alasan bahwa cinta bisa membuatmu lebih fokus dalam belajar. Hal ini justru berkebalikan. Cinta dapat mempengaruhi pikiran, perasaan dan tingkah laku seseorang yang sedang jatuh cinta. Ketika mereka jatuh cinta, muncul perasaan-perasaan yang berupa pengalaman fisik dan psikologis. Selain itu ada juga pengaruhnya terhadap aktivitas, yang dilihat dari segi konsentrasi. Dari segi konsentrasi, terlihat pengaruh negatif dimana seseorang yang sedang jatuh cinta sering tidak dapat berkonsentrasi pada saat mengerjakan tugas ataupun pekerjaanya apabila ia teringat pada pasangannya.

2. Mengupload Foto Pernikahan Kalian di Sosial Media Membuat Seorang Merasa Sakit.


Tahukah kamu jika kamu mengupload foto pernikahan kalian membuat seseorang yang belum menikah merasa sakit? Hal ini dikarenakan banyak dari mereka yang belum menemukan pasangannya alias jomblo ditambah banyak juga yang sudah menemukan pasangan akan tetapi belum menemukan kecocokan. Tidak hanya foto pernikahan, ini juga termasuk mengumbar keromantisan kalian di sosial media. Hal ini khusus untuk pasangan yang sudah menikah. Lain halnya untuk pasangan yang belum menikah, mengumbar kemesraan justru membuat kalian terlihat kekanak-kanakan.

3. Kepribadian Kedua Pasangan Dapat Mempengaruhi Kesempurnaan Cinta.


Tipe kepribadian kode warna biru dan putih memiliki tingkat kesempurnaan cinta yang paling tinggi baik dari aspek keintiman, gairah maupun dari aspek komitmen, sedangkan tipe kepribadian merah dan kuning memiliki tingkat kesempurnaan cinta yang paling rendah.

Adapun yang dimaksud kepribadian biru, putih, merah dan kuning adalah :

  • Kepribadian merah merepresentasikan sifat- sifat api – memiliki semangat yang membara dalam kehidupan.
  • Kepribadian biru merepresentasikan sifat-sifat tanah – kuat dan teguh dalam pendirian.
  • Kepribadian putih merepresentasikan sifat-sifat dasar air – mengalir dan mengikuti arus.
  • Kepribadian kuning merepresentasikan sifat-sifat angin – bertiup kesana kemari.
So, buat kalian yang belum memiliki pasangan. Ketahuilah karakter kalian, lalu carilah pasangan yang menyempurnakan diri kalian.

4. Rasa Suka dan Cinta Itu Berbeda.


Hal ini pastilah setiap orang tahu. Akan tetapi, disini saya ingin menjelaskan bahwa orang yang benar-benar cinta kepadamu akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sedangkan orang yang hanya sekedar suka malah berkebalikan. Hal ini dia lakukan karena memikirkan efek jangka panjang. Seorang yang benar-benar cinta kepadamu akan berfikiran jangka panjang bukan jangka pendek.

5. Hubungan LDR Tidak Menjadi Penghambat Kalian Untuk Bahagia Dengan Pasangan.


Faktor utama dalam kebahagiaan adalah kualitas komunikasi kalian. Jarak memang menjadi faktor dalam komunikasi, akan tetapi jika kalian bisa berhubungan LDR dan memiliki rasa percaya yang besar. LDR bukanlah sebagai masalah. Bukankah banyak seorang menjalin hubungan jarak dekat akan tetapi mereka tidak bahagia? Masuk akal bukan?

6. Kelanggengan Hubungan Didasari Atas Kepercayaan Dan Komunikasi.


Seperti halnya hubungan jarak jauh diatas atau LDR. Sebenarnya, faktor kelanggengan sebuah hubungan yang paling tinggi didasari atas kepercayaan yang tinggi. Selanjutnya adalah bagaimana cara kalian berkomunikasi dengan pasangan kalian. Semakin kalian terbuka dengan pasangan kalian, akan membuat hubunganmu menjadi langgeng.

7. Pasangan Yang Menikah Usia Dini Kerap Kali Dilanda Percekcokan Sehingga Menimbulkan Perceraian.


Hal ini saya rasa adalah rasional dan sangat masuk akal. Sebagai generasi yang belum menikah, hehehe. Saya setuju dengan beberapa penelitian yang menyatakan demikian. Karena ukuran kesiapan menikah dinilai dari banyak faktor. Diantara faktornya adalah aspek mental, aspek ekonomi, aspek emosi dan aspek sosial. Pasangan yang menikah dini biasanya lebih rentan terhadap aspek ekonomi, serta aspek emosi yang saya rasa masih labil sehingga mengakibatkan timbulnya perselisihan lalu mengakibatkan perceraian. Fenomena ini kerap terjadi saat ini.

8. Gamophobia Adalah Phobia Takut Pernikahan


Alih-alih pernikahan yang kelihatan menjadi impian bagi semua orang, ternyata diluar sana banyak yang memiliki phobia takut menikah. Hal ini lantaran beberapa faktor yaitu mereka tidak tertarik dengan komitmen. Selain itu, faktor yang mengakibatkan seseorang takut menikah adalah karena masa lalunya. Biasanya orang yang takut menikah adalah anak-anak korban broken home.

Baca Juga : Fakta Unik Kepribadian Manusia

Sebenarnya banyak yang ingin saya sampaikan, mengenai fakta psikologi tentang cinta. Akan tetapi saya cukupkan sampai disini, nantikan artikel keren lainnya. Sekian dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam rahayu!

0 Comments:

Posting Komentar